REINKARNASI DEWA SEMESTA AWAN

REINKARNASI DEWA SEMESTA AWAN
Kematian walikota


__ADS_3

Disisi lain.. Yang feng yang telah berhasil memprovokasi jubah ilusi segera melompat pergi.


ia bersembunyi menghindari pertarungan, Yang feng lebih memilih untuk menyaksikan mereka bertarung dari atas tembok yang berada cukup jauh. sambil menunggu waktu yang tepat untuk menghabisi walikota serta putranya.


Yang feng sengaja melakukan penghasutan dan memprovokasi kelompok jubah ilusi, bertujuan untuk mengurangi jumlah kekuatan dari para pendekar bayaran sang walikota.


Sebenar nya Yang feng mampu untuk menghadapi para pendekar suruhan walikota dengan menggunakan seluruh kekuatan yang ia miliki saat ini.


namun ketika dirinya baru saja tiba, ia berhenti sejenak dan memilih untuk terlebih dulu mengamati situasi dari kejauhan.


disaat bersamaan Yang feng hendak melompat, ia melihat lima sosok pendekar tingkat tinggi yang mengenakan jubah merah muncul ditengah tengah mereka. Yang feng akhirnya menghentikan langkah dan memilih untuk kembali mengamati situasi nya.


"haha.. Ternyata sangat mudah untuk menghasut mereka.." ucap Yang feng dengan senyum licik nya, ia berada disalah satu tembok yang sedikit jauh dari arena pertarungan..


'slazz..


'slazzz..


Saat ini lima orang pendekar bayaran walikota telah tewas terbunuh, Benturan benturan energi kuat dari pertarungan berdentum saling bersahutan.


'wuzz..


'slazzz..


'slazzzz...


Pertarungan semakin hebat. Kini orang orang dari jubah ilusi hanya tersisa dua orang dan pendekar bayaran walikota pun hanya tinggal lima orang lagi.


Sementara walikota semakin gelisah menyaksikan pertarungan yang terjadi, apalagi orang orang bayaran nya sudah banyak yang tewas.


"menyerah lah kalian, karena kalian hanya tinggal dua orang lagi.." kata pendekar bayaran walikota..


"cuih.."


"apa kalian pikir mudah untuk mengalahkan kami.!? kami berdua pun akan sanggup untuk membunuh kalian semua.." ucap seorang dari jubah ilusi masih dengan nada sombong.


"haha.. Masih berani sombong. Walaupun kau berada pada tahap pendekar kaisar, tapi sekarang tubuh mu sudah terluka cukup parah. Hanya kematian lah yang akan menunggu kalian berdua..hahaa.." kata salah seorang pendekar bayaran walikota..


"sekalipun kami mati, namun hidup kalian tidak akan pernah merasakan ketenangan. Karena orang orang dari kelompok jubah ilusi pasti akan mencari kalian.." ucap seorang dari jubah ilusi tersebut


"puihh.."


"persetan dengan kelompok kalian.." kata salah seorang pendekar bayaran walikota lagi, mereka memang belum pernah mendengar tentang kelompok jubah ilusi..

__ADS_1


Para pendekar bayaran walikota kembali menyerang. Pertarungan berlanjut sampai akhir nya orang orang dari kelompok jubah ilusi semuanya tewas terbunuh dan, pendekar bayaran walikota juga kini tersisa tiga orang itupun sudah dalam keadaan terluka parah.


"hahaaa.." terdengar suara Yang feng dari kejauhan..


'wuzzz...


Yang feng muncul diantara mereka, dimana tempat disekitarnya terlihat hancur bekas dari pertarungan para pendekar pendekar tingkat tinggi yang terjadi tadi.


"sekarang saat nya buat dirimu beserta putramu untuk menghadapi kematian. tuan walikota.." ucap Yang feng datar dengan tatapan dingin..


"bocah laknat.. Cepat bunuh dia..!" perintah walikota kepada para pengawal nya..


Mereka pendekar yang tersisa dan para pengawal nya menyerang Yang feng secara bersamaan.


Dengan cepat Yang feng mengeluarkan pedang berwarna merah dari cincin ruang nya. Ia pun melompat.


'slazz..


'slazzz...


Hanya sekali serangan dan dalam sekejap mata, puluhan tubuh para pengawal tumbang tak bernyawa.


Pendekar yang tersisa melotot melihat kejadian itu, mereka tidak menyangka jika Yang feng akan mampu melakukan nya.


'slazzz...


Energi Qi membentuk puluhan bayangan pedang sabit berwarna merah melesat menebas seluruh para pengawal walikota, seluruh pengawal itu pun menemui ajal mereka secara mengenaskan.


"sekarang tentukan lah pilihan. kalian aku beri kesempatan untuk pergi jika kalian masih ingin merasakan kehidupan, biar aku menyelesaikan walikota tak bermoral ini.." ucap Yang feng dengan aura mengintimidasi..


Tiga pendekar bayaran walikota yang tersisa saling pandang sejenak. para pendekar tersebut menyadari jika keadaanya saat ini sudah tidak baik baik saja.


ditambah lagi kemampuan Yang feng yang baru saja mereka lihat, sehingga tidak memungkinkan bagi mereka untuk mampu mengalahkan Yang feng.


Para pendekar tersebut pun akhir nya pergi. mereka tidak mau mengambil resiko yang dapat mengancam nyawanya.


"kampret kalian semua, percuma aku sudah membayar kalian mahal.." rutuk walikota, ketika melihat pendekar bayaran nya pergi begitu saja..


"hahaa..mereka memang bijak, tau mana yang harus mereka tentukan.." ucap Yang feng sambil tertawa..


Lalu Yang feng menatap walikota dengan dingin, ia berjalan pelan mendekat walikota dengan aura mengintimidasi yang kuat.


"berhenti disana..! apa yang akan kau lakukan..?" ucap walikota panik, tubuh nya terlihat gemetaran..

__ADS_1


"hah.."


"aku pikir selama ini, tuan walikota adalah orang yang sangat pintar dan terhormat. tapi ternyata anda tak lebih dari seorang bodoh seperti seekor keledai.." ucap Yang feng yang terus mendekat..


"kau pikir untuk apa aku kemari..?" ucap Yang feng lagi..


"ampun nak. Aku mohon nak.. Kita bisa membicarakan ini baik baik. Aku bisa memberikan sebagian harta ku padamu, asal kau tidak membunuhku.." ucap walikota memohon..


"cuihh.."


"setelah semua yang telah kau lakukan, apa pantas buat orang korslet sepertimu untuk dimaafkan.!?"


"cuma kematian lah yang pantas buat dirimu dan putramu saat ini.." ucap Yang feng setelah dekat..


Dua orang putra walikota pun gemetaran dan berniat pergi setelah mendengar perkataan Yang feng.


seketika Yang feng mengeluarkan aura kesunyian untuk menekan pergerakan lawan, hingga membuat tubuh mereka terasa sulit untuk melangkah.


"stop..! Apakah aku sudah memberi ijin pada kalian untuk meninggalkan tempat ini.." ucap Yang feng dengan suara lantang..


"ampun tuan.. Ampunilah nyawa kami tuan.." mohon kedua putra dari walikota, dengan tubuh gemetar dan celana mereka tampak basah..


"terimalah kematian kalian.." teriak Yang feng dengan puncak amarah yang berapi apai..


"guntur kesunyian ~ ledakan kesunyian..


'bomm..


Tak tanggung tanggung, tubuh bapak beranak tersebut pun meledak dan hancur berantakan bagaikan tetelan daging.


"bukan nya aku kejam, tapi kalian memang pantas untuk menerima semua ini.." ucap Yang feng merasa puas..


Yang feng segera masuk kedalam rumah walikota tersebut untuk mencari keberadaan gudang tempat penyimpanan harta milik nya.


"hah..Ternyata harta nya sangat banyak. Enak saja dia mengatakan ingin membagi harta, karena sekarang harta nya akan menjadi milik ku semua..hahaa.." ucap Yang dengan tertawa lebar..


"pantas saja harta nya begini banyak, sungguh benar rumor yang mengatakan jika dia pejabat korup yang sangat rakus.." ucap Yang feng..


Yang feng kemudian menguras habis jutaan keping emas serta segala perhiasan dan sumber daya yang ada disana, ia memindahkan seluruh harta tersebut kedalam cincin ruang milik nya.


"lebih baik aku segera pergi.. sekarang tidak ada lagi yang akan menggangu kehidupan nona Li mei.." kata Yang feng..


kemudian Yang feng pun pergi meninggalkan kediaman walikota yang sudah tidak berpenghuni tersebut. ia melesat dengan cepat untuk kembali menuju rumah Zhang yong.

__ADS_1


__ADS_2