REINKARNASI DEWA SEMESTA AWAN

REINKARNASI DEWA SEMESTA AWAN
Balas dendam


__ADS_3

Di perjalanan..! Yang feng terlihat sangat tidak nyaman saat menggendong Li mei di atas punggung nya.


Yang feng merasa seperti sesuatu hal yang aneh telah terjadi atas perubahan sikap dalam diri Li mei yang tiba tiba.


'ada apa dengan nona mei.!? apakah telah terjadi sesuatu dengan nya.. atau mungkin, dia habis kesambet demit.!?..hii..' begitulah pertanyaan yang timbul dalam batin Yang feng, dan membuat nya sedikit bergidik ngeri..


Di punggung Yang feng, dengan sangat erat Li mei melingkarkan tangan nya. hingga membuat leher Yang feng serasa tercekik dan mengalami sedikit kesulitan untuk bernapas.


Li mei merasakan kenyamanan yang amat sangat saat berada dalam gendongan Yang feng. ia seperti orang yang telah lama mengalami kehilangan sosok yang ada di dekapan nya, dan seakan tak ingin melepaskan nya lagi.


"nona mei.. Apa kau sedang kurang sehat..?" tanya Yang feng khawatir dengan tingkah Li mei..


"tidak. Aku baik baik saja..!" jawab Li mei, dengan menyandarkan kepalanya di bahu Yang feng..


"uff.. bisakah kau mengendurkan sedikit tangan mu.!? agar aku lebih leluasa untuk bernapas..!" ucap Yang feng..


"maaf.." jawab Li mei enteng dengan tersenyum tanpa merasa bersalah..


Li mei kemudian sedikit mengendurkan lingkaran tangan nya dileher Yang feng, namun posisi kepala masih tetap bersandar di bahu Yang feng.


Yang feng menggeleng, kini akhir nya ia pun dapat bernapas dengan lega.


'syukurlah dia tidak apa apa..' batin Yang feng..


Yang feng melesat semakin cepat membelah hutan dan melintasi selah selah rerimbunan pohon. ia sengaja tidak menempuh perjalanan melalui jalur udara, dan memilih untuk melewati jalur darat.


dirinya juga mengambil jalan pintas dan tidak melewati jalan utama, berharap agar mereka lebih cepat untuk sampai di rumah Zhang yong.


Sepanjang jalan, Yang feng terus memikirkan tentang masalah yang telah terjadi pada diri Li mei. ia merasa kasihan dengan nasib buruk yang dialami Li mei.


Yang feng berpikiran kalau semua nya tidak boleh dibiarkan terjadi berlarut larut. apa lagi melihat walikota yang nampak angkuh dan terkesan ingin selalu memaksakan kehendak nya.

__ADS_1


Hal itu pula lah yang membuat Yang feng untuk memikirkan cara apa yang harus ia lakukan, dan juga dirinya harus cepat bertindak.


'seperti nya aku harus cepat melakukan sesuatu. jika ini dibiarkan lebih lama lagi, justru nanti akan membuat semuanya menjadi semakin sulit..' ucap Yang feng dalam hati.


"aku harus segera bertindak untuk membereskan walikota dan putra nya. agar semua permasalahan dapat terselesaikan.." guma Yang feng pelan..


Yang feng berniat untuk memberi pelajaran pada walikota dan putranya, karena ia menganggap pokok permasalahan nya berasal dari mereka.


"kasihan nona mei. Ia sepertinya merasakan tekanan batin yang sangat berat. hingga mengguncang jiwa nya.." Yang feng seakan turut merasakan apa yang dirasakan oleh Li mei..


Apalagi sekarang kakek Li mei telah meninggal oleh orang orang bayaran walikota, Li mei pasti akan semakin merasa bersalah dan menganggap semua ini terjadi karena nya.


dibelakang, samar Yang feng mendengar suara seperti dengkuran halus yang menggelitik telinga nya.


"hah.. dia ketiduran. Nampak nya dirinya sangat kelelahan untuk menghadapi semua ini.." gumam Yang feng pelan..


Tak terasa mereka pun kini telah sampai di tempat tinggal Zhang yong. Bersamaan dengan itu, Li mei juga sudah terbangun dari tidur nya.


Mendengar itu, Li mei yang baru terbangun pun gelagapan untuk menjawab Yang feng. ia merasa malu dengan menundukkan kepala dan pipinya kini terlihat memerah seperti tomat rebus.


Li mei segera membenahi penampilan nya yang sedikit berantakan. Tidak lupa ia untuk mengusap sudut bibir nya, takut ada iler yang singgah disana hanya sekedar parkir sementara sampai yang punya lahan mengusir.


"ada apa dengan mu nona mei, apa kau baik baik saja..?" tanya Yang feng sambil menyentuh kening Li mei dan terus memperhatikan ..


Dipandangi terus seperti itu saat dirinya baru terbangun, ditambah lagi mendapatkan pertanyaan begitu membuat dirinya semakin salah tingkah.


ingin rasanya Li mei mencekik dan memukul perut Yang feng, yang seakan tidak mau mengerti keadaan saat ini.


Li mei segera berlalu, ia berlari masuk kedalam rumah Zhang yong tanpa lebih dulu menyapa paman nya tersebut.


Zhang yong yang melihat tingkah Li mei pun hanya tersenyum dan menggelengkan kepala.

__ADS_1


"ada apa dengan nona Li mei paman.!? Aku melihat nya sedari tadi, seperti hal aneh telah terjadi pada dirinya. Tidak seperti sikap dia yang biasa..?" tanya Yang feng pada Zhang yong..


"tidak papa, mungkin dia hanya sedikit lelah dengan apa yang telah terjadi pada nya.." jawab Zhang yong..


Yang feng hanya mengangguk anggukan kepala nya, seolah mengerti dengan apa yang telah dirasakan Li mei.


"paman.. seperti nya semua ini harus cepat diselesaikan, Aku harus segera menemui walikota dan putra nya.." ucap Yang feng..


"lalu apa yang akan kau lakukan..?" tanya Zhang yong..


"aku akan membunuh mereka, sekaligus membalaskan atas kematian kakek.." kata Yang feng merasa geram, dengan niat membunuh yang kuat..


"feng'er.. biarkan paman ikut bersama mu.!karena bagaimanpun juga, ini semua sudah seharusnya menjadi tanggung jawab paman.." kata Zhang yong, yang ikutan geram dengan semua yang telah dilakukan oleh walikota kepada keluarga nya..


"aku berniat untuk pergi sendiri paman.." kata Yang feng..


"tapi feng'er..!? Setidak nya paman dapat sedikit membantu mu disana nanti.." kata Zhang yong lagi..


"tidak paman.. Apalagi paman belum terlalu pulih dari luka luka paman. Akan lebih baik jika paman tinggal disini untuk menjaga nona mei.." ucap Yang feng, ia tidak ingin pekerjaan nya malah akan terganggu..


"paman sangat malu padamu feng'er. paman merasa menjadi orang yang tidak berguna karena tidak dapat menyelesaikan permasalahan ini.." ucap Zhang yong tertunduk lesu..


"sudahlah paman, tidak usah terlalu dipikirkan. Sebaik nya aku pergi sekarang, sebelum walikota menemukan pendekar pendekar tingkat tinggi yang akan lebih merepotkan.." kata Yang feng, berniat untuk pergi..


"baiklah kalau begitu.. feng'er, Kau berhati hatilah.." ucap Zhang yong..


Yang feng pun segera pergi. Ia kemudian berkelebat dan melesat di udara, dalam sekejap mata lalu hilang dari pandangan Zhang yong.


Zhang yong hanya diam termangu. Ia menatap kepergian Yang feng dengan tatapan kosong.


Dirinya merasa menjadi orang yang tidak berguna, karena membuat permasalahan yang terjadi pada keluarga nya justru malah merepotkan orang lain yang bukan merupakan kerabat mereka. bahkan belum lama ia kenal.

__ADS_1


__ADS_2