
Di fana kecil.. Dimana para murid murid peserta kompetisi berada saat ini.
"Huh..huuhhh..huhh..
Terdengar suara napas dari dua orang yang tampak terengah engah. mereka berlari dengan tergesa gesa seperti ada yang sedang memburu mereka berdua.
"Saudari Yuan Sebaik nya kita beristirahat dulu disini.." ajak seorang laki laki kepada teman nya seorang wanita, mereka adalah Xia san dan Cang yuan..
Xia san bersama Cang yuan lalu beristirahat ditempat yang terlihat teduh, dengan kaki selonjoran dan tubuh bersandar di sebatang pohon.
"Untunglah kita berhasil lolos dari binatang buas itu.." kata Cang yuan merasa bersyukur..
Xia san dan Cang yuan berlari karena bertemu binatang buas yang sempat menyerang mereka berdua. Itu terlihat dari adanya robekan di pakaian yang mereka kenakan saat ini, dan robekan tersebut tampak bekas cakaran dari binatang buas.
"Ya.. syukurlah kita tidak dikejar sampai kesini.." sahut Xia san, ikut lega..
"Ehemm.." terdengar suara berdehem..
Xia san dan Cang yuan serempak menoleh ke asal suara itu. Mereka berdua terkejut sekaligus merasa senang saat melihat seorang lelaki yang sedang bermalas malasan, dengan tubuh berbaring diatas sebuah batu besar yang ada di depan mereka.
"Sedang apa kalian berdua disana..!?" Tanya lelaki itu..
"Kami berdua hanya sedang beristirahat disini. aku bersama saudari yuan baru saja diserang oleh binatang buas, dan berusaha untuk menyelamatkan diri dari kejaran nya.." jawab Xia san..
"Saudara feng.. Kau sendiri, apa yang sedang kau lakukan disana..!?" Tanya Xia san balik..
Yang feng yang belum lama menyelesaikan kultivasi nya, ketika Xia san dan Cang yuan tiba disana.
"Hoh.. Aku juga sedang beristirahat disini. aku merasa lelah karena habis tidak melakukan apa apa.. " jawab Yang feng, masih sedang tiduran..
Xia san dan Cang yuan saling tatap untuk sesaat, mereka belum memahami apa maksud perkataan Yang feng tersebut.
selama sepuluh tahun lebih Yang feng berada di dalam maya dimensi dan lembah tanpa dasar, namun disemesta fana barulah berjalan waktu selama dua belas hari.
Saat Yang feng baru saja tiba di fana kecil tersebut, dirinya merasakan kepala nya teramat pusing akibat dari perbedaan waktu antara maya dimensi dengan fana kecil yang telah ia lalui.
__ADS_1
Dan Yang feng juga melihat telah terjadi perubahan pada tubuh dirinya yang jauh lebih dewasa dari usia nya saat ini, Sehingga ia memilih sebuah batu besar dan memutuskan untuk ber kultivasi sebentar disana demi mengembalikan keadaan tubuh yang sesuai dengan usia seharusnya.
Yang feng juga menekan aura yang ia miliki demi menyembunyikan tahapan kultivasi nya, dan memilih untuk beristirahat sejenak diatas batu tersebut. sebelum kemudian Xia san dan Cang yuan muncul disana.
"Dimana mereka.!? Apakah kalian tidak bersama dengan kakak Lie dan saudari Lien hua..?" Tanya Yang feng..
"Sejak awal kami belum bertemu dengan mereka berdua.." jawab Xia san..
"Lalu, hanya kalian berdua saja selama ini..!?" Tanya Yang feng, dengan nada serius..
"Memang nya kenapa jika kami cuma berdua..!? celetuk Cang yuan dengan nada sedikit keras, yang sedari tadi hanya diam..
Cang yuan merasa kesal dengan pertanyaan Yang feng, yang seakan curiga kepada mereka berdua.
"Tidak papa.. aku cuma bertanya.." lalu Yang feng melompat turun berdiri didepan mereka berdua, dan menatap mereka sejenak secara bergantian.
"Aku hanya takut ada binatang buas jika kalian cuma berdua saja, seperti yang terjadi dihutan misteri waktu itu.." ucap Yang feng datar, dengan posisi berdiri menyamping.
"Apa maksud mu.!? Apa kau menuduh kami telah berbuat mesum.!?" Ucap Cang yuan merasa semakin kesal..
"tidak.. Aku tidak mengatakan itu.." ucap Yang feng santai..
"Sudahlah. Lebih baik kita mencari mereka berdua sekarang.." ajak Yang feng dan langsung melompat, saat dirinya melirik wajah Cang yuan yang nampak memerah dan hendak meneruskan kata katanya untuk marah..
Cang yuan menggelembungkan pipi dan menghentakkan kaki nya ketanah, ia menahan marah saat melihat Yang feng pergi begitu saja.
"Memang nya dia siapa..!?" Gerutu Cang yuan..
"Ada apa dengan mu..!?" Ucap Xia san, merasa lucu dengan tingkah Cang yuan..
"Ayolah, Lebih baik kita ikuti saudara Yang feng sekarang.." ajak Xia san kemudian, mereka berdua pun lalu melangkah mengikuti Yang feng..
"Apa kau tidak merasa. Jika Pertanyaan nya seakan dia curiga kalau sudah terjadi apa apa dengan kita..!?" Kata Cang yuan pada Xia san, ketika mereka sudah melangkah..
"Tidak. Aku pikir dia hanya bertanya sewajar nya.." jawab Xia san..
__ADS_1
"Kenapa dia selalu menatap kita dengan tatapan berbeda semenjak bertemu dihutan misteri waktu itu. seakan dia menuduh kita berdua telah berbuat mesum dengan sengaja untuk selalu mencari kesempatan agar dapat berduaan saja.." Kata Cang yuan lagi..
"Aku tidak berpikir begitu.." ucap Xia san..
"Sudahlah. Mungkin itu hanya perasaan mu saja.." kata Xia san lagi..
Tiba tiba Yang feng melompat keatas sebatang pohon yang tinggi. dengan pendengaran nya yang cukup tajam, ia samar mendengar suara perdebatan yang berada jauh disana seperti orang yang akan melakukan pertarungan.
"ada apa saudara feng..?" seru Xia san bertanya..
"aku mendengar ada beberapa kelompok orang disana. Sepertinya akan terjadi pertarungan diantara mereka.." jawab Yang feng, menatap kearah asal suara orang yang akan melakukan pertarungan tersebut..
"ayolah.. Lebih baik kita kesana sekarang.." ajak Cang yuan..
Yang feng melihat Cang yuan, dirinya hanya diam dan tidak memberikan komentar apa apa. lalu kembali menatap kearah asal suara itu dengan memfokuskan Qi dan mempertajam pendengaran nya.
"huhh.." dengus Cang yuan kesal melihat Yang feng mengabaikan ucapan nya..
"sudahlah lebih baik aku pergi sendiri.." kata Cang yuan, lalu melesat kearah asal suara yang diberitahu oleh Yang feng..
"saudari Yuan tunggu.." seru Xia san, lalu mengejar Cang yuan..
Yang feng masih diam diatas pohon tersebut dan menatap kepergian mereka berdua, ia belum beranjak dari tempat nya.
Di tempat kelompok orang orang itu, tiga orang murid dari klan Hu terlihat sedang berhadapan dengan lima murid dari sekte cakar elang.
Tiga murid dari klan Hu yang sebelum nya berniat untuk mencari kedua teman dari tim mereka, namun dihadang oleh lima orang dari murid sekte Cakar elang.
murid dari sekte cakar elang sengaja bersembunyi dan hanya menunggu di satu tempat, Mereka mencari kesempatan untuk menghadang murid lain yang lewat dari sana dan memilih lawan yang lebih lemah.
"serahkan lah semua lencana giok kalian pada kami secara sukarela, maka tidak akan terjadi pertarungan antara kita. kalian juga tidak akan terluka.." kata seorang murid dari sekte cakar elang yang berada ditahap elite tingkat empat..
"Hu liong. Bagaimana ini.!? Kita hanya bertiga, mereka berlima.. Selain itu kultivasi mereka lebih tinggi dari kita..!" suara pelan dari seorang klan Hu bertanya kepada teman nya..
"kita hadapi saja mereka sambil menunggu kedua teman kita. aku harap teman kita akan hadir tepat waktu.." jawab Hu liong..
__ADS_1
"Hu nuan Bersiaplah. kita hadapi mereka.." kata Hu liong kepada satu teman nya lagi yang seorang wanita..
Pertarungan pun kemudian terjadi antara tiga orang murid dari klan Hu, melawan lima orang murid sekte Cakar elang..