REINKARNASI DEWA SEMESTA AWAN

REINKARNASI DEWA SEMESTA AWAN
Pemulihan energi


__ADS_3

"apakah kalian baik baik saja..?" tanya Yang feng kepada seluruh murid..


"kami baik baik saja. Terima kasih karena kau sudah menyelamatkan kami.." ucap salah satu murid peserta..


"hoh..tidak masalah.." jawab Yang feng..


"lalu bagaimana cara nya kita akan keluar dari sini..?" tanya murid yang lain..


"bagaimana jika kita tidak bisa keluar dari sini, apakah selama nya kita akan berada disini.!?" ucap lain nya menimpali..


"aku tidak mau jika selama nya harus berada disini.." ucap murid lain nya lagi merasa ketakutan..


"tenang lah, biarlah nanti kita pikirkan caranya bersama sama. Sebaik nya kalian makanlah pil ini terlebih dulu untuk mengobati luka kalian.." ucap Yang feng sambil memberikan pil pada murid murid peserta yang terluka..


semua murid peserta yang tersisa terpana melihat pil yang diberikan oleh Yang feng, Mereka tak menyangka akan dapat melihat pil langka yang belum pernah mereka jumpai sebelum nya.


"pil ini tentunya sangat berharga sekali, mengapa kau begitu rela memberikan nya pada kami dengan cuma cuma..?" tanya salah satu murid..


"hoh..tidak masalah. Aku bisa membuat nya lagi nanti, sekarang makanlah agar luka kalian segera pulih.." kata Yang feng lagi..


"terima kasih Saudara Feng, kami sangat berhutang budi padamu.." ucap mereka tulus, lalu menelan pil yang diberikan oleh Yang feng..


Setelah menelan pil, mereka lalu melakukan kultivasi dan segera menyerap khasiat dari pil tersebut.


"kak Lie makanlah pil ini, ini adalah pil untuk meningkatkan energi. Setelah kau menelan nya segeralah ber kultivasi.." ucap Yang feng lalu memberikan pil tersebut pada Yang lie..


Yang lie menerima pil yang diberikan oleh Yang feng, ia menatap pil yang ada ditangan nya dengan takjub.


"adik Feng. dari mana kau mendapatkan pil sebaik ini.!? aku yakin pil ini begitu langka dan sangat berharga sekali.." tanya Yang lie..


"aku membuat nya sendiri.." jawab Yang feng..


"apa.!? Kau bisa menciptakan pil sebaik ini sendiri..?'' tanya Yang lie merasa kagum..


Xian san dan Cang yuan hanya menatap nanar pil yang diberikan Yang feng kepada Yang lie. Yang feng melirik Xian san dan Cang yuan yang menatap nya dengan rasa penuh harap.


"ini buat kalian.." kata Yang feng kemudian memberikan pil kepada Xian san dan Cang yuan..

__ADS_1


"kau tidak perlu memberikan nya padaku, aku masih baik baik saja.." ucap Cang yuan jual mahal..


"terima kasih saudara Feng. Kau memang sangat murah hati.." ucap Xian san, lalu mengambil satu pil yang berada ditangan Yang feng..


"kau sungguh tidak menginginkan nya..?" tanya Yang feng pada Cang yuan..


"saudara Feng, jika saudari Yuan tidak mau. Biarkan buat ku saja.." ucap Xian san..


"huh..kau serakah sekali.." dengus Cang yuan sambil menatap Xian san melotot..


"yasudah bila kau tidak menginginkan nya, aku akan memberikan nya pada saudara San.." ucap Yang feng dengan nada serius, hendak memberikan pil satu lagi pada Xian san..


"baiklah jika kau memaksa, aku tidak akan sungkan lagi.." ucap Cang yuan sok asik, dengan sigap menyambar pil itu dari tangan Yang feng..


"hah.. Siapa yang memaksamu..?" ucap Yang feng merasa bingung dengan kelakuan Cang yuan..


Xian san dan Cang yuan langsung menelan pil yang diberikan oleh Yang feng.


"ini buat mu ambilah. Ini untuk memulihkan serta meningkat kan energimu, aku tau energimu telah banyak terkuras saat melawan serigala itu.." kata Yang feng sambil memberikan satu buah pil pada Lien hua..


"baiklah kalau begitu aku akan menerima nya, terima kasih saudara Feng.." ucap Lien hua, lalu menerima pil tersebut..


"baiklah saudara Feng.." ucap mereka, lalu mulai melakukan kultivasi..


Sudah selama dua hari mereka melakukan kultivasi setelah menelan pil yang diberikan Yang feng.


'degg..


'degg..


'degg..


'degg..


Kini Yang lie, Xian san serta Cang yuan dan Lien hua mengalami peningkatan dalam tahap kultivasi nya.


"hoh.. Kak Lie.. Apa kau telah selesai dengan kultivasi mu..?" tanya Yang feng setelah melihat Yang lie membuka mata nya..

__ADS_1


"terima kasih adik Feng. Berkat pil yang kau berikan, Kini energi dalam dan'tian ku telah meningkat.." kata Yang lie merasa sangat senang saat selesai melakukan kultivasi nya, ia kini berada ditahap pendekar ahli tingkat satu..


"selamat kak Lie, sekarang tahap kultivasi mu telah meningkat.." ucap Yang feng ikut senang..


"Adik Feng.. aku tidak menyangka jika kau akhir nya jauh melampaui ku, dan sekarang kaulah yang telah melindungi ku.." kata Yang lie merasa bangga pada Yang feng..


"hoh.. Tidak masalah kak Lie. karena diwaktu masih kecil kau bersama paman Jian lah yang selalu melindungi ku. Kalian sangat baik padaku dan hanya kalianlah keluargaku yang ada di semesta fana ini. Jadi sekarang giliranku yang akan selalu melindungi kalian berdua.." ucap Yang feng, bertekad untuk selalu melindungi Paman Yang jian dan kakak nya Yang lie..


"terima kasih adik Feng. Maaf kan aku juga ayah karena telah gagal untuk melindungi mu saat itu. aku tahu kau pasti sangat menderita selama berada di hutan misteri.." ucap Yang lie segera memeluk Yang feng, ia merasa terharu dengan perkataan Yang feng..


"sudahlah kak, tidak ada yang perlu dimaafkan disini. lagi pula aku tidak papa. Justru dengan tersesat nya aku dihutan misteri, hingga membawa takdir ku seperti sekarang.." ucap Yang feng..


"saudara Feng. Pil mu memang sangat luar biasa.! Tahap kultivasi ku sekarang telah meningkat dengan mudah.." seru Cang yuan tiba tiba, ia merasa sangat senang saat baru saja membuka mata nya..


Yang feng yang mendengar nya hanya bersikap dan menatap Cang yuan datar, lalu kembali berbincang dengan Yang lie.


Kini Xian san disusul dengan Lien hua yang sudah membuka mata nya, mereka telah selesai melakukan kultivasi.


"terima kasih saudara feng. Kini kultivasi ku telah meningkat berkat pil mu.." ucap Xian san merasa senang..


"aku juga sangat berterima kasih padamu saudara feng. Berkat pil mu aku kini telah berhasil meningkatkan tahap kultivasi ku.." ucap Lien hua kemudian..


"hoh..tidak masalah. aku ikut senang jika tahap kultivasi kalian telah meningkat.." sahut Yang feng santai..


Cang yuan hanya melirik Yang feng yang begitu hangat menanggapi Lien hua, ia merasa kesal saat Yang feng yang bersikap dingin pada nya.


"lalu bagaimana selanjut nya cara kita untuk keluar dari tempat ini..!?" tanya salah satu murid..


"kalau begitu sekarang aku akan kembali ke bukit itu untuk mencari tahu apa yang telah terjadi di fana kecil ini. Kalian tunggulah disni.." ujar Yang feng pada semua para murid..


"sebaik nya aku ikut bersama mu, siapa tahu aku bisa membantu mu.." ucap Yang lie..


"kami juga akan ikut bersama mu, kami tidak mungkin hanya berdiam diri disini. apa pun yang terjadi kami akan ikut membantu mu.." timpal yang Wang pay murid dari menara akademi..


"Benar. Biarkan kami semua ikut bersama mu apapun yang terjadi.." sahut yang lain nya bersamaan..


"baiklah jika kalian ingin ikut bersama ku. Tapi kalian harus berhati hati, Karena aku tidak tahu apa yang akan terjadi disana nanti.." ucap Yang feng menanggapi permintaan mereka..

__ADS_1


Mereka pun kemudian pergi menuju bukit tempat yang mereka tinggalkan sebelum nya.


__ADS_2