REINKARNASI DEWA SEMESTA AWAN

REINKARNASI DEWA SEMESTA AWAN
Ruang tanpa batas


__ADS_3

Di dalam pertarungan, Yang lie bersama Lien hua kini sudah kian terdesak oleh serangan kawanan serigala, hingga Lien hua tidak menyadari jika posisi nya semakin mendekati arah batu yang terbuka membentuk celah tersebut.


Tubuh Lien hua seakan terhisap oleh pusaran angin yang ingin menarik nya masuk kedalam ruang yang ada didalam bukit.


Yang feng bersama Xian san serta Cang yuan yang baru saja tiba tidak jauh dari tempat para murid berada, mereka bertiga terkejut melihat kawanan serigala yang begitu banyak. Lebih lebih para murid peserta kompetisi telah banyak yang meregang nyawa.


" mengapa banyak sekali hewan spritual disini..?" gumam Yang feng merasa heran..


"saudara feng.. kau sering mengatakan hewan spritual, apa maksudmu dengan hewan spritual..?" tanya Xian san yang mendengar gumaman Yang feng..


"hewan spritual adalah hewan yang mendekati perwujudan siluman, dimana ketika mereka sudah mencapai tingkat siluman, mereka akan mampu untuk melakukan perubahan pada wujud yang mereka inginkan dengan sempurna.."


"Namun mereka yang masih tingkat spritual, mereka hanya mampu untuk melakukan perubahan sebagian saja. Dan kawanan serigala disana hanya mampu untuk berbicara layak nya manusia.." ucap Yang feng menjelaskan..


Yang feng pun kini melihat kearah Lien hua yang tampak terdesak dan seperti akan terhisap oleh pusaran angin yang ada di bukit.


Tidak mau ambil resiko, dengan segera Yang feng mengeluarkan pedang kesunyian dari cincin ruang nya.


Xian san dan Cang yuan terpana melihat pedang yang ada ditangan Yang feng. para murid yang sedang melawan serigala pun terkejut ketika tiba tiba muncul sinar hitam yang berasal dari pedang milik Yang feng dan tidak seberapa jauh dari tempat mereka berada.


Yang feng kemudian mengalirkan Qi tingkat tinggi hingga aura kematian yang amat pekat pun merembes keluar dari pedang kesunyian milik nya. ia langsung melesat seperti kilat, membabat para kawanan serigala yang sedang menyerang para murid.


'slazz...


'slazzz..


Yang feng bergerak cepat dan hanya dalam sekejap mata, puluhan serigala tumbang tak bernyawa tanpa kepala.


Ia kemudian lekas menyambar tangan Lien hua dan menarik nya, dimana sedikit lagi akan masuk kedalam ruang yang ada di bukit terhisap oleh pusaran angin tersebut.


Kini Kawanan serigala yang tersisa pun merasa ketakutan yang luar biasa dan tak mampu lagi untuk bergerak leluasa, tubuh mereka seakan tertimpa batu yang sangat besar disebabkan tekanan aura kematian yang begitu pekat dari pedang kesunyian milik Yang feng.


'slazz..


'slazz..


Tak mau menyisakan masalah, Yang feng segera menghabisi kawanan serigala yang tersisa.


Semua para murid disana terkesiap melihat aksi Yang feng hanya dengan kedipan mata telah membunuh seluruh kawanan serigala yang menyerang mereka.

__ADS_1


"kekuatan macam apa itu.."


"apakah dia masih manusia.." seru mereka hampir tak percaya..


bersamaan dengan Yang feng berhasil membunuh seluruh serigala serta menyelamatkan Lien hua, mendadak langit yang semula cerah berubah menjadi gelap dan terjadi turbulensi hingga menyebab kan udara disekitar mereka seakan terasa hampa, juga mengalirkan energi listrik yang menyengat dan semakin lama sengatan itu pun semakin terasa kuat.


"jauhi tempat ini..!" teriak Yang feng menyuruh seluruh peserta yang tersisa..


Para peserta kompetisi yang tersisa kemudian lari berhamburan menjauhi tempat disekitar bukit.


'gelegar..


Tiba tiba suara petir terdengar menggelegar diudara di sertai angin yang bertiup kencang keluar dari ruang didalam bukit, menyapu yang ada dekat disekitar nya.


"ayo cepat.." teriak Yang feng..


'wuzz..


Angin kencang menerjang beberapa murid yang tertinggal dibelakang dan menghempaskan mereka.


"energi kesunyian ~ ruang tanpa batas..


Angin kencang yang bertiup pun kini terhisap oleh pusaran angin yang ada didalam ruang dan masuk kedalam lingkaran hitam yang dibuat oleh Yang feng.


"cepat pergilah dari sini, hancurkan lah token peserta milik kalian..!" teriak Yang feng..


mereka semua yang sempat tercengang saat melihat Yang feng, lalu tersadar dan mulai untuk menghancurkan token nomor peserta milik mereka.


"adik feng.." teriak Yang lie yang merasa khawatir dengan keadaan Yang feng..


"kak Lie. Cepatlah bawa mereka untuk kembali ke menara akademi, tidak usah menghawatirkan ku.." teriak Yang feng lagi..


"mengapa token ku tidak berfungsi..?" teriak salah satu murid, terkejut mengetahui token milik nya tidak berfungsi..


"iya punyaku juga tidak berfungsi.."


" benar punya kami juga tidak berfungsi.." timpal yang lain nya..


"bagaimana ini.!? Kita tidak bisa kembali.." teriak mereka panik..

__ADS_1


"kalau begitu, cepatlah kalian menyingkir jauh dari tempat ini..!" seru Yang feng yang mulai sedikit kelelahan menahan angin kencang tersebut karena sangat menguras energi nya..


Para murid yang tersisa kemudian kembali berhamburan untuk menjauhi bukit dimana Yang feng sedang berusaha menahan amukan angin tersebut.


"saudara Lie bagaimana dengan keadaan saudara Yang feng.!? Mengapa kita tidak membantu nya..?" ucap Lien hua nampak sedikit khawatir, setelah berada jauh dari bukit..


"aku juga sangat khawatir, tapi tak ada yang bisa kita lakukan.." jawab Yang lie lesu, merasa bersalah karena tidak bisa membantu Yang feng..


"sebaik nya kita tunggu saja disini, aku yakin saudara Yang feng bisa mengatasi nya.." sahut Xian san tenang, merasa yakin dengan kemampuan Yang feng..


"benar.. lebih baik kita cukup menunggu nya disini dan percayakan pada nya. Lagi pula tidak ada yang bisa kita lakukan untuk membantu nya.." timpal Cang yuan..


"yah.. mudah mudahan tidak terjadi apa apa pada nya.." ucap Yang lie lagi sambil menghela napas panjang, berusaha menenangkan kegelisahan nya..


Yang feng yang merasa para murid sudah berada cukup jauh dan aman dari jangkauan angin kencang tersebut, segera melepaskan lingkaran nya dan dengan gerakan secepat kilat ia melompat menghindari terjangan angin itu.


Yang feng kemudian segera melesat untuk menemui para peserta yang berada cukup jauh dari bukit tersebut.


"adik feng. Kau tidak apa apa.." teriak Yang lie yang sedari tadi merasa khawatir, ia merasa senang ketika melihat Yang feng sudah datang..


"aku tidak papa.." jawab Yang feng..


"benarkan. Aku bilang juga apa.! Saudara Yang feng pasti bisa mengatasi nya.." seru Cang yuan merasa bangga karena perkiraan nya benar..


Yang feng melirik Cang yuan sebentar, lalu segera mengalihkan pandangan nya dan pergi menghampiri peserta yang lain.


"huh.. Selalu saja begitu. Apa dipikir nya aku bukan manusia yang sedang berbicara..?" dengus Cang yuan dengan mengangkat sebelah tepi bibir nya..


Xian san memperhatikan sikap Cang yuan yang terlihat kesal terhadap Yang feng.


"tampak nya kau sangat kesal pada saudara Yang feng..?" tanya Xian san..


"dasar pria aneh. Apa dia selalu bersikap dingin pada semua wanita..?" ucap Cang yuan..


"hahaa..tapi mengapa dia tidak terlihat dingin pada saudari Lien hua.!?" ucap Xian san yang merasa lucu dengan sikap Cang yuan..


"lalu mengapa dia sangat dingin padaku. Apa salahku.!?" ucap Cang yuan..


"ya kalau itu aku tidak tau.. Coba kau tanyakan saja langsung pada nya.." jawab Xian san..

__ADS_1


"huhh.." dengus Cang yuan lagi..


__ADS_2