
Pertarungan masih berlanjut, dimana kini Si kakek berhadapan dengan pendekar raja tingkat akhir.
'bamm..
Adu pukulan tak dapat terelakkan antara sikakek dan pendekar raja tingkat akhir.
Si kakek yang masih pada tahap pendekar raja tingkat empat, terdorong mundur kebelakang mengeluarkan seteguk darah dari mulut nya.
Itu terjadi saat Si kakek hendak melanjutkan serangan terhadap pendekar raja tingkat tiga sebagai lawan nya bertarung, dan dihalau oleh pendekar raja tingkat akhir yang sedari awal hanya menonton.
"hahaha... Hei pak tua.! Cepat katakan dimana gadis itu.!? Selagi aku bermurah hati memberikan penawaran pada kalian.." kata pendekar raja tingkat akhir sambil tertawa..
Si kakek memegang dada nya yang terasa berdenyut.
Yang feng ketika melihat sikakek, segera melipat ganda kan energi dan meningkatkan kecepatan nya untuk memberikan serangan kejutan pada lawan.
'buzzz..
pendekar raja tingkat dua yang terlambat menyadari, rahang nya pun terkena kepalan tangan Yang feng dari arah bawah dagu nya.
pria tersebut terhempas seperti melayang di udara, lalu dengan cepat Yang feng melompat untuk menyusul......
'bukk..
Kedua kaki Yang feng singgah dan mendarat mulus diatas perut pria pendekar raja tingkat dua itu sambil menekan nya kebawah.
'brukk..
pendekar raja tingkat dua tersebut terbanting ditanah, darah segar mengalir menghiasi mulut nya.
Yang feng kemudian melesat kearah sikakek dengan melepaskan pukulan jarak jauh, dirinya bermaksud untuk memberikan hadiah kejutan juga buat pendekar raja tingkat akhir lawan dari si kakek..
'wuzz.. dumm..
cepat lawan menyadari dan melompat menghindar kesamping, pukulan itu akhir nya mendarat di tanah dan menciptakan sebuah lubang cukup dalam.
Pendekar raja tingkat akhir sekilas melihat lubang itu, lalu beralih memandang Yang feng dengan mata melotot hampir keluar.
'luar biasa.. Aku tidak menyangka dengan tahap pendekar ahli tapi memiliki kekuatan sebesar ini..' bathin nya.
Yang feng mendekat pada Si kakek dan memperhatikan keadaan sikakek yang sedang terpuruk.
"hei bocah.! Tidak kusangka kau mempunyai kekuatan sebesar itu.." kata pria pendekar raja tingkat akhir itu pada Yang feng..
__ADS_1
"lumayan mengagumkan.. tapi itu tidak akan berarti apa apa buat tuan pendekar raja ini.. Hahaha.." kata pria itu melanjutkan perkataan nya dengan tertawa..
"benarkah.!? Bagaimana jika aku mengatakan kalau itu cuma permainan kecil dari kekuatan ku yang sesungguh nya.." kata Yang feng dengan menatap jijik lawan nya..
"omong kosong.! Buktikan jika kau tidak hanya bermulut besar.." kata pria tersebut merasa muak..
"baiklah.. Seperti janjiku yang semula, kalian harus meninggalkan jasad kalian disini.." kata Yang feng menatap dingin pada mereka..
"kakek..tolong menjauh lah.." kata Yang feng pada sikakek..
Si kakek menatap Yang feng sebentar dengan penuh tanda tanya, Yang feng pun mengangguk penuh arti. si kakek akhirnya menjauh.
'apa yang hendak dia lakukan..?' si kakek membatin, kemudian memperhatikan dari jauh..
"haha.. Apa yang akan kau lakukan bocah..?" kata pendekar raja tingkat akhir tersebut..
"mengirim kalian secepat nya menghadap raja neraka.." jawab Yang feng singkat dengan menunjuk mereka bertiga, dimana yang dua lagi telah berdiri kembali dalam keadaan belum stabil..
Yang feng mulai fokus dengan qi nya,
menyerap energi alam dalam jumlah yang besar.
kedua telapak tangan Yang feng segera diarahkan kedepan, lalu menggeser sebelah kaki hingga membentuk kuda kuda, kemudian memutar kedua tangan tersebut setengah lingkaran dengan saling berlawanan arah, tangan nya kini ditarik kebelakang.
'tingkat empat ~ gelombang kesunyian..
Bersamaan dengan teriakan tersebut, Yang feng mendorong kedua telapak tangan nya kearah lawan.
Lawan yang mengerti akan situasi bahaya yang dihadapi pun tidak tinggal diam, dirinya telah bersiap untuk segera menyambut dengan segera mengeluarkan sebuah artefak bejana kecil lalu menggunakan qi nya.
'bejana fana ~ formasi ceria..
Bejana itu berubah menjadi besar dan segera membentuk perisai untuk melindung pemilik nya.
'boom..
Gelombang kesunyian melabrak bejana fana.
Kedua pendekar raja suruhan walikota terhempas jauh, tubuh mereka menabrak sebuah dinding tebing dalam keadaan pakaian terkoyak berantakan.
mereka berdua kini ambruk kebawah, memuntahkan darah segar dari mulut dan menghembuskan napas terakhir mereka.
Sementara yang satu lagi masih dapat berdiri dengan sebuah bejana ditangan nya, walaupun terdorong sejauh sepuluh langkah.
__ADS_1
Pendekar raja tingkat akhir tersebut terkesiap merasakan kekuatan Yang feng, apalagi melihat kedua rekan nya yang telah tewas.
'kekuatan macam apa ini, sungguh begitu dahsyat..' bathin nya tak percaya, dirinya semakin waspada.
Sementara Si kakek bergidik ngeri menyaksikan dari jauh.
'mungkinkah dia masih berada pada tahap pendekar ahli dengan kekuatan sebesar ini.!? Siapakah dia sebenarnya..?' bathin si kakek bertanya tanya.
"hoh.. rupanya kau masih mampu untuk bertahan.." seru Yang feng pada pendekar raja tingkat akhir tersebut..
"aku ingin lihat, apakah formasi keceriaan mu masih mampu untuk menahan tekanan kesunyian dariku.." Yang feng melanjut kan kata kata nya..
Yang feng mengeluarkan pedang kesunyian dari cincin ruang milik nya dan mengaktifkan teknik jiwa dewa.
Aura agung pun terpancar sesaat, kemudian berganti dengan aura kematian yang sangat pekat merembes keluar dari pedang kesunyian untuk menekan pergerakan lawan.
Yang feng pun kembali menyerap energi alam dalam jumlah yang besar.
'tingkat tiga ~ guntur kesunyian..
sambil berteriak, Yang feng mengarahkan ujung pedang kearah lawan.
'boom..
Bejana milik pendekar raja tingkat akhir itu pecah, tak lagi mampu untuk menahan serangan Yang feng. Tubuh nya terpental dan menghitam seperti terkena sambaran petir lalu tewas seketika.
Yang feng berjalan perlahan dengan langkah gontai, dirinya menghampiri ketiga mayat tersebut dan mengambil cincin ruang penyimpanan mereka.
Yang feng memeriksa isi cincin ruang dari ketiga mayat tersebut.
"ckk. Ternyata harta mereka lumayan banyak.." gumam yang feng berdecak senang..
Disana terdapat masing masing puluhan ribu koin emas, juga banyak sumber daya dan obat obatan serta bermacam macam artefak kelas rendah hingga menengah.
"kek. Ambillah ini.." kata Yang feng menyerahkan dua buah cincin, setelah terlebih dulu dirinya memindahkan seluruh artefak kedalam satu buah cincin ruang..
Kemudian Yang feng memberikan kedua buah cincin ruang yang berisi puluhan ribu koin emas, juga berisi seluruh artefak tersebut kepada si kakek.
dirinya merasa tidak membutuh kan artefak semacam itu, Yang feng menganggap hal seperti itu akan lebih berguna buat sikakek.
"feng'er, kenapa kau menyerahkan semua nya kepadaku..?" tanya sikakek heran..
"tidak mengapa kek, itu akan lebih berguna buat si kakek. Aku hanya mengambil sebagian koin emas nya saja.." kata yang feng kemudian..
__ADS_1