REINKARNASI DEWA SEMESTA AWAN

REINKARNASI DEWA SEMESTA AWAN
Lorong kesunyian


__ADS_3

Sehabis mengalahkan dan membunuh tujuh orang tersebut, Yang feng memasukkan kembali pedang kesunyian ke cincin ruang milik nya.


Yang feng kemudian ambruk. tubuh nya terkulai lemas, energi nya kini seperti habis terkuras.


Pak tua bersama gadis itu datang menghampiri untuk menolong nya, mereka membopong Yang feng masuk kedalam rumah dan membaringkan nya diatas sebuah ranjang bambu.


gadis itu dengan sabar merawat Yang feng. gadis tersebut selalu berada disamping Yang feng untuk menjaga dan membersihkan keringat yang ada di tubuh nya.


Sudah selama tujuh hari Yang feng dalam keadaan tidak sadarkan diri.


"mei'er, apakah dia masih belum siuman..?" tanya pak tua itu kepada gadis tersebut yang diketahui bernama Li mei


Pak tua tersebut terlihat seperti baru pulang dari berburu didalam hutan, dan membawa tiga ekor kelinci hasil buruan nya.


"Belum kek. sudah tujuh hari ini dia masih belum siuman.." jawab Li mei kepada pak tua tersebut yang ternyata adalah kakek nya..


Li mei merasa cemas melihat kondisi Yang feng yang masih terbaring diatas ranjang.


"hmm.. Aku tidak menyangka kalo dia tidak dapat mengontrol qi nya. dia terlalu memaksakan diri untuk mengeluarkan energi yang cukup besar. Sungguh mengerikan memang kalau mengingat energi yang dikeluarkan nya waktu itu.." kata Si kakek saat memeriksa denyut nadi Yang feng..


"lalu bagaimana dengan keadaan nya sekarang kek..?" tanya Li mei khawatir pada Yang feng..


"denyut nadi nya semakin melemah, aku berharap dia akan baik baik saja.." jawab Si kakek perlahan sambil menarik nafas panjang. wajah cemas terlihat jelas darinya..


Li mei tampak termenung sambil memandangi wajah Yang feng, Li mei merasa sedih dan kasihan melihat kondisi Yang feng saat ini.


"mei'er.. tolong kau rebus kan herbal ini setelah dia sadar, kemudian berikanlah pada nya.." kata Si kakek sambil memberikan bungkusan yang berisi tanaman obat kepada Li mei..


"baik kek.." jawab Li mei pada kakek nya, lalu mengambil bungkusan tersebut..

__ADS_1


Ditempat lain..


"ada dimana lagi ini..?"


"mengapa sangat gelap.!? seperti tidak ada tanda tanda kehidupan disini.."


"mungkinkah aku sudah mati..?"


"seperti inikah lorong reinkarnasi dari manusia semesta fana ini..?" Yang feng berbicara sendiri dengan nada penuh pertanyaan. tetapi tidak tahu kepada siapa dirinya melontarkan pertanyaan tersebut..


Yang feng merasa sangat asing dengan tempat nya berada saat ini.


"jika aku sedang direinkarnasi, bukankah seharusnya aku melayang dan bergerak seperti melakukan perjalanan didalam lorong.!? Lalu kenapa sekarang aku hanya diam ditempat..?" kata Yang feng, yang pernah melakukan perjalanan dalam lorong reinkarnasi..


Sudah selama tujuh hari dirinya berada disana. Semua tampak gelap, bahkan tubuh sendiri pun Yang feng tidak bisa melihat nya.


'clinggg..


Yang feng sudah kenal dengan cahaya tersebut. Yang feng hanya diam sambil menundukkan kepala karena tak sanggup untuk menatap silau nya cahaya itu.


'ah dia lagi..' bathin Yang feng..


"hei bocah.! Apa kau merasa tidak senang aku berada disini..?" cahaya itu bersuara menegur dan bertanya pada Yang feng..


Yang feng cuma diam dan tidak menjawab pertanyaan suara itu.


'celetakk..


Kepala Yang feng kena geplak.

__ADS_1


"Kenapa kau hanya diam dan tidak menjawab ku..?" kata suara itu kepada Yang feng seperti sedang marah..


"kau kasar sekali. Bukankah kepala ku akan tumbuh dengan benjolan semua, jika sering kau geplak..?" kata Yang feng protes..


"itu karena kau bodoh dan suka menggerutu didalam hati mu.." suara cahaya itu lagi..


Yang feng kembali diam dan menundukkan kepala, seperti bocah kecil yang sedang dimarahi orang tua nya.


"apa kau tau sekarang kau berada dimana..?" suara cahaya itu bertanya..


"aku tidak tahu.." jawab Yang feng malas..


"kau sekarang berada didalam lorong kesunyian.." suara cahaya itu singkat..


"kenapa aku bisa berada disini..?" tanya Yang feng serius..


"jiwa mu sengaja kutarik kesini, agar kau dapat merenungi perjalanan mu dan agar otakmu juga tercerahkan.." suara cahaya itu seperti merasa kesal..


"huh.." Yang feng mendengus..


"ketika kau dan teman teman mu dikirim ke tempat yang mereka sebut sebagai fana kecil, itu sebenar nya adalah sebuah dimensi ruang yang dibuat oleh raja naga sejak puluhan ribu tahun yang lalu. sama seperti ruang yang aku ciptakan didalam cincin mu.." suara cahaya itu memberitahu..


"kau sengaja ku pisahkan dari teman teman mu. tubuhmu kubawa ke sebuah maya dimensi, yaitu sebuah daya imajinasi tanpa batas dari mu. kemudian aku kombinasikan dengan semesta dimensi yang ku buat, lalu aku visual kan menjadi sebuah kehidupan seakan itu terlihat nyata.." suara cahaya itu melanjutkan..


"kau akan mengalami perputaran waktu yang cepat disni. Satu minggu berada di semesta fana, disini kau akan sudah mengalami perjalanan waktu selama sepuluh tahun. Disini adalah gambaran waktu yang kelak akan kau alami di semesta fana. dimana kau akan mengalami penuaan dan vitalitas kehidupan yang semakin menurun. kehidupan disini tidak akan kau temukan di semesta fana. tetapi apa yang kau rasakan dan alami pada tubuhmu saat disini, itu akan nyata kau bawa di kehidupan semesta fana nanti.." suara cahaya itu memberi penjelasan..


"disini kau dapat dengan cepat meningkat kan kekuatan mu. segeralah kau bentuk wadah kesadaran mu untuk mengikat jiwa dan energimu, agar kau dapat terlepas dari hukum waktu yang ada disemesta fana. Kitab misteri tiga semesta akan terbuka setiap halaman nya, untuk dapat kau pelajari dalam meningkat kan kekutan mu.." suara dari cahaya itu melanjutkan penjelasan nya..


"lalu bagaimana dengan teman temanku yang berada di fana sana..?" tanya Yang feng..

__ADS_1


"tenang lah, aku akan mengawasi mereka. Setelah waktu nya nanti aku akan mengembalikan mu pada mereka. Sekarang kembalilah ke tubuh mu.." kata dari cahaya itu lagi..


kemudian cahaya tersebut mulai menghilang, jiwa Yang feng pun perlahan seperti terangkat keluar dari lorong gelap tersebut sampai pada sebuah cahaya putih yang terang..


__ADS_2