
Sementara ditempat walikota..terlihat beberapa pendekar tingkat tinggi serta para pengawal dari walikota sedang berkumpul.
"Aku harap kali ini kalian tidak mengalami kegagalan lagi. Aku ingin, secepat nya kalian membawa gadis itu kemari dan membunuh ketiga orang itu.." ucap walikota dengan lantang, ia berpikir jika si kakek juga masih hidup..
"Bagaimanapun caranya, aku tidak mau tau. Itu adalah urusan kalian. karena aku sudah membayar kalian mahal. Apa kalian mengerti..!?" Kata walikota lagi dengan nada penekanan..
'wuzzz..
Tampak Lima orang berkelebat dan muncul dihadapan mereka. Semua pasang mata tertuju kepada lima orang tersebut.
Kelima nya berjalan membelah kerumunan para pendekar serta seluruh pengawal walikota yang ada disana, mereka melangkah mendekati tempat walikota sedang berdiri.
"Tuan walikota.. kami adalah kelompok dari jubah ilusi. Tentu tuan walikota sudah mengetahui tentang kami.." kata salah sorang dari kelompok jubah ilusi yang baru tiba dengan gaya angkuh..
"apa.!? Mereka dari kelompok pembunuh bayaran jubah ilusi yang terkenal kejam itu kah..?" tanya seorang diantara kumpulan para pendekar itu kepada teman nya, merasa terkejut dan dengan suara berbisik..
"pantas saja aura nya terasa sangat mengintimidasi sekali.." ucap yang teman yang lain nya..
"apa hubungan walikota dengan mereka..?" para pendekar yang lebih awal berada disana saling berbisik..
Mereka paham betul tentang desas desus sepak terjang dari kelompok jubah ilusi, yang terkenal sadis dan tak kenal kompromi. Sebagian diantara para pendekar yang berada di daratan itu tidak mau berurusan dengan kelompok tersebut.
"Kami telah mendengar jika keempat orang teman kami. tim muka iblis, telah menuju kemari beberapa waktu yang lalu. Oleh sebab itu kami datang kemari untuk mencari mereka.." lanjut seorang dari kelima nya berbicara dengan suara lantang..
Aura dari kelima orang tersebut sangat mengintimidasi, mereka semua adalah pendekar tingkat tinggi dari kelompok jubah ilusi.
Kelompok pembunuh bayaran dari jubah ilusi, mereka biasa nya bekerja secara tim dalam melakukan aksi mereka.
Salah satu diantara tim mereka adalah, keempat orang yang telah berhasil tewas dibunuh oleh Yang feng. yaitu tim muka iblis.
"maaf lima tuan pendekar. Sebelum nya aku sudah mahal membayar mereka, tapi keempat teman kalian tidak berhasil melakukan pekerjaan nya. keempat teman kalian yang tidak berguna itu kini telah tewas.." ucap walikota dengan nada sinis..
Wajah kelima orang tersebut tampak merah padam menahan amarah, ketika mendengar ucapan walikota yang seakan mengejek kelompok mereka.
__ADS_1
"Apa maksud ucapan mu tuan walikota..!?" Kata seorang lainya dari kelima orang itu, ia nampak geram..
"Cuihh.."
"Saat salah seorang suruhan ku pergi untuk menemui mereka, dia sudah memperingatkan. tapi keempat teman kalian merasa sangat sombong dan terlalu percaya diri dengan kemampuan mereka. Akhir nya mereka pun tewas hanya ditangan seorang bocah.." kata walikota dengan gaya mengejek..
"Omong kosong.." kata salah seorang dari kelimanya lagi dengan suara lantang..
"Apa aku terlihat sebagai seorang yang sedang membual.." ucap walikota lagi..
"Siapa bocah itu. Dimana dia..!?" Ucap mereka merasa geram, dengan aura membunuh yang kuat..
"Aku disini..!!" Terdengar suara tiba tiba, diiringi hembusan angin bertiup kencang dalam sekejap..
"Apa kalian sedang mencari seorang bocah ini.." ucap Yang feng terdengar santai, dan muncul ditengah tengah mereka..
"Siapa kau bocah.!? Mengapa kau ada disini..?" Kata seorang dari kelima nya dengan membentak..
Mereka semua saling menatap satu sama lain, seakan sebuah pertanyaan timbul di kepala mereka.
Kelima orang dari kelompok jubah ilusi tersebut juga merasa bingung. mereka tidak mengerti dengan apa yang dikatakan Yang feng.
sejurus kemudian kelima nya menatap walikota, lalu kembali menatap kearah Yang feng yang ada ditengah tengah mereka.
"Berhentilah untuk bercanda bocah, pergilah dari hadapan kami.." ucap seorang dari kelima nya lagi dengan suara marah..
"Kalian sendiri telah melihat ku disini, lalu apakah kalian percaya jika aku yang sudah melakukan nya..!?" Ucap Yang feng, seakan ingin bermain trik..
Merekapun kembali saling tatap, lalu sejurus kemudian beralih menatap walikota seakan meminta jawaban. mereka merasa tidak yakin jika yang melakukan semua itu adalah Yang feng.
"Dia adalah orang yang telah melakukan semua nya, dia jugalah yang telah membunuh keempat teman kalian.." kata walikota dengan suara lantang, menunjuk kearah Yang feng..
"Kalian dengar sendiri apa yang telah dikatakan tuan walikota ini. apakah kalian masih percaya dengan semua ucapan nya.!? Apakah kalian juga tidak pernah berpikir jika dialah yang telah membunuh teman teman kalian..!?" Ucap Yang feng lagi..
__ADS_1
Kini kelima orang dari kelompok jubah ilusi menatap tajam kepada sang walikota, laksana gerombolan serigala buas yang siap menerkam mangsa nya.
"Tutup mulut mu bocah laknat, berhentilah untuk mencoba memprovokasi mereka dengan cara memfitnah ku.." bentak walikota sangat geram..
"Hahh.."
"Aku hanya memastikan pendapat mereka, tapi mereka saja tidak yakin jika seorang bocah seperti diriku telah membunuh teman teman mereka.." ucap Yang feng dengan senyum jahat nya..
"kalian cepat habisi bocah ini..!" perintah walikota pada para pendekar yang sebelum nya sudah ia bayar..
Mereka para pendekar mulai ingin menyerang Yang feng, tapi saat mereka ingin melangkah maju...
"apa kalian pantas disebut sebagai pendekar. bila hanya berani menekan dan melimpahkan segala kesalahan dari nya, kepada seorang bocah..!?" terdengar lagi suara salah seorang dari kelompok jubah ilusi dengan suara lantang dan tangan menunjuk kearah walikota..
mereka menghentikan langkah, dan saling menatap satu sama lain sesama pendekar yang telah dibayar walikota tersebut.
"apalagi yang kalian tunggu.!? Bukankah aku sudah membayar kalian untuk membunuh nya..?" ucap walikota geram melihat para pendekar bayaran nya..
Mereka para pendekar suruhan walikota, kemudian bergerak bersamaan untuk menyerang Yang feng. Walaupun sempat terbersit rasa malu karena cuma membunuh seorang bocah.
Akhir nya mereka berpikir siapa pun itu yang akan mereka habisi, yang penting buat mereka adalah menerima bayaran nya. Justru akan lebih memudahkan pekerjaan mereka jika hanya membunuh seorang bocah.
'woazz
'bomm..
Tiba tiba sapuan gelombang energi yang kuat menghantam para pendekar bayaran walikota.
"siapa pun itu jika berani menyerang nya, kalian harus berhadapan dengan kami.." kata seorang yang telah mengeluarkan gelombang energi qi dari kelompok jubah ilusi, ia berada ditahap pendekar kaisar tingkat empat..
Semua para pendekar bayaran walikota terdiam sesaat. Sebagian dari para pendekar yang belum mengetahui tentang kelompok jubah ilusi merasa tidak perduli, mereka mulai kembali menyerang.
Para pendekar bayaran walikota yang berjumlah tiga belas orang itu pun kini melakukan serangan bersama sama untuk melawan kelompok jubah ilusi, hingga pertempuran pun terjadi dan berlangsung sengit..
__ADS_1