
Yang feng pun kini sudah kembali dan tiba ditempat Xia san serta Cang yuan yang telah lama menuggu nya.
"maaf jika kalian terlalu lama menunggu.." kata Yang feng, saat baru saja tiba..
"mengapa kau lama sekali.!? Aku pikir kau tidak akan kembali.!" ucap Cang yuan, dengan wajah cemberut akibat menahan lapar..
Yang feng cuek seolah tidak mendengarkan ocehan Cang yuan, ia kemudian mengeluarkan seekor beruang yang ada di cincin ruang nya.
'bruk..
suara dari tubuh beruang ketika Yang feng menjatuhkan nya ketanah.
Xia san dan Cang yuan terkejut melihat seekor beruang yang tampak menyeramkan berada di depan mereka. dengan tubuh nya yang sangat besar serta bulu berwarna merah juga sudah tidak memiliki kepala, membuat mereka berdua merasa mual.
"saudara feng. Apa ini.!?" tanya Xia san..
"buat santapan kita malam ini.." kata Yang feng singkat..
"apa.!?" pekik mereka berdua bersamaan dengan mata melotot, Xia san dan Cang yuan lebih terkejut lagi saat mendengar yang dikatakan Yang feng..
Yang feng menatap Xia san dan Cang yuan yang memekik secara bersamaan.
"kenapa. apa kalian tidak suka.!?" tanya Yang feng..
" ah.. Kau jangan bercanda. Masa kita harus makan daging binatang seperti ini.!? Lihatlah dia terlihat jelek sekali..!" ucap Cang yuan merasa jijik..
"jika kalian tidak suka ya sudah, biar aku sendiri saja yang memakan nya.." kata Yang feng acuh, lalu mengeluarkan pedang merah dan berniat membelah tubuh beruang tersebut..
Yang feng segera mengalirkan qi kemudian menghentakkan kaki nya ketanah. beruang itu pun kini terangkat dan melayang di udara.
dengan gerakan yang sangat cepat, Yang feng melompat lalu menebaskan pedang merah nya.
'slazzz..
'slazzz..
Tubuh besar beruang itu terbelah dengan sempurna di udara menjadi beberapa bagian.
'bukkk..
'bukkk..
tubuh besar itu kini berubah menjadi tumpukan daging yang sudah terpotong menjadi beberapa bagian dan siap diolah.
__ADS_1
Yang feng mengambil beberapa potong daging lalu menusuk nya pada sebuah ranting, kemudian ia membakar potongan daging tersebut kedalam api yang sudah dinyalakan oleh Xia san dan Cang yuan sebelumnya.
"hemm.. harum sekali daging beruang ini.." ucap Yang feng, sambil mendekat kan posisi hidung pada daging bakar yang sudah matang ditangan nya.
Yang feng pun segera memakan daging beruang bakar tersebut dengan sangat lahap.
'glekkk..
'glekk..
Xia san dan Cang yuan menelan ludah menyaksikan Yang feng yang begitu lahap.
"kalian yakin tidak mau..?" tanya Yang feng sambil terus memakan daging bakar yang ada ditangan nya, seperti sedang menggoda Xia san dan Cang yuan..
'kriukk..
'kriukk..
Terdengar suara perut Xia san dan Cang yuan, menandakan perut mereka sedang lapar.
"dengar lah perut kalian. Apa kalian lebih baik menahan lapar.!?" ucap Yang feng lagi memanas manasi mereka berdua..
Cang yuan pun sudah tidak tahan dengan godaan ketika melihat Yang feng begitu menikmati daging bakar tersebut. ia kemudian merampas daging bakar yang ada ditangan Yang feng yang tinggal sedikit lagi lalu memakan nya.
"hei.. Apa yang kau lakukan.!? Kembalikan padaku.." seru Yang feng, ia terkejut melihat kelakuan Cang yuan..
Yang feng hanya menggelengkan kepala melihat kelakuan Cang yuan, lalu mengambil beberapa potong daging lagi dan membakar nya.
Xia san pun ikut menggeleng melihat kelakuan Cang yuan, ia tidak menyangka jika Cang yuan begitu berani merampas daging milik Yang feng.
"ckk..ckk..ckk.." decak Xia san..
Xia san akhir nya mengambil beberapa potong daging beruang dan membakar nya. ia ikut terpengaruh ketika melihat Cang yuan dengan begitu lahap memakan daging yang dirampas nya dari Yang feng.
Aroma harum pun kembali tercium oleh hidung Cang yuan, membuat ia kembali menelan ludah.
Tak mau tinggal diam, Cang yuan segera mengambil beberapa potong daging dan ingin membakar nya.
"ini sudah aku bakar kan untuk mu.." ucap Yang feng..
Cang yuan menatap Yang feng cukup lama, ia tidak menyangka jika Yang feng yang dianggap nya aneh ternyata bisa bersikap baik pada nya.
"kenapa kau terus menatapku.!? Apa aku terlalu tampan.?" ucap Yang feng yang terus melakukan kegiatan nya tanpa membalas menatap Cang yuan.
__ADS_1
"uhukkk.." Xia san tersedak daging yang dimakan nya..
"huek.." Cang yuan pun ingin muntah mendengar ucapan Yang feng yang terlalu memuji dirinya, mereka berdua tidak mengira kalau Yang feng memiliki kepercayaan diri yang begitu tinggi..
Namun Yang feng tidak memperdulikan reaksi dari Xia san dan Cang yuan, ia masih tetap asik dengan kegiatan nya.
"ini sudah matang. Ambillah.." kata Yang feng sambil memberikan satu tusuk daging matang yang selesai ia dibakar kepada Cang yuan..
"hem.. Harum sekali.." gumam Cang yuan sambil mencium aroma daging yang diberikan Yang feng..
"terima kasih ya.." ucap Cang yuan kepada Yang feng, dengan tersenyum yang dibuat semanis mungkin..
Yang feng hanya diam tidak merespon ucapan Cang yuan.
"huhh.." dengus Cang yuan dengan memonyongkan bibir nya..
Cang yuan pun segera melahap daging bakar yang ada ditangan nya dengan rakus.
Yang feng dan Xia san terperangah melihat Cang yuan yang begitu rakus menyantap daging beruang bakar tersebut.
"bukan kah awal nya kau bilang tidak mau.!? Lalu mengapa kau sangat rakus memakan nya..?" ucap Yang feng berkata pada Cang yuan..
"hoh.. Iya. tadi karena aku belum mengetahui rasanya dan ternyata enak.." kata Cang yuan sedikit malu..
Cang yuan lalu melanjutkan memakan daging bakar yang ada ditangan nya hingga tidak ada yang tersisa.
"ahh.. Kenyang sekali..!" seru Cang yuan sambil memegang perut nya..
Yang feng dan Xia san menggelengkan kepala melihat tingkah Cang yuan.
"itu ada beberapa potong lagi, kenapa tidak kau habiskan.!?" kata Yang feng, menunjuk daging yang masih mentah..
"aku sudah kenyang, perutku sudah tidak muat lagi.." kata Cang yuan, ia merasa kekenyangan..
"saudara San, saudara Feng. Aku beristirahat lebih dulu.." kata Cang yuan merasa ngantuk akibat kekenyangan..
lalu Cang yuan masuk kedalam celah bukit tersebut dan tidur diatas salah satu batu besar yang ada disana.
"saudara San. sebaik nya kau juga beristirahatlah.." kata Yang feng..
"lalu bagaimana dengan mu.!? Apa kau tidak beristirahat..?" tanya Xia san..
"biar aku beristirahat diluar saja sekalian untuk berjaga.." ucap Yang feng..
__ADS_1
"baiklah jika begitu, aku beristirahat dulu.." lalu Xia san masuk dan tidur di batu yang lain..
setelah Xia san dan Cang yuan masuk untuk beristirahat, Yang feng pun mengeluarkan inti kehidupan dari beruang yang didapatnya ia segera duduk untuk menyerap inti kehidupan binatang spritual tersebut lalu melakukan kultivasi.