
Sehabis membunuh ketiga orang suruhan walikota, Yang feng dan sikakek mencari tempat yang aman untuk memulihkan diri.
"kek, ambil lah ini untuk mengobati luka dalam kakek.." Yang feng memberikan beberapa buah warna merah sebesar kelereng, yang dipetik dari tumbuhan obat sewaktu dirinya berada dihutan misteri..
Mata sikakek berbinar melihat buah dari tumbuhan obat langka yang diberikan Yang feng pada nya.
"feng'er.. darimana kau mendapatkan buah obat langka seperti ini..?" tanya sikakek..
Sikakek sangat senang, dirinya belum pernah melihat buah semacam itu tapi pernah mendengar tentang khasiat nya.
"itu aku dapatkan ketika aku tersesat dihutan misteri.." jawab Yang feng..
Sikakek yang merasa asing tentang hutan misteri, hanya mengangguk tak mengerti dengan apa yang dikatakan Yang feng.
"lalu bagaiman cara memanfaat kan nya, bukankah harus direbus atau dibuatkan pil terlebih dahulu..?" tanya sikakek cara menggunakan tanaman obat tersebut..
"buah obat ini dapat dimakan mentah tanpa harus di olah terlebih dahulu, walaupun memang inti pati nya akan terserap lebih besar saat sudah direbus atau di olah menjadi pil.." jawab Yang feng menjelaskan..
Sikakek lalu memasukkan dua buah obat tersebut ke mulut nya, dan menyimpan beberapa buah yang lain kedalam cincin ruang milik nya.
sikakek juga Yang feng kemudian duduk sila untuk menyerap inti pati dari buah obat itu.
"uhukk.."
Sikakek memuntahkan darah kental dari mulut nya setelah hampir setengah jam menyerap buah obat tersebut.
'sungguh luar biasa..' bathin si kakek, takjub dengan khasiat obat yang telah dirasakan nya.
Setelah tubuh nya merasa lebih baik, sikakek kemudian melanjutkan dengan mengatur napas untuk melakukan kultivasi.
Sementara itu..
Si paman Zhang yong dan Li mei saat ini sudah hampir sampai di rumah, mereka tidak dapat berlari dengan cepat karena Li mei tidak bisa kultivasi.
__ADS_1
"paman.. bagaimana nanti dengan keadaan mereka.!? apa mereka sanggup untuk melawan orang orang suruhan walikota..?" tanya Li mei, khawatir akan posisi sikakek dan Yang feng jika dikeroyok oleh orang orang pendekar tingkat tinggi suruhan walikota..
Zhang yong menghentikan langkah nya dan menghela napas panjang, kemudian menatap Li mei lekat.
"mei'er..yang terpenting sekarang kau baik baik saja. Aku yakin mereka dapat menghadapi situasi nya, paling tidak mereka dapat menyelamatkan diri setelah merasa cukup mengulur waktu.." kata Zhang yong, yang juga cemas memikirkan sikakek dan Yang feng..
"mei'er.. Kita sudah berada dekat dari rumah, aku yakin tidak ada lagi yang akan mengganggu mu dijalan.." Zhang yong diam sesaat, seakan ragu meneruskan ucapan nya..
"sebaiknya kau pergilah sendiri dan temuilah bibi mu agar membawamu untuk bersembunyi, paman akan kembali untuk menemui kakek mu.." lanjut Zhang yong kemudian dengan sedikit ragu..
Zhang yong menyuruh Li mei pulang sendiri juga karena dirinya merasa khawatir dengan keadaan Si kakek dan Yang feng, Zhang bermaksud untuk kembali ketempat dimana dirinya meninggalkan sikakek dan Yang feng berada.
"baiklah paman..biarkan aku pergi sendiri.." ucap Li mei, setuju dengan keputusan paman nya..
"kau berhati hatilah dijalan.." zhang yong mengingat kan Li mei..
Li mei mengangguk, kemudian dirinya melangkah pergi meninggalkan paman nya.
Setelah Li mei pergi dan hilang dari pandangan mata si paman, paman Zhang yong juga melesat dengan cepat untuk kembali menemui sikakek dan Yang feng.
"Dimana mereka, mengapa mereka belum kembali juga.." ucap walikota sambil mondar mandir disekitar kursi kebanggaan dan didepan para pengawal nya..
"apakah setiap orang yang ku suruh tidak pernah untuk kembali..!?"
"kenapa mereka tidak pernah becus cuma untuk menghadapi pendekar yang berada dibawah mereka..!?" walikota marah marah didepan para pengawal nya..
Semua pengawal nya hanya diam menundukkan kepala, mereka tidak ada yang berani menjawab.
"percuma aku membayar mereka mahal, jika cuma menangkap orang seperti itu saja tidak mampu.." kata walikota lagi didepan pengawal pengawal nya..
"Long gor. Kau temui lah kelompok jubah ilusi, suruh mereka untuk membunuh tiga orang yang datang mengacau tempo hari dan membawa Li mei kemari. Aku akan membayar mereka mahal jika mampu menyelesaikan pekerjaan mereka.." perintah walikota pada seorang suruhan nya bernama Long gor..
"baik tuan.." jawab Long gor, lalu pergi meninggalkan kediaman walikota tersebut..
__ADS_1
Setelah cukup lama Long gor mencari tau keberadaan kelompok jubah ilusi, akhirnya dirinya berhasil menemukan salah satu tempat kelompok tersebut.
Jubah ilusi adalah sebuah kelompok pembunuh bayaran yang memiliki beberapa cabang dan mempunyai banyak anggota.
Walaupun kelompok mereka terbilang cukup besar, namun keberadaan serta markas mereka sangatlah tersembunyi.
jubah ilusi juga merupakan kelompok yang sangat kejam dalam melakukan setiap aksinya, sehingga ditakuti oleh orang orang yang bersinggungan langsung dengan mereka.
"sudah cukup lama aku mencari keberadaan kalian, akhirnya aku berhasil bertemu dengan tuan tuan ini.." kata Long gor, setelah bertemu dengan orang orang kelompok jubah ilusi..
"apa tujuan mu mencari kami.." kata salah satu orang berjubah merah, dengan sedikit membentak..
disana ada empat orang dengan berjubah yang sama, mereka waspada dengan kehadiran Long gor yang mengatakan telah lama mencari keberadaan mereka.
"hoh.. Aku harap tuan tuan dapat Tenang dulu.." kata Long gor, menenangkan mereka berempat..
"begini tuan tuan.. Aku mendapatkan perintah dari walikota untuk menemui kelompok kalian. walikota meminta kalian untuk membunuh tiga orang yang telah mengacaukan acara pernikahan dari putra walikota, dan membawa kembali gadis calon istri putra walikota yang dibawa oleh mereka.."
"walikota akan membayar kalian mahal jika kalian berhasil menyelesaikan pekerjaan kalian.." kata Long gor panjang kali lebar..
"darimana dia tahu tentang kami.." kata salah satu dari empat orang kelompok jubah ilusi..
"kalau masalah itu aku tidak tahu. aku hanya diberitahu nama dari kelompok kalian, dan diperintahkan untuk mencari lalu menemui kelompok kalian.." kata Long gor, yang memang sebelum nya belum pernah mendengar tentang kelompok jubah ilusi..
" baiklah kalau begitu.. kau katakan pada kami, yang mana orang orang yang akan kami bunuh juga gadis yang akan kami bawa.." kata orang orang dari kelompok jubah ilusi..
Kemudian Long gor pun memberikan keterangan secara detail, tentang orang orang yang akan menjadi pekerjaan kelompok jubah ilusi tersebut.
"apakah kalian hanya berempat yang akan pergi..?" tanya Long gor, merasa ragu jika mereka hanya berempat..
"apa kau meragukan kami..?" kata salah seorang dari jubah ilusi dengan tatapan yang dingin..
"ti..tidakk.." Long gor menjawab terbata bata..
__ADS_1
Setelah dirasa cukup mendapatkan informasi dari Long gor tentang orang orang yang akan mereka bunuh, keempat orang kelompok jubah ilusi pun segera pergi untuk melaksanakan pekerjaan nya.