Rising Sun

Rising Sun
38


__ADS_3

Gererou baru saja pergi dengan Bibi Sheira menggunakan Taxi. Rencananya Mereka akan berganti-ganti taxi untuk menghilangkan jejak. Sebenarnya Aku tidak mengerti kenapa Pangeran berpikir Raymond mempunyai niat yang kurang baik. Bukankah hal yang wajar jika dalam profesi Dia...Dia memiliki kecurigaan seperti itu.


Namun, Aku berpikir kembali. Pangeran bukanlah orang yang akan mencurigai orang lain tanpa alasan. Dia juga bukan tipe yang gelap mata hanya karena cemburu. Semakin ke sini Dia semakin berhati-hati untuk melangkah atau bertindak. Sepertinya pengalaman masa lalu menjadikan Dia banyak berubah. Meskipun pada kenyataannya sifat menjengkelkan dan cemburu mendarah daging dalam tubuhnya.


Aku sedang memasak sementara Pangeran memandikan Gererou ketika tanpa sengaja Aku melihat tayangan di televisi. Berita mengenai diriku. Semua menyorot kehamilanku dan sosok Pangeran Riana. Aku mendesah kenapa Mereka sangat tertarik akan berita mengenai diriku. Bukankah Aku sudah lama berhenti sebagai seorang artis. Panggung dan sorot lampu bukan lagi duniaku. Aku mengambil remote di atas meja. Alih-alih mematikan televisi Aku malah mengubah chanelnya. Saat itu pandangan mataku tertuju pada satu sosok yang kukenal. Berita mengenai Sebuah acara kemiliteran, Mungkin serah terima jabatan seorang Jendral. Ada Raymond di sana. Berdiri di belakang seorang Jendral. Di sebelahnya Ada sosok gadis yang sangat cantik. Gadis itu tampak berusaha terlihat dekat dengan Raymond. Namun alih-alih merespon. Raymond menyilangkan kedua tangannya di belakang. Bersikap seolah tidak ada gadis itu di dekatnya. Dia berdiri seperti seorang Prajurit yang tangguh. Apa yang terjadi selama beberapa tahun ini ?.


Dalam ingatanku Dia sosok dengan ukuran tubuh normal khas remaja yang senang bermain basket. Tidak terlalu modern tapi juga tidak kuno. Dia pintar dalam pelajaran. Selalu meraih juara kelas. Sosok manis dan populer. Sekarang...Dia sudah berubah. Menjadi seorang laki-laki dengan postur tegap dan berotot. Setiap gerakannya memancarkan kekuatan tubuhnya. Dia yang sekarang berbanding terbalik dengan Dia yang dulu.


Tapi bukan itu yang membuatku tercekat. Aku menekan tombol pause pada remote. Tanganku bergetar. Aku tidak percaya dengan apa yang kulihat. Tapi Aku sangat sadar. Aku tidak bermimpi.


Seorang Pria berdiri di sisi lain dari gadis itu. Senyumnya penuh percaya diri. Kulitnya kecoklatan terbungkus rapi dengan setelan jas mewah yang dikenakan. Ada goresan luka di dagu kirinya yang tidak pernah hilang semenjak Dia mendapatkannya beberapa tahun lalu. Aku tahu persis luka itu pasti akibat hantaman kepalan tangan Pangeran Riana. Cincin yang dikenakan Pangeran menggores wajahnya saat Mereka berkelahi.


Aku tidak mungkin salah. Aku berada di sana saat perkelahian itu terjadi. Saat Pangeran datang menyelamatkanku yang nyaris di perkosa olehnya.

__ADS_1


"Apa yang terjadi ?"


Suara Pangeran Riana membuyarkan lamunanku. Aku menoleh. Menatap Pangeran dengan wajah kebingungan. Pangeran yang mengendong Nara langsung menghampiriku. Tercium wangi sabun saat Mereka berdua mendekat. Nara sudah memakai pakaian yang rapi dengan rambut disisir menyamping. Pangeran melakukan tugasnya dengan baik.


"Ada apa Yuki" Tanya Pangeran lagi kali ini lebih tegas.


Aku menunjuk ke layar televisi. Pangeran mengikuti arah jariku. Dia terdiam saat mengenali sosok di layar televisi.


Malam ini hujan cukup deras. Petir mengelegar. Di luar sana terdengar cukup jelas ombak yang menghantam karang. Aku berbaring di atas tempat tidur. Sementara Nara sudah mendengkur di sampingku. Pangeran berada di sisiku yang lain. Menonton berita di televisi.


Jelas sudah misteri menghilangnya Rafael saat pertempuran antara Argueda dan Rasyamsah sekarang terungkap. Rafael menyuruh pendeta suci kerajaan untuk mengirimnya ke dimensi lain saat Rasyamsah mulai terdesak di pertempuran itu. Karenanya Pasukan Pangeran Sera tidak pernah menemukannya di manapun. Memang tidak semua pendeta bisa melakukannya. Tapi Negeri Rasyamsah memiliki salah satu yang mempunyai kekuatan seperti itu. Dan entah bagaimana takdir mempermaikan Kami. Dia terdampar di duniaku. Lalu bagaimana selanjutnya Aku masih belum jelas. Dia mengenal Raymond.


Apakah Karena itu Raymond bertindak cepat dengan menyelidiki sosok Pangeran Riana setelah mengetahui kedatangan Kami. Apakah Rafael berada di balik ini semua ?. Berbagai pertanyaan terus bermunculan di kepalaku. Jika begini jelas sekali, Kami dalam bahaya. Aku melihat jelas posisi Rafael. Tampaknya Dia mendapatkan posisi yang bagus sehingga bisa berada di tempat terhormat ketika ada acara kemiliteran seperti tadi.

__ADS_1


Kami tidak mempunyai kekuatan apapun di sini. Di dunia ini Kami hanya warga biasa yang tidak memiliki power apapun seperti saat berada di dunia sana. Aku sangat mengenal sifat Rafael. Dia pasti tidak akan melewatkan kesempatan ini untuk membalas dendam. Sekarang bukan hanya Aku saja. Tapi Bibi dan Phil juga dalam bahaya. Bagaimana caranya Kami bisa melindungi Mereka semua.


Pangeran meletakkan tangannya di kepalaku. Mengusapnya lembut seperti berusaha menenangkanku. Pandangan matanya lurus ke depan. Dia juga sedang berpikir. Tapi Pangeran jauh lebih tenang tidak sepertiku.


"Apa yang sekarang harus kita lakukan ?" Bisikku kelu. "Kita tidak bisa kembali ke dunia sana seenaknya sendiri. Aku khawatir Rafael akan menyakiti Bibi dan Phil jika Dia tidak mendapatkan kita"


"Percayalah padaku. Semua akan baik-baik saja"


"Apakah Pangeran juga berpikir Raymond bertindak sejauh ini karena pengaruh dari Rafael ?" Tanyaku lagi setelah Kami terdiam cukup lama dengan pikiran masing-masing.


"Aku cukup yakin dengan hal itu. ******** itu pasti melihat berita mengenai Kita"


"Sekarang apa yang harus kita lakukan ?"

__ADS_1


__ADS_2