Rising Sun

Rising Sun
39


__ADS_3

Aku baru saja selesai merapikan rumput-rumput di halaman samping. Sudah dua minggu berlalu. Pangeran membuat kebun kecil di pekarangan samping dan belakang. Meski rumah ini kecil tapi memiliki perkarangan yang cukup luas. tiga mobil bisa terpakir berjajar di sepanjang sisi rumah. Aku memperhatikan bibit sayur yang Aku tanam seminggu yang lalu. Bergoyang tertiup angin. Sebentar lagi perkiraan kelahiranku. Tapi Kami tidak bisa pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan kandungan. Berita mengenai diriku masih saja menghias layar kaca dengan gosip-gosip yang semakin tidak benar.


Aku menghela nafas. Sudah satu minggu Bibi Sheira dan Phil pergi mengungsi. Mereka keluar negeri. Melarikan diri dari kejaran wartawan. Aku tidak bisa berkomunikasi dengan Mereka. Gererou yang saat ini masih aman tidak terekpos, menyamar dengan bekerja di sebuah minimarket tak jauh dari rumah ini. Dia tinggal di sebuah apartement kecil. Beruntung sebelum Phil pergi, Semua surat-surat yang Kami butuhkan sudah jadi. Namun tetap saja Kami harus berhati-hati. Raymond masih belum menyerah. Dia mencarj Kami. Dan perasaanku mengatakan begitu juga Rafael.


Satu hal yang membuatku terkejut adalah Pangeran Riana mengatakan Phil bukan sosok seperti yang Aku kira. Dia punya sisi kelam. Jika dunia ini adalah hitam dan putih. Maka phil adalah salah satu orang yang berada di keduanya. Tak heran Dia bisa mendapatkan surat-surat ini dengan cepat.


Kematian anaknya bukan karena kecelakaan biasa. Beruntung bibi Sheira tidak pernah mengetahui hal itu.


Sepasang tangan memelukku dari belakang. Pangeran Riana hanya mengenakan celana jeans. Keringat menetes di tubuhnya. "Wajahmu sama sekali tidak enak dilihat Yuki"


Aku menghela nafas.


"Bagaimana Nara"


"Dia sedang tidur. Apa yang Kau pikirkan ?"

__ADS_1


"Pangeran, Apakah Kau tidak lelah mengikutiku seperti ini ?. Sepertinya Aku membawa bahaya kemanapun Aku pergi"


"Bukan Kau"


"Apa ?"


"Menjadi bagian kerajaan, Kita harus siap setiap waktu akan bahaya. Jika Aku tidak membawamu ke dalam negeriku waktu itu. Membiarkanmu berada disini. Hidupmu pastilah lebih mudah. Kau akan hidup normal seperti umumnya"


Aku terdiam sesaat, merenungi perkatan Pangeran. Jika Aku tidak datang kedunia itu. Mungkin saja kehidupanku lebih baik sekarang.


Pangeran tersenyum. Dia memelukku semakin erat. "Akan banyak kesedihan yang akan kita alami ke depannya. Tapi percayalah semua itu untuk anak anak kita"


Mungkin maksudnya Aku harus berpisah dengan anak ini. Bisa jadi lebih cepat daripada rencana.


"Tapi sebelum itu. Aku akan selesaikan urusan dengan Rafael. Aku tidak mau Dia membahayakan anak ini di kemudian hari. Dan besar kemungkinan Aku akan menghadapi Raymond"

__ADS_1


"Raymond" Kataku terkejut. Aku tidak pernah membayangkan Pangeran akan berhadapan dengan Raymond. Di sini bukanlah dunia sana yang Dia bisa bebas membunuh orang. Dunia ini memiliki hukum tersendiri.


"Sera memberiku wanita yang memang kuinginkan menjadi Ratuku. Aku harus membalas kebaikannya dengan memberi anaknya perlindungan. Dia akan menjadi Pejuang. Merebut kembali tahtah ayahnya dan menyelamatkan negerinya"


"Apa yang harus kulakukan ?"


"Kau adalah Ciel. Kau bisa berdoa agar semua selesai tanpa perlu terjadi hal yang lebih buruk" Jawab Pangeran tegas membuatku terdiam.


Pangeran selain membuat kebun. Dia juga berlatih menggunakan senjata. Aku tidak menyangka didalam rumah ada tangga rahasia yang menuju ke lantai bawah tanah. Pangeran mengubahnya menjadi tempat berlatih menembak. Dia memiliki kecerdasan yang tinggi. Mampu menyesuaikan dirinya di lingkungan yang baru dengan cepat. Sikapnya saat bergerak jelas menunjukan bahwa Dia adalah seorang pertarung. Apakah sikap itu juga dilihat Raymond dengan jelas. Aku bisa melihat sikap Raymond saat melihat Pangeran. Seperti dua ayam jago yang sedang menimbang lawannya sebelum bertarung.


Aku menghela nafas. Aku sudah cukup menghadapi dua persaingan selama ini dan Aku tidak ingin ada persaingan apapun. Aku tidak bisa memungkiri bahwa Raymond terikat padaku. Karena Aku Ciel. Aku benci hal seperti ini.


Aku baru saja menjemur pakaian ketika Aku merasakan perutku semakin terasa tidak enak. Apakah Aku akan melahirkan. Aku mencoba berjalan menuju teras samping. Aku memang sudah merasakan sakit sembari dini hari tadi. Namun Aku membohongi diriku bahwa ini belum waktunya. Tapi pada kenyataannya rasa sakit ini semakin lama semakin intens. Aku pernah melahirkan sebelumnya. Pengalamanku dan dari buku yang kubaca akhir-akhir ini kelahiran kedua akan jauh lebih cepat daripada kelahiran pertama.


Tapi, Tidak ada siapapun disini selain Pangeran dan Gererou. Aku tidak mempertimbangkan Nara. Dia mungkin malah akan jadi cemas dan ketakutan saat melihatku nanti. Bibi Sheira yang rencananya akan membantu proses persalinanku masih berada entah dimana. Mengecoh Raymond yang masih terus berusaha mencari keberadaanku. Dari Pangeran Aku tahu Rafael ternyata memiliki bisnis gelap. Pelacuran, Judi dan besar juga narkoba. Namun Dia menutupinya dengan baik sebagai label seorang pengusaha bersih yang senang memberikan santunan. Dia juga dekat dengan beberapa jendral. Dalam beberapa tahun ini tampaknya Dia bahkan menancapkan benderanya didunia politik.

__ADS_1


Sungguh suatu prestasi yang berat untuk Kami lawan saat ini. Rafael ditemukan oleh seorang jendral yang saat itu sedang berada diperjalanan ketika berada di jalur jalan yang melewati hutan. Semenjak saat itu Dia bekerja pada jendral itu. Dan dalam waktu sekejap mendapat kepercayaan penuh bahkan jendral itu menikahkan putri semata wayangnya dengan Rafael.


__ADS_2