Rumah Tanggaku Hancur Ditangan Sahabatku

Rumah Tanggaku Hancur Ditangan Sahabatku
bab 16 ~ Gugurkan itu ~


__ADS_3

Aditia sangat kaget mendengar ucapan Salsa,Ucapan Salsa bagai petir di siang hari,hidupnya sekarang benar-benar hancur,dia hampir saja terjatuh kalau dia tidak memegangi dinding,dia begitu syok mendengar kabar itu.


"Salsa kamu taukan aku sudah punya istri,bahkan kamu juga tau kalau aku sangat mencintai istriku,dan tidak mungkin dan kamu bisa bersatu,karena aku sudah menikah dan aku juga tidak menyukaimu sedikit pun,jadi aku mohon kepadamu tolong gugurkan janin itu sebelum perutmu benar-benar membesar." Ucap Aditia,dia duduk di sopa,dia merasa tubuhnya begitu lemas bahkan dia seperti orang yang tidak punya tenaga sedikitpun.


"Tidak mas,aku tidak akan mengugurkan janin ini,kamu harus bertanggung jawab,nikahi aku mas,aku tidak mau punya anak tanpa papa,aku tidak mungkin membunuh darah dagingnya sendiri.


"Plak..." Tiba-tiba Aditia berdiri lalu mendekati Salsa dan melayangkan tamparan keras ke wajah Salsa,dia memegangi wajahnya yang panas karena tamparan begitu keras mendarat di wajahnya.


"Kamu sudah gila atau kamu sedang bermimpi,aku sedang membangunkan mu agar kamu sadar dari mimpi mu,dasar ular berkepala dua,ingat ya kamu sendiri ya sudah melempar tubuhmu kepadaku,bahkan kamu yang sudah menjebak ku sampai aku khilaf seperti ini,dasar ******." Maki Aditia.Air mata Salsa jatuh di wajahnya,dia tidak menyangka Aditia sanggup berbuat kasar kepadanya,sangat jauh berbeda dia memperlakukan dirinya dan Amanda.


"Aku akan bunuh diri jika kamu tidak menikahi ku mas,dan aku akan membongkar semua ini kepada Amanda,aku tidak mau kamu membedakan antara aku dengan Amanda dan juga anakmu itu,anakku juga suatu saat akan menjadi manusia kamu harus memperlakukan mereka sama." Ucap Salsa membuat Aditia semakin geram kepada Salsa.


"Kamu sudah gila ya,bagaimana bisa aku menganggap kalian sama,aku tidak mencintaimu dan juga aku tidak punya niat untuk mengkhianati pernikahanku dengan Amanda,jangan banyak bermimpi kamu,lebih baik kamu kembali menjadi TKW,sepertinya kamu sudah biasa menjual tubuhmu kepada sembarang lelaki."Ucap Aditia membuat Salsa semakin sedih.


"Pokoknya mulai hari ini aku katakan ke padamu jangan pernah muncul lagi di hadapanku,dan kamu juga harus menghapus nomorku dari ponsel mu,jika kamu masih menanggung ketenangan keluargaku,aku tidak segan-segan untuk melenyapkan mu dari muka bumi ini."Ancam Aditia lalu keluar dari dalam kamar meninggalkan Salsa yang masih duduk di pinggiran Ranjang,dia memegangi perutnya yang masih rata.


"Sayang tenang saja,aku tidak akan membiarkan mereka hidup tenang jika pria itu tidak mengakui mu,lihat saja mama akan menuntut keadilan untukmu " Ucap Salsa lalu menyeka air mata yang membasahi wajahnya.


****

__ADS_1


Sudah seminggu berlalu setelah kejadian itu,Aditia tidak pernah mengunjungi Salsa lagi,bahkan dia memblokir nomor Salsa dari ponselnya.


Sementara itu Amanda secara perlahan kesehatan Amanda mulai membaik dan wajahnya kembali di hiasi oleh senyumannya seperti biasa.


Pagi-pagi sekali Salsa sudah berdiri jauh di depan rumah Amanda,dia ingin bertemu dengan Aditia karena sudah seminggu ini dia tidak bisa menghubungi nomor Aditia dia begitu kesal dan marah.


Beberapa orang yang sedang lewat merasa heran melihat penampilan Salsa yang memakai jaket hitam,topi dan juga masker,mereka mengira kalau Salsa adalah orang yang sangat mencurigakan.


Saat mobil Aditia keluar dari dalam halaman rumah Amanda,Salsa langsung masuk kedalam taksi online yang sudah dipesannya beberapa menit yang lalu.


"Pak,ikuti mobil itu." Ucap Salsa,dia terpaksa melakukan ini kepada Aditia,sebelum dia menemui Amanda,jika memang Aditia tetap mengabaikannya dia sudah berencana untuk membongkar hubungannya kepada Amanda istri yang begitu dicintai Aditia.


Sebenarnya dia sangat cemburu,kepada Amanda karena pria itu sangat menakuti istrinya dan juga sangat mencintai anaknya,sementara untuknya sendiri,bahkan Aditia sanggup menyuruhnya untuk menggugurkan janin yang ada di rahimnya.Salsa mencengkram ujung jaket yang dia kenakan,dia begitu dendam mengingat semua ucapan Aditia saat terakhir pertemuan mereka.


Saat akan menaiki lift Salsa berlari mengikuti Aditia,walaupun kesal,Aditia mengabaikan kehadiran Salsa,dia tidak tau kalau itu Salsa,mungkin karena Salsa memakai masker makanya Aditia tidak mengenalinya.


Setelah Liftnya berhenti Aditia keluar,begitu juga dengan Salsa membuat Aditia curiga kepada orang yang mengikutinya.


"Kamu sedang mengikuti ku,kamu siapa? kenapa kamu sampai mengikuti ku sampai ke atas ini,pada kemana sih security hingga membiarkan orang sembarangan masuk ke gedung ini,sepertinya mereka ingin di pecat." Sungut Aditia.Salsa membuka maskernya lalu menatap sinis kepada Aditia.

__ADS_1


"Aku terpaksa melakukan ini,kamu ingin lari dari tanggung jawab ya mas?" Salsa berbicara dengan nada tinggi hingga membuat Aditia kaget dan juga beberapa orang yang kebetulan melihat mereka.


"Selamat pagi pak Aditia."


"Selamat pagi pak Aditia."Orang-orang menyapa Aditia,dia hannya mengangguk dan menyeret pergelangan tangan Salsa dengan kasar dan membawa kerunaganya.


"Apa lagi yang kamu lakukan,kamu ini memang tidak tau malu ya,dasar otak mu tidak berguna hingga kamu tidak mengerti arti kata-kataku minggu kemarin."


"Aku tidak mau mas,baiklah jika kamu mengabaikan ku,maka aku akan menemui Amanda hari ini juga." Ucap Salsa lalu dia melepaskan tangan Aditia yang masih mencengkram tangannya.


Salsa beranjak akan meninggalkan ruangan itu,saat dia hampir mencapai pintu Aditia langsung menariknya dengan kasar dan membawa nya masuk kedalam.


"Aku akan memberikan kamu uang satu miliar,tolong jangan ganggu keluargaku,dan jangan ganggu istriku,aku akan memberikannya sekarang juga.Setelah itu kamu bisa pergi jauh dari kota ini,terserah mu mau kemana dan kamu mau membuang atau membesarkan bayi itu aku tidak peduli." Ucap Aditia pada akhirnya,lebih baik dia kehilangan uang dari pada kehilangan anak dan istrinya.


Salsa terlihat berpikir,jujur saja siapa yang tidak tergiur dengan uang sebanyak itu tapi dipikir-pikir itu tidak cukup untuknya karena pada akhirnya uang akan habis dan masa depan anaknya akan hancur jika dia tidak punya papa.


"Tidak mas,aku tidak butuh uangmu,aku hannya butuh anakku jelas statusnya,aku tidak mau." Ucap Salsa.Jawaban Salsa membuat Aditia emosi.Wanita itu benar-benar menginginkan rumah tangganya hancur,bagaimana bisa dia menolak uang sebanyak itu.


Aditia langsung emosi lalu dia mencengkram wajah Salsa dengan kasar dan menatapnya dengan sinis.

__ADS_1


"Kamu wanita tidak tau diri bisa-bisanya kamu tega menghancurkan aku."


*** Bersambung***


__ADS_2