Rumah Tanggaku Hancur Ditangan Sahabatku

Rumah Tanggaku Hancur Ditangan Sahabatku
Bab 48 ~ Ibu mu pencuri ~


__ADS_3

Sedikit pun tidak ada rasa iba di hati Aditia melihat Salsa dan ibunya bahkan yang ada hannya rasa muak yang luar biasa apalagi saat mengetahui Rahma memiliki pria muda simpanannya.


"Apa kamu tidak tau kalau ibumu ini memiliki pria simpanan,pria itu masih sangat muda,sudah pasti pria itu memanfaatkan ibumu ini." Ucap Aditia melaporkan semua yang dia lihat tadi.Amanda yang duduk di samping Aditia tidak berkomentar sedikitpun,dia hannya menonton sandiwara yang di mainkan kedua wanita itu.Tapi Amanda sudah merasa kasihan dengan Salsa semenjak dia merebut kebahagiannya banyak penderitaan yang di alami oleh Salsa termasuk suaminya yang tidak peduli dengannya di tambah ibunya yang bertingkah.


"Apa .....!! benarkah itu Bu!! katakan apa benar yang di katakan Aditia Bu...bagaimana bisa wanita yang sudah tua seperti mu pacaran lagi,jangan-jangan uang yang aku kirim selama menjadi TKW kamu berikan kepada pria itu Bu?" Salsa membentak ibunya.Rahma semakin menundukkan kepalanya,dia merasa malu di hakimi oleh Aditia dan juga Salsa yang sudah mengetahui semua rahasianya.


"Sudah-sudah sekarang katakan kepadaku bagaimana kamu bertanggung jawab untuk ini.Aku tidak ingin melihat kalian disini berdebat." Tanya Aditia sekali lagi.


"Tolonglah aku nak Aditia,aku tidak mau dipenjara,tolong aku sekali ini saja." Rahma memohon kembali,dia tidak tau harus bagaimana jika sampai Aditia memasukkan dirinya ke penjara.


Melihat Rahma terus memohon kepadanya,bukannya kasihan Aditia semakin jijik,akhirnya dia menghubungi rekannya yang bekerja di kepolisian dia ingin memberikan pelajaran kepada Rahma yang sudah berani sembarangan di rumahnya.


📞 Datang ke rumah sekarang juga,disini ada orang yang harus kamu urus.


Rahma membelalakkan matanya,tadi dia masih sepele kepada Aditia karena dia mengira kalau Aditia tidak mungkin berani melaporkannya sebagai mertuanya walaupun dia hannya mertua yang tidak di anggap.


Melihat Aditia yang tidak merespon permintaannya Rahma beralih meminta belas kasihan kepada Amanda yang tidak mengomentari mereka dari tadi.


"Amanda aku mohon....Katakan kepada suami mu,aku minta maaf atas perbuatan ku,aku khilaf Amanda aku mohon." Ucap Rahma,dia terlihat gemetaran mungkin tadi dia masih bisa santai karena dia merasa tidak mungkin kalau Aditia melaporkannya,ternyata pikirannya salah,Aditia bahkan tidak peduli dengan tangisannya.

__ADS_1


Suara bel pintu membuat Rahma semakin panik,wajahnya terlihat sangat ketakutan,Aditia sangat puas melihat reaksi Rahma kali ini dia harus memberikan pelajaran kepada orang tua yang tidak bertanggung jawab bahkan memanfaatkan keadaan anaknya.


"Bibi...Buka pintu,mungkin itu polsi yang barusan aku hubungi." Ucap Aditia,yang membuat Rahma semakin panik dan ketakutan.


Melihat Amanda dan Aditia tidak merespon ucapannya,Rahma beranjak dari tempat duduknya lalu dia berlari ke dalam kamar dan menutup pintu rapat-raoat.Dia sangat menyesali perbuatannya yang tidak memikirkan resikonya,dia mengira mudah berurusan dengan keluarga Aditia ternyata semuanya tidak seperti yang dia pikirkan.


Rahma duduk di pojokan dia sambil memeluk lututnya,tubuhnya sangat gemetaran,dia tidak sanggup membayangkan jika sampai dia masuk penjara.Rahma melihat sekeliling kamar,dia berniat ingin kabur ternyata kamar itu tidak punya jalan untuk keluar karena jendela juga memakai besi penyangga mungkin untuk mengindari pencuri masuk kedalam rumah.


"Rahma....Keluar dari kamar,jangan sampai aku mendobrak pintu dari luar,polisi sudah menunggumu di luar,kamu mau bermain-main denganku,tentu saja kamu salah orang." Ucap Aditia dari luar semakin menakuti Rahma.


"Tidak....Aku tidak mau ke luar,suruh polisi itu pergi dari rumah ini!!" Rahma berteriak dari dalam menjawab ucapan Aditia dia masih duduk di pojokan sesekali dia menatap sekeliling kamar berharap ada pintu keluar.


"Apa yang terjadi dengan mu? siapa wanita hamil yang di ruang tamu?" Tanya seorang polisi,sebelumya Aditia sudah mengirim pesan kepadanya agar memberikan pelajaran kepada Rahma dengan mengurungnya beberapa Minggu di sel untuk membuat efek jera kepada wanita itu.


"Panjang ceritanya,bawa dulu wanita itu setelah itu aku akan mentraktir mu untuk minum,aku akan menceritakan kepahitan rumah tangga ku sekarang,aku bukan lagi suami yang baik dan setia,semua itu sudah kotor." Ucap Aditia,dia menatap nanar Poto pernikahannya dengan amanda yang terpasang bingkai dia Raung tamu,Poto itu cukup besar hingga mengingatkan pernikahannya yang sudah hampir sepuluh tahun.


"Baiklah aku akan mendobrak pintu mu,jangan marah kalau rusak,kamu harus menganti nya pintu baru." Ucap Polisi dengan senyum mengejek.


pria itu mendekati pintu, lalu mengetuk pintu beberapa kali dan memberi peringatan agar Rahma membuka pintu.

__ADS_1


"Baiklah kalau ibu tidak mau membuka pintu dengan terpaksa kami akan mendobraknya." Ucap Pria itu membuat Rahma semakin ketakutan di dalam sana.


Rahma dengan sisa-sisa keberaniannya membuka pintu secara perlahan hingga dia melihat dua pria berbaju coklat dan Aditia yang sudah berdiri di hadapannya dengan tatapan sinis.


"Kenapa harus di ancam dulu baru buka pintu,kamu harus mempertanggung jawabkan apa yang sudah kamu lakukan." Ucap Aditia.Melihat kedua pria yang berbaju coklat,rasa takut Rahma semakin besar,kali ini dia harus memohon renang sungguh-sungguh agar Aditia memberikan maaf untuknya tidak masalah dia jadi babu du rumah itu asal jangan masuk penjara.


Rahma langsung berjongkok di hadapan Aditia lalu meminta ampun untuk yang terakhir kalinya,dia masih berharap Aditia membuka pintu maaf untuknya.


"Sekali lagi aku minta kepadamu,tolong maafkan semua kesalahan ku,aku tau aku salah apa kamu tega membiarkan aku masuk penjara." Ucap Rahma,air matanya sudah jatuh di wajahnya dan saat itu Aditia mengabaikan permintaanya lalu dia meninggalkan mereka.


"Bawa dia,sekarang seseorang tidak akan menyadari kesalahannya kalau tidak di berikan pelajaran." Ucap Aditia.Tubuh Rahma langsung lemah ternyata seorang Aditia bukanlah orang sembarangan.


Kedua polisi itu membawa Rahma keluar dari dalam kamar,Salsa sangat terpukul melihat ibunya di bawa oleh polisi,sekarang dia baru menyadari kalau Aditia bukanlah pria sembarangan yang bisa di dekati.Bagaimana bisa pria itu tega membiarkan ibu mertuanya di bawa polisi dari rumahnya.


Amanda menghela napas panjang,dia menatap langkah kaki Aditia yang baru saja masuk dan duduk di sampingnya.


"Mas...Apa menurutmu ini tidak keterlaluan sekali,bukankah dia sudah meminta maaf berulang- ulang, sekalipun dia mengambil semua itu,hartamu juga masih banyak,dia sudah tua." Ucap Amanda,dia tidak respek sama sekali dengan sikap sombong suaminya.


"Sudahlah, dia tidak lama di sana aku hannya ingin memberikan pelajaran kepadanya,supaya besok-besok dia memikirkan resiko dari ulahnya." Jawab Aditia santai.Amanda hannya diam lalu dia beranjak dari tempat duduknya meninggalkan Salsa dan Aditia di ruang tamu.

__ADS_1


💗💗💗 bersambung 💗💗💗


__ADS_2