Rumah Tanggaku Hancur Ditangan Sahabatku

Rumah Tanggaku Hancur Ditangan Sahabatku
Bab 58 ~ Pendarahan ~


__ADS_3

Salsa belum sadarkan diri saat Amanda berusaha untuk membangunkannya.Aditia berdiri di depan pintu sebenarnya dia malas untuk peduli lagi dengan wanita itu tapi karena bujukan Amanda dengan terpaksa dia harus datang kerumah itu.


"Mas..Tolong angkat tubuh Salsa,tolong kesampingkan ego kita nyawanya menjadi taruhan disini." Ucap Amanda dengan wajah tegang.


"Untuk apa peduli lagi dengannya,biar saja mau mati pun aku tidak peduli,dia sudah mendapat karma setelah dia berencana menghancurkan rumah tangga kita." Ucap Aditia,dia menolak untuk membantu Salsa yang sudah tidak sadarkan diri.


"Sekarang kamu bawa saja dia ke rumah sakit,ini aku berikan kunci mobil,aku ingin mengurus kedua bajingan yang berzinah di rumahku." Ucap Aditia,Amanda menyetujui saran suaminya.Setelah Aditia membantu amanda untuk memasukkan Salsa kedalam mobil Amanda langsung bergegas membawa Salsa ke rumah sakit.


Setelah Amanda berlalu dari rumahnya Aditia masuk kedalam rumahnya menghampiri dua manusia yang tidak punya malu,Tomi terlihat ketakutan begitu juga dengan Rahma,dia sama sekali tidak peduli dengan keadaan Salsa yang sudah tidak sadarkan diri.


"Kenapa kalian masih disini apa perlu aku menyuruh polisi untuk mengusir kalian dari rumahku?" Ucap Aditia,Rahma memandang Aditia dengan sinis,dia tidak terima jika Aditia meminta rumahnya kembali.


"Untuk apa kamu meminta rumah ini,lagi kamu tidak berhak lagi atas rumah ini,kamu yang pergi dari rumah ini dan bawa juga Salsa." Ucap Rahma dengan tidak tau malunya membuat Aditia semakin jijik dengannya.


"Hahaha.....Kamu benar-benar tidak tau malu,kenapa kamu menginginkan rumah ini,apa pria bajingan itu menyuruhmu untuk mengambil rumah ini? kalau bukan karena kamu wanita yang sudah tua, aku sudah melempar mu dari rumah ini,jadi sekarang kamu pergi sebelum aku benar-benar marah." Ucap Aditia.Tomi hannya menunduk dia tidak berani membalas tatapan sinis Aditia.Mungkin juga dia sadar kalau dia hannya pria yang tidak berguna.

__ADS_1


"Pokoknya aku tidak mau,kamu saja yang pergi." Ucap Rahma dia tetap bertahan di tempatnya sementara Aditia sudah sangat benci kepadanya.


Aditia semakin kesal melihat Rahma,dia berjalan mendekati Rahma lalu mencengkram pergelangan tangannya dan menariknya dengan kasar keluar dari rumahnya.Setelah sampai di pintu dia langsung mendorong tubuh Rahma hingga terjatuh sampai ke lantai teras.


"Pria bajingan keluar kamu bajingan jangan sampai membuatku benar-benar marah." Ucap Aditia.Rahma langsung berdiri lalu kembali ingin masuk kedalam rumah.


"Aku tidak mau keluar dari sini,buka pintunya cepat."Rahma memekik dengan keras,dia mendorong pintu sekuat tenaga tapi Aditia sudah menguncinya dari dalam,dia juga mendekati Tomi yang masih berdiri di dalam rumah,mungkin dia sudah menginginkan rumahnya ini juga.


"Kenapa kamu masih berdiri disini,apa kamu kaget saat wanita itu membawa mu ke rumah mewah seperti ini atau dia menjanjikan kalau rumah ini akan menjadi miliknya,dasar tidak tau malu kamu,dimana harga diri mu sebagai seorang pria,saat seorang wanita menjadikanmu budak sek nya,sebagai pria kamu harus menjaga martabat mu,jangan mau menjadi budak." Aditia menasehati Tomi berharap pria itu meninggalkan wanita jahat seperti Rahma.


"Maaf om,dia selalu datang kepadaku,aku sudah berapa kali meninggalkannya tapi dia tidak mau,bahkan sepertinya dia sudah mengikatku." Ucap Tomi.Aditia mengabaikan ucapan Tomi dia tidak peduli kebenaran dari kata-katanya dia hannya merasa jijik dengan pria model Tomi.


"Sekarang kamu pergi,apa pun ceritanya kamu tidak akan bisa memiliki rumah ini,surat-surat rumah ini lengkap dan semua atas namaku." Ucap Aditia.Dengan perasan malu,dan langkah gontai Tomi keluar dari dalam rumah,dan membuka pintu.Rahma ingin masuk kembali ke dalam rumah dengan sigap Aditia kembali mendorongnya hingga dia kembali jatuh ke lantai.Saat itu Aditia langsung melempar tas besar yang berisi pakaiannya.


"Pergilah kamu dari rumah ini wanita hina,bagiku kamu tidak lebih dari seonggok kumpulan sampah di tempat sampah." Ucap Aditia lalu dia masuk kedalam rumah dan mengunci rumahnya dari dalam.

__ADS_1


Wajah Rahma memerah saat Aditia mempermalukan di hadapan Tomi padahal mereka baru saja mendesah bersama,Tomi hannya menatap sinis kepadanya.


"Mulai hari ini lebih baik kita putus,kamu tidak perlu menemui lagi,aku sudah muak dengan mu,lihat lah dirimu itu sedikit pun tidak ada harganya." Ucap Tomi.Dia mengambil tas dari dekat Rahma lalu membukanya dan mengeluarkan semua isinya setelah itu dia mengambil semua pakainya dan memasukkan kembali ke dalam tas.


"Tomi....Jangan tinggalkan aku,please aku tidak punya siapa lagi selain kamu,hiks...hiks....hiks...." Rahma menangis dia berlari mengejar Tomi yang sudah berjalan jauh meninggalkan dia tapi dengan kasar Tomi mendorongnya ke belakang hingga dia jatuh ke tanah.


"Kamu sudah gila ya,aku masih muda,aku juga harus memuai keluarga dengan calon istriku,untuk apa aku menikah dengan orang tua seperti mu,kamu ingin aku yang merawat mu di masa tua mu, cuiihhh aku tidak sudi ya."Ucap Tomi sambil meludah ke tanah lalu dia kembali meninggalkan dia ditempat itu dan menghentikan taksi yang kebetulan lewat.


Rahma berlari terus mengejar mobil yang di tumpangi Tomi,dia mengira Tomi meninggakan dia karena mereka gagal mendapat rumah mewah itu.Dia duduk di tengah jalan saat mobil semakin menjauh meninggalkan dia.


"Hu....Hu...Hu...Hu...Aku harus kemana jika Tomi meningalkan aku,bagaimana keadaan Salsa sekarang dia di rumah sakit mana." Ucap Rahma sambil menangis dia tidak punya uang sama sekali jadi dia tidak tahu harus bagaimana sekarang.


Rahma berjalan mendekati Rumah Aditia,dia tidak ingin keluar dari rumah itu,saat dia sampai di gerbang depan dia sangat kaget semua pakainya sudah di luar dan pintu pagar sudah di tutup.Ternyata saat dia mengejar Tomi barusan Aditia juga keluar dari dalam rumahnya lalu mengunci pagar.


"Apalagi ini,dia mengusirku jangan lakukan ini kepadaku,aku mohon aku harus pergi kemana kalau sampai mereka mengusirku,bagaimana keadaan Salsa sekarang." Ucap Rahma,matanya berembun saat tiba-tiba dia mengingat semua kata-kata Tomi.

__ADS_1


"Apa Tomi ingin menikah dengan wanita lain,itu tidak bisa terjadi aku tidak akan mengijinkan ya." Ucap Rahma duduk di samping pagar lalu dia menyeka air mata yang hampir jatuh di wajahnya.


πŸ’—πŸ’—πŸ’—bersambungπŸ’—πŸ’—πŸ’—


__ADS_2