Rumah Tanggaku Hancur Ditangan Sahabatku

Rumah Tanggaku Hancur Ditangan Sahabatku
bab 48 ~ Tidak sesuai harapan ~


__ADS_3

Kehamilan Salsa menjalani umur lima bulan,perutnya yang semakin membesar bukan membuatnya semakin bahagia,malah sebaliknya dia menderita tinggal di rumah suaminya,apalagi semenjak ibunya membawa kabur semua perhiasan milik Amanda dan juga koleksi jam tangan mewah milik Aditia.


Tubuhnya semakin hari semakin kurus,bahkan terlihat tinggal tulang saja,Amanda selalu mengingatkan pelayan untuk memberikan makanan apa pun yang diinginkan olehnya karena sebesar apa pun rasa bencinya kepada Salsa bayi itu tidak bersalah sama sekali.


"Bibi....Bangunkan Salsa untuk sarapan atau kamu antar saja sarapan ke kamarnya." Ucap Amanda saat mereka sedang sarapan pagi.Aditia menatap tidak suka kepadanya.Semenjak kehadiran Salsa di rumah mereka memang semuanya sudah berubah bahkan Aditia yang dulu hangat dan perhatian berubah menjadi pria yang dingin dan pendiam,Amanda kadang bingung dengan sikap suaminya.


"Untuk apa kamu perhatian kepadanya,biarkan dia mati,aku rasa kamu juga wanita stres bagaimana bisa kamu perhatian kepadanya sementara dia sudah merebut suami mu." Ucapan Aditia terlihat menekan tapi dia tidak peduli dengan ucapan itu karena baginya hukuman untuk salsa sudah lebih dari cukup beberapa bulan ini.Adtia cukup banyak memberikan penderitaan kepadanya,bahkan beberapa kali Aditia berbuat kasar kepadanya.


"Karena aku juga manusia dan wanita mas,bagaimana bisa aku terlalu egois kepadanya,kalau terjadi sesuatu kepada bayinya itu semua salah kamu sebagai pria kamu ter_


"Bodoh amat." Aditia memotong ucapan istrinya dia langsung pergi meninggalkan Amanda yang masih belum puas untuk berbicara kepada suaminya.


Amanda menghela napas kasar, dan pada saat itu pelayan,keluar dari kamar Salsa dia membawa gelas kosong itu artinya Salsa sudah menghabiskan susunya.Sesekali Amanda ingin masuk ke dalam kamar Salsa tapi dia takut kalau salsa kemabli marah kepadanya.


Walaupun di hatinya tersimpan rasa benci yang sangat dalam kepada Salsa,melihat penderitaan yang di alaminya Amanda menjadi iba akhirnya dia membeli segala kebutuhan Salsa dari susu sampai vitamin walaupun dia membeli semua itu di belakang suaminya.


Kali ini Amanda memberanikan diri untuk masuk ke dalam kamar Salsa dia ingin melihat keadaan Salsa karena sudah beberapa bulan ini dia sama sekali tidak mau keluar kamar bahkan untuk makan saja harus di antar oleh pelayan.


Amanda membuka pintu perlahan dia menatap kamar yang kosong mungkin Salsa sedang di kamar mandi karena pada saat itu air sedang hidup.Amanda mencium bau tidak enak dari dalam kamar mungkin karena kamarnya tidak pernah di bersihkan lagi.

__ADS_1


"Apa yang kamu lakukan di kamar ini? kamu puas melihatku seperti ini,kamu memang wanita jahat yang menguasai Aditia selama ini,kamu wanita kejam." Ucap Salsa dengan suara parau mungkin dia sedang menahan tangisnya.


"Berapa kali aku katakan kalau aku_


"Sudahlah lebih kamu keluar dari kamar ini sebelum aku benar-benar marah kepadamu,aku benci...benci,kepada mu." Salsa menjerit kuat,karena tidak ingin terjadi keributan di dalam kamar akhirnya Amanda memilih mengalah dan keluar dari dalam kamar,padahal dia berniat ingin membawa Salsa keluar sekedar jalan-jalan atau membeli segala kebutuhannya dia sebagai wanita tidak tega melihat keadaan Amanda.


"Nyonya,apa nona Salsa masih marah kepada nyonya?"


"Seperti biasa bi,aku tidak tau lagi harus menjelaskan bagaimana kepadanya,aku takut terjadi sesuatu kepdanya dan juga calon bayinya." Ucap Amanda,dia terlihat sangat frustasi,dia duduk di meja makan dengan tatapan kosong.


Benci memang dia sangat membenci Salsa tapi melihatnya menderita seperti itu membuatnya tidak tega juga.


"Semua penderita aku berawal dari mama dan Amanda,seandainya Amanda tidak menghasut Aditia,dia tidak berubah jahat seperti ini,mereka semua jahat kepadaku,aku akan membalas semua sakit hatiku jika aku sudah melahirkan bayi yang tidak beruntung ini." Ucap Salsa perlahan.Dia menatap kosong keluar jendela,sekarang dia merasa orang yang paling menyedihkan di dunia ini karena keadaannya.


Salsa perlahan bangkit dari tempat duduknya,dia berjalan menuju pintu lalu dia keluar untuk pertama kalinya selama beberapa bulan ini.Dia memakai baju kaos oblong yang cukup besar,perutnya yang buncit membuatnya tidak bebas melakukan apa pun.


"Nona...Anda keluar,mohon ijin untuk membersikan kamar nona." Ucap Pelayan sudah beberapa kali Amanda mengingatkan pelayan untuk membersikan kamar Salsa tetapi pelayan enggan karena Salsa selalu mengurung diri di dalam kamar.


Amanda juga kaget melihat kehadiran Salsa di dapur,Amanda pura-pura tidak melihat kehadiran Salsa dia tetap di posisi sebelumnya takut Salsa kembali marah kepadanya.

__ADS_1


"Amanda apa yang kamu lakukan di dapur ini untuk apa nyonya besar turun ke dapur,lebih baik kamu pergi perawatan atau tidak shoping menghabiskan uang suami,beda dengan aku yang hannya pelakor yang tidak di anggap ini." Ucap Salsa seakan menyindir Amanda yang sedang duduk di meja.


"Salsa kamu jangan menyindir aku,lagian dari awal aku sudah katakan jangan pernah menjadi duri di rumah tangga orang,sekarang kamu menderita malah kamu menyalahkan aku ini resiko untukmu karena pelakor takdirnya memang harus menderita." Ucap Amanda bengis.Dia cukup kesal melihat Salsa yang selalu menyalahkan dirinya,tetapi dia tidak pernah introveksi diri kenapa hidupnya menderita.


Salsa mengabaikan semua ucapan Amanda,bahkan dia selalu berfikir kalau Amanda lah yang menyebabkan Aditia berubah sikap kepadanya.


Amanda meninggalkan Salsa di dapur,dia tidak mau lagi untuk ribut dengan Salsa selain dia merasa lelah dia juga tidak mau semakin menekan Salsa apalagi melihat tubuh salsa yang semakin kurus kering itu menandakan kalau dia sangat menderita dengan pernikahannya.


Salsa hannya tersenyum getir melihat Amanda pergi meninggalkan dirinya,andaikan waktu bisa di putar dia tidak akan mengijinkan Aditia meninggalkan dirinya dulu untuk kembali kepada Amanda dan anaknya.


Sebenarnya Salsa tidak menyadari jika perasaan yang ada di hatinya itu bukanlah cinta yang sesungguhnya melainkan hannya obsesi untuk memiliki Aditia dan menghancurkan kebahagian Amanda.


Sementara itu di jalan menuju pulang ke rumahnya,samar-samar Aditia melihat Rahma bersama seorang pria muda,mereka berjalan sambil bergandengan tangan.


Aditia menepikan mobilnya lalu mengejar mereka berdua,dia ingin meminta kembali barang-barang miliknya dan juga perhiasan milik Amanda.


" berhenti!!" Rahma dan Tomi pacarnya menghentikan langkahnya lalu membalikkan badannya,Rahma sangat kaget melihat kehadiran Aditia di hadapannya dia sangat takut bahkan dia berniat untuk kabur tapi dia malu di hadapan pacarnya karena dia tidak memberitahu kalau dia mencuri di rumah suami putrinya.


πŸ’—πŸ’—πŸ’—bersambung πŸ’—πŸ’— πŸ’—

__ADS_1


__ADS_2