Rumah Tanggaku Hancur Ditangan Sahabatku

Rumah Tanggaku Hancur Ditangan Sahabatku
Bab 52 ~ Kesakitan ~


__ADS_3

Rahma sangat kesal melihat sikap tidak sopan Aditia kepadanya,padahal biar bagaimana pun dia itu tetaplah mertuanya yang harus di hargainya.


"Kamu kurang ajar sekali ya,setelah kamu menghamili anakku dan kamu hannya menikahi siri Salsa kamu berbicara tidak pantas seperti itu kepadamu,baiklah kami akan pergi dari rumah ini tapi siapkan uang lima miliar kepada kami,dan setelah itu kami tidak akan menganggu kehidupan mu dan juga keluargamu." Ucap Rahma,menurutnya lebih baik memeras pria songgong seperti Aditia dan membawa Salsa pergi,dia sudah sangat kesal melihat tingkah Aditia.


"Hahaha.....Apa, lima miliar kamu mau memeras ku,kamu pikir aku bodoh,kamu mau menjual Salsa untuk membiayai pria idaman mu itu dasar orang tua tidak tau malu,syukur aku lepasin kamu dari penjara harusnya aku membiarkan kamu membusuk di penjara." Ujar Aditia,dia tidak percaya dengan ucapan Rahma,bisa-bisa nya wanita itu sekali bicara langsung lima miliar.


Rahma diam mendengar sindiran Aditia,dia langsung menunduk malu karena Amanda menatapnya juga.Salsa mendengar Keributan di ruang tamu langsung beranjak dari dalam kamarnya dia membuka pintu dan sudah melihat Amanda dan Aditia begitu juga dengan ibunya dengan wajah yang tegang.


"Ada apa bu?" Tanya Salsa,dia menatap Amanda dan Aditia dengan bergantian.


"Ibu sangat kesal dengan Aditia,makanya ibu bilang lebih baik dia membayar denda kepada kota sebanyak lima miliar dari pada kamu tinggal di rumah ini tapi makan hati,uang pemberiannya bisa kita pakai buat buka usaha untuk membesarkan bayi mu nanti.Apa yang kamu harapkan dari pria seperti dia,lihat jangankan untuk perhatian, membawamu untuk cek kandungan saja tidak pernah jadi lebih baik kita minta uang kepadanya." Ucap Rahma.Salsa mengangguk,dia merasa kali ini saran ibunya ada benarnya dia salah sudah masuk ke tengah-tengah keluarga itu,ternyata diperlakukan dengan tidak ada harga membuatnya menyadari semuanya sekarang.


"Iya mas benar apa kata ibuku,sekarang lebih baik kalian bayar denda kepada ku,maka kami akan pergi,melihatmu tidak adil seperti ini membuatku sadar jika tidak ada gunanya kalau mempertahankan hubungan ini." Ucap Salsa kemudian.Amanda kaget mendengar ucapan Salsa jika mereka sampai harus membayar uang sebanyak itu sudah tentu semua tabungan dan harta mereka akan terkuras bahkan mungkin mereka tidak akan mampu membeli rumah walau rumah kecil.


"Salsa aku rasa,kamu sudah sangat keterlaluan,kamu pikir uang lima miliar itu jumlah yang sedikit,kamu mau memanfaatkan kami,lagian kamu sendiri yang masuk ke kehidupan kami,kenapa sekarang kamu malah minta uang begitu banyak?" Ucap Amanda,dia menatap Rahma dan Salsa bergantian,dia sangat ingin melempar kedua wanita itu dari rumahnya.

__ADS_1


Salsa mendesis kesal,dia tertawa menghina membuat Amanda semakin kesal dan benci.


"Memangnya apa lagi salahku,aku sudah melepaskan suami mu,sekarang kamu harus melepaskan semua harta milikmu termasuk rumah ini,atau kamu mau aku mempermalukan suami mu di media sosial agar dia di pecat dari pekerjaannya,sudahlah Amanda,kamu jangan terlalu egois kamu ingin menguasai seluruh harta suami mu dan juga tubuh suami mu." Ucap Salsa.Sekarang dia sudah pasrah untuk kehilangan Aditia,karena sekuat apa pun dia bertahan selama ini hasilnya dia tetap kecewa.


Amanda menatap Aditia seakan meminta penjelasan Aditia hannya diam,dia selalu tidak bisa berkutik saat Salsa memberikan ancaman kepadanya.


"Hufff...Masalah apa lagi ini,kenapa...Kenapa harus keluarga ini terus yang membuat masalah di rumah ini." Suara hati Aditia.


"Kamu benar-benar iblis Salsa,aku tidak ikhlas dengan kehidupan mu,aku doakan kamu akan mendapat penderitaan setelah menzolimi keluargaku,otakmu memang benar-benar sudah gila." Ucap Amanda kalau bukan karena wanita itu hamil besar mungkin dia sudah menjambak wanita itu dan menyeretnya keluar dari rumah mereka dia benar-benar marah kepada Salsa ternyata dia sudah salah menilai Salsa dari dulu.


"Kamu benar-benar hebat sayang ini baru namanya anak mama,kalau bisa kamu harus mengambil rumah ini dan minta uang miliaran lagi biarkan mereka miskin agar mereka merasakan apa yang kamu rasakan." Ucap Rahma mencuci otak Salsa.


"Iya Bu...aku terlalu bodoh untuk mempertahankan posisiku sebagai wanita kedua padahal aku tidak pernah di anggap,aku tidak mau menjadi wanita bodoh dan tolol." Ucap Salsa.Rahma sangat bahagia mendengar ucapan Salsa setidaknya mereka akan banyak uang saat Aditia mengabulkan permintaannya.


"Bibi...Aku ingin makan cumi saus tiram,sekarang kamu masak dan panggil aku saat semuanya sudah selesai." Ucap Salsa dia berlagak sebagai nyonya besar di rumah itu,sementara Rahma hannya mengikuti permainan Salsa dan memastikan dia Salsa mendapat semua yang di inginkan.

__ADS_1


Aditia duduk di sopa meja rias,dia merokok untuk menghilangkan rasa frustasi di hatinya,dia merasa tidak sanggup saat Salsa harus meminta uang sebanyak itu,bahkan dia menjual semua hartanya pun belum tentu bisa mendapat uang sebanyak itu.


"Mas...!!"


"Hmm...."


"Kita harus bagaimana sekarang?" Tanya Salsa,Aditia menghela napas kasar,dia juga sedang memikirkan jalan terbaik untuk menyelesaikan masalah itu.


"Aku juga tidak tau harus bagaimana? aku juga sangat lelah dengan semua ini,Amanda. ....apa kamu terlalu takut jika kita harus hidup miskin,aku sudah lelah menjalani ini semua bagaimana kalau kita kasih saja rumah ini untuknya dan uang yang kita miliki,aku masih bekerja aku masih bisa menghasilkan uang untuk kehidupan kita,untuk sementara kita tinggal bersama mama saja." Ucap Aditia,dengan nada yang sangat rendah hampir tidak terdengar.


Amanda tidak menjawab ucapan suaminya,rasanya dia benar-benar tidak ikhlas harus memberikan istana yang sudah lama mereka tinggali,Bahakan memberikan semua harta hasil dari jerih payah suaminya selama ini.


"Amanda....Kenapa kamu diam,apa kamu keberatan kalau kita memulai dari awal lagi,toh rumah mama juga mewah dan aku juga masih memiliki pekerjaan,kehidupan kita akan berjalan seperti biasa palingan kita kehilangan uang dan rumah serta mobil saja." Ucap Aditia kembali.


"Mas...Aku tidak keberatan kalau kita hidup miskin,aku masih bersyukur kita bertiga masih bisa berkumpul dengan keadaan sehat aku hanya tidak ikhlas uang hasil kerja kerasmu dari lajang hilang begitu saja." Jawab Amanda dia memeluk tubuh suaminya dan tidak terasa air mata menetes di wajah cantiknya.

__ADS_1


πŸ’—πŸ’—πŸ’—bersambung πŸ’—πŸ’—πŸ’—


__ADS_2