
Amanda membuka sedikit pintu di mana Salsa di rawat,dia menatap wajah salsa,dia mengesampingkan egonya dia tidak ingin terjadi sesuatu dengan calon bayi itu, akhirnya Amanda kembali menutup pintu lalu dia pergi keluar mencari makanan untuk Salsa.
Amanda membeli berbagai macam makanan dari super market,buah-buahan segar dan juga susu untuk ibu hamil.Setelah membayar semua belanjanya Amanda memesan makanan dari aplikasi yang masih buka untung pada saat itu masih banyak restoran yang buka hingga dia bisa memesan beberapa makanan yang baik untuk ibu hamil.
Setelah Mendapat semua yang dia inginkan,Amanda masuk ke dalam kamar dia melihat Salsa masih tidur pulas,melihat wajah Salsa mengingatkannya dengan perselingkuhan yang di lakukan Salsa dengan suaminya ada rasa. benci di hatinya bahkan ingin sekali dia menjambak rambut Salsa tapi dia tidak melakukan itu karena Aditia sudah meminta maaf dan sepertinya memegang janjinya tidak melakukan kesalahan lagi ke depannya.
Amanda memainkan ponselnya menunggu Salsa bangun,ingin dia membangunkan Salsa tapi dia tidak tega karena melihat Salsa yang tertidur sangat pulas.
Amanda sudah menunggu satu jam tapi Salsa belum juga bangun,dia takut makanan yang dia beli barusan menjadi dingin akhirnya dia beranjak dari atas sopa lalu membangunkan Salsa yang masih tertidur pulas.
"Salsa...Salsa...Bangun,kamu harus makan,aku sudah membeli makanan untukmu." Ucap Amanda,saat melihat Salsa sudah membuka matanya.
Salsa berusaha bangkit,Amanda ingin membantunya tapi entah kenapa ada rasa enggan saat ingin menyentuh tangan Salsa.Salsa memutar matanya seakan dia sedang mencari sesuatu.
"Apa yang kamu cari?"
"Di mana mas Adit,kenapa kamu yang menamai ku,aku tidak butuh ke hadiran mu di ruangan ini." Ucap Salsa dengan wajah emosi saat tidak melihat Aditia di sampingnya.Seketika rasa iba yang ada di hati Amanda barusan hilang begitu saja,bahkan berubah menjadi benci yang semakin dalam.
Amanda menatapnya dengan sinis seketika dia ingin membuang semua makanan yang barusan dia beli saat Salsa mencari suaminya,dia sudah berusaha untuk memperbaiki dirinya dia menerima kehadirannya tapi Salsa sangat keterlaluan bahkan di saat dia yang sedang merawatnya malah Salsa mencari suaminya.
"Untuk apa kamu mencari suamiku,...Biarkan aku yang merawat mu,segitunya kamu ya ingin menghancurkan rumah tanggaku,sadarlah Salsa kamu itu hannya duri bahkan suami ku saja tidak mengharapkan ke hadiran mu." Ucap Amanda dia masih berusaha untuk sabar karena dia tidak ingin terjadi keributan di ruangan itu.
__ADS_1
Salsa sepertinya tidak terima dengan ucapan Amanda,dia langsung mencabut selang infus yang menempel di tangannya lalu turun dari atas ranjang.
"Branaggg......." Salsa membuang semua makanan yang di beli oleh Amanda.
"Dasar wanita ******,kamu hannya ingin menguasai mas Aditia,kamu jahat Amanda,kamu serakah selama ini aku sudah menahan amarahku tapi kamu semakin merajalela,kamu terlalu egois,kita itu sama-sama wanita seharunya kamu harus membiarkan mas Aditia bersama ku juga,aku tau mas Aditia masih mencintaiku,tapi karena keegoisan mu,terpaksa dia mengalah." Salsa menjerit-jerit di ruangannya hingga beberapa perawat dan dokter jaga datang memasuki ruangannya.
"Ada apa ini,kenapa dia tiba-tiba seperti itu?" Tanya seorang dokter mereka berusaha menenangkan Salsa tapi Salsa terus melawan hingga perawat menyuntikkan obat penenang akhirnya Salsa kembali tidur setelah di suntik oleh Perawat.
Amanda duduk di sopa setelah dokter dan perawat meninggalkan ruangan itu,Amanda sangat kaget dengan kejadian barusan,dia merasa sedih saat mengingat kata-kata Salsa,dia bukannya ingin menguasai Aditia tapi dia hannya ingin mempertahankan rumah tangga yang sudah berjalan sepuluh tahun ini.
"Aku rasa siapa pun wanitanya mungkin akan melakukan hal yang sama jika mereka di posisiku,aku hannya mempertahankan rumah tanggaku,dan juga kebahagian anakku." Ucap Salsa,dia menyeka matanya yang sudah mulai berembun.Ini adalah kesalahan terbesar dalam hidupnya saat membawa sahabatnya ke rumahnya.Saat ini dia bukan hannya kehilangan sahabat,tapi juga kehilangan kepercayaan kepada suaminya dan kebahagian yang dimilikinya dulu.
Semalaman Amanda berjaga dia tidur saat hampir subuh,pagi-pagi sekali dia pulang ke rumahnya,dia naik ojek online yang dipesannya.Saat Amanda sampai di rumah,dia tidak menemukan suaminya lagi karena dia sudah pergi bekerja pagi-pagi sekali.
"Tante,Salsa sedang di rawat di rumah sakit,semalam aku sudah menjaganya hari ini silahkan kamu jaga dia sampai keadaanya benar-benar sembuh." Ucap Amanda kepada Rahma yang baru saja keluar dari dalam kamarnya.
"Berikan aku uang,aku tidak punya uang." Jawab Rahma,Amanda mengambil uang lima juta rupiah lalu memberikan kepada Rahma.Mata Rahma langsung berbinar setelah mendapat uang yang begitu banyak dari Amanda.
Setelah Rahma masuk ke dalam kamarnya,Amanda menghampiri mertuanya yang sudah menatapnya dari tadi.Amanda merasa bersyukur karena keadaan mertuanya sudah semakin sehat bahkan dia sudah bisa berjalan sendiri walau belum seperti orang normal.
"Untuk apa kamu memberikan uang sebanyak itu kepada wanita itu,aku lihat dia wanita yang sangat gila uang." Ucap mertuanya dia berjalan menuju ruang tamu lalu mendaratkan bokongnya di atas sopa.
__ADS_1
"Sudahlah ma,mereka semua sifatnya memang seperti itu,aku sudah muak sekali melihat mereka di rumah ini, tapi aku harus sabar sampai Salsa melahirkan nanti." Ucap Amanda.
Kedua wanita yang berbeda umur itu hanya diam tampa bicara sepatah kata pun,sampai perut Amanda yang berbunyi mengangetkan mereka berdua.
"Kamu...Mengurus orang kamu bisa tapi kamu saja sampai lupa makan." Ucap Mertuanya,membuat Amanda tersadar kalau dia tidak makan dari kemarin.
"Hehehe...Iya ma..aku terlalu sibuk mengurusi Salsa sampai lupa makan." Jawab Amanda.
Amanda berjalan menuju meja makan,dia makan begitu nikmat apalagi hari ini masakan pelayannya cukup membuat cacing di perutnya menyanyi.
****
Rahma pergi menuju rumah sakit yang sudah di beritahu Amanda sebelumnya,dia sangat bersemangat saat mendapat uang yang cukup banyak dari Amanda.
"Coba saja kalau Salsa satu-satunya istri Aditia aku yakin setiap saat aku bisa meminta uang yang banyak dari Salsa.Sial sekali nasibnya hannya bisa menjadi yang kedua." Ucap Rahma.Tiba-tiba ponselnya berbunyi saat dia hampir memasuki ruangan Salsa.
"Hah...Kekasihku sudah menghubungiku,bagaimana ini,aku tidak akan menemuinya hari ini,aku takut dia akan meminta semua uang ini." Ucap Rahma mengabaikan panggilan Toni kekasihnya.
Rahma baru saja tinggal di kota ini,tapi dia sudah menyuruh brondongnya yang tinggal di kampung menemuinya di kota ini.
πππbersambung ππ π
__ADS_1