Rumah Tanggaku Hancur Ditangan Sahabatku

Rumah Tanggaku Hancur Ditangan Sahabatku
Bab 62 ~ Menerima dengan ikhlas ~


__ADS_3

Rahma sangat kaget saat seorang wanita muda yang sangat seksi keluar dari dalam kamar kekasihnya dia semakin kaget saat wanita itu mengaku kalau dia pacar kekasihnya.


"Apa kamu bilang!! dasar ****** kamu,keluar dari sini,kamu pikir siapa yang membayar kontarakan ini selama ini." Rahma terlihat sangat marah,wajahnya memerah dan wajahnya yang sudah mulai kendor mulai menegang akibat menahan emosinya.Rahma berusaha menerobos pintu tapi dengan kasar Tomi mendorongnya hingga dia terjatuh kelantai.


Beberapa pasang mata,melihat keributan di antara mereka bertiga,seorang wanita menghampiri mereka dan memarahi Tomi.


"Hei anak muda,jahat sekali kamu kepada ibumu,apa kamu tidak takut kena karma?" Tanya Wanita itu membuat Tomi dan Maya tersenyum mendengar ucapan wanita itu.


"Hei ibu,tau apa kamu,dia hannya wanita gila yang menyukai calon suamiku,coba kamu dengar ibu Rahma,ibu itu saja mengira kalau kamu adalah ibu dari Tomi,jadi sadarlah kamu sudah tua carilah kehidupan mu yang lebih baik berhenti mencintai pria muda." Ucap Maya dengan tersenyum sinis.Wanita yang menghampiri Rahma dan juga Tomi meludah saat mengetahui kenyataanya,dia sangat kaget mendengar ucapan Maya.


"Aku tidak menyangka ternyata wanita ini wanita tidak tau malu,hei ibu....Kamu sudah tua bagaimana bisa kamu mengejar pria muda seperti dia." Ucap wanita itu.Rahma benar-benar kaget melihat perubahan sikap Tomi,dia tidak menyangka pria itu memiliki wanita lain bahkan Tomi tidak marah kepada Maya saat Maya mempermalukan dia di depan umum.


Melihat orang-orang semakin banyak mencibirnya pelan-pelan Rahma meninggakan tempat itu,dia tidak mau menjadi bahan tertawaan orang lain.


Rahma berjalan setapak demi setapak di jalanan dia bingung harus pergi kemana sementara dia tidak punya uang sedikit pun untuk kembali ke kampung sementara untuk kembali ke rumah Aditia dia tidak punya keberanian sama sekali.


****

__ADS_1


Sementara itu Amanda dan Aditia sudah kembali dari mall,mereka memborong begitu banyak barang perlengkapan bayi mereka,Amanda memutuskan untuk menjadikan baby boy sebagai anaknya.


"Mama,dede tidak menangis dari tadi,dia hannya menangis saat dia sedang pipis tapi nenek sudah menggantinya." Ucap Renata berlari mengejar mereka ke pintu,padahal mereka juga ingin masuk ke kamar itu.


Amanda mengangkat baby boy,lalu memberikan minuman susu ke mulutnya karena boy sudah tampak haus.


"Mama,siapa nama baby nya ma?" Tanya Renata,Amada tampak berfikir,sebenarnya dia sudah mengarangnya sendiri tapi dia takut suaminya tidak setuju.


"Tanya papa sayang,biar papa saja yang buat." Ucap Amanda,Aditia terlihat salah tingkah padahal Amanda tidak ada niat untuk menyudutkannya.


"Ya sudah panggil nama dede dengan sebutan boy,kelak dia menjadi pria yang bertanggung jawab dan mencintai keluarganya."Jawab Amanda,Amanda tidak sadar kalau Aditia sangat salah tingkah dengan ucapannya.


"Hore.....Boy,cepat besar ya kaka akan menjaga mu dengan baik." Ucap Renata,Amanda sangat bersyukur karena Renata langsung percaya dengan ucapannya.


Setelah boy kembali tidur,Aditia dan mamanya keluar dari dalam kamar sementara Renata masih menemaninya mengurus bayi kecil mereka,padahal sebelumnya dia takut jika Renata tidak menerima kehadiran boy apalagi selama ini kasih sayangnya dan juga suaminya di berikan semuanya kepadanya.


"Sayang apa kamu sangat mencintainya?"

__ADS_1


"Iya ma,terima kasih ya ma,akhirnya aku punya adik juga." Ucap Renata dengan wajah penuh kebahagian.


****


Tidak terasa boy sudah berumur satu bulan,mereka sangat menikmati hari-hari ditemani boy dan juga Renata,bahkan Amanda tidak membiarkan bayi itu di urus oleh pelayan.


Amanda sangat bersyukur untuk kehidupannya yang sudah kembali seperti dulu yang membedakan hannya mereka sekarang punya bayi kecil.Setelah semua penderitaan yang di alaminya selama ini sangat banyak sekali di ambil pelajaran hidup.Kini hubungannya dengan suami semakin membaik,bahkan mereka semua.


"Sayang terima kasih karena sudah menjadi wanita hebat di dalam hidupku,semoga ke depannya hubungan kita akan semakin membaik.


Sementara itu seorang wanita Kumal,sedang duduk di sebuah lampu merah dia meminta belas kasihan orang untuk makan.Rahma sangat menyesal karena pernah membuang dua anaknya yang begitu baik kepada padanya.


Dasar pria bajingan dia sudah membuatku hancur seperti ini." Ucap Rahma,dia terlihat sangat depresi sesekali dia menangis membayangkan kebodohan yang selama ini di lakukan sekarang dia hannya menanggung malu akibat perbuatanya.


Terima kasih reader yang sudah mengikuti cerita author remahan ini semoga kalian senang terima kasih.


πŸ’—πŸ’—πŸ’—Tamat πŸ’—πŸ’—πŸ’—

__ADS_1


__ADS_2