
Rahma sangat ketakutan saat Aditia memergokinya bersama seorang pria muda,ingin sekali dia kabur tapi dia malu jika sampai pacarnya mengetahui apa yang dia lakukan di belakanganya.
"Tomi sekarang kamu pergi,dia suami dari anakku,aku takut dia membawa kita dalam masalah,sekarang cepat pergi." Ucap Rahma,tampa berpikir panjang,Tomi segera melepaskan tangan Rahma lalu pergi berlari,dia tidak mau berada dalam masalah nantinya.
Aditia menatap sinis Rahma,dia sangat membenci wanita itu bahkan dia ingin sekali melaporkan Rahma ke pihak yang berwajib karena sidang mengambil semua harta miliknya dan juga milik kekasihnya.
"Kenapa pria itu kabur,kenapa kamu tidak kabur sekalian,memangnya kamu masih punya muka melihatku,setelah kamu membawa kabur semua hartaku." Ucap Aditia,Rahma menunduk dia sama sekali tidak berani menatap wajah menantunya.
"Kenapa kamu masih diam disini,sekarang ikut denganku ke rumah,kamu harus mempertanggung jawabkan semua yang kamu lakukan."Ucap Aditia dengan wajah sinis membuat Rahma semakin ketakutan.Dia takut ikut bersama Aditia selain takut dengan Aditia dia juga malu kepada Salsa.
"Maafkan aku nak Aditia,aku mohon kepadamu maafkan aku sekali ini saja,aku sangat mencintai Toni jangan biarkan aku menderita." Ucap Salsa,dia pura-pura menangis di hadapan Aditia tapi sayang Aditia sudah tidak peduli dengannya.
Rahma semakin memperkuat tangisannya hingga beberapa orang yang lewat menoleh ke arahnya,mereka juga memandangi Aditia,mereka mengira kalau Aditia sudah membuat wanita itu menangis.
"Sudahlah nyonya Rahma,kamu di jemput polisi ke tempat ini atau kamu ikut denganku ke rumah,jangan mencari simpati kepada orang lain,karena itu akan membuatku semakin membencimu."Ucap Aditia,dia kesal dengan sikap Rahma yang menjebaknya.
Rahma langsung diam saat Aditia mengancamnya,apa pun yang terjadi dia tidak akan mau masuk penjara akhirnya dengan langkah berat Rahma masuk kedalam mobil Aditia lalu mereka meninggalkan tempat itu.Beberapa orang yang melihat mereka tampak berbisik-bisik karena mereka pikir Aditia sudah menganiaya Rahma.
__ADS_1
Aditia menyetir mobilnya dengan kecepatan yang cukup tinggi,beberapa kali dia membanting stir dia begitu marah kepada Rahma yang berusaha untuk menjatuhkannya barusan saat orang-orang sedang memperhatikan mereka.
"Maafkan aku Aditia,aku tau aku salah,tapi tolong jangan terlalu kencang membawa mobil karena aku sangat takut." Ucap Rahma dengan nada memohon.Aditia tersenyum kecut,dia membayangkan betapa bodohnya Rahma yang membiayai hidup seorang brondong demi kepuasan nafsu sesaat,bahkan dia sangat yakin jika barang-barang mahal yang dia ambil dari rumahnya,sudah di jual untuk membiayai brondongnya.
Aditia mulai merendahkan laju kendaraannya,dia melirik Rahma dengan ekor matanya,sekilas dia tidak menyangka jika wanita itu akan melakukan hal yang sangat hina seperti itu.
" Kamu menjual semua perhiasan istriku dan juga jam tangan mewahku hannya untuk membiayai brondong mu itu,dasar wanita j a l a n g kamu,bisa-bisa kamu sudah tua tapi melakukan hal rendahan seperti itu,apa kamu tidak punya rasa malu,aku rasa kamu pasti sudah memiliki cucu, seharusnya kamu tidak melakukan hal rendahan seperti itu." Ucap Aditia,dia berbicara tanpa menoleh sedikit pun ke arah Rahma,kini Aditia sadar kenapa Salsa memiliki sikap yang buruk mungkin itu karena keturunan dari ibunya juga.
"Apa yang salah,aku mencintai Tomi,dia pria yang hebat,bahkan aku sangat membutuhkan dia,aku sengaja menyuruhnya datang dari desa untuk menemui ku di kota ini,aku dan dia sudah pacaran hampir lima tahun." Jawab Rahma tanpa beban,Aditia cukup kaget mendengar itu.
"Tidak ada yang salah,aku hannya menasehati mu,jika kamu tidak punya uang yakinlah pria itu juga akan meninggalkan kamu." Ucap Aditia.Rahma menunduk malu,dia tidak tau harus bagaimana karena perasaanya kepada Tomi semakin hari semakin besar,bahkan Rahma tidak mengijinkan Tomi pacaran dengan wanita mana pun,dan Tomi menyanggupinya.
"Aku mohon Aditia ijinkan aku pergi,aku takut Salsa marah kepadaku." Ucap Rahma dia menolak saat Aditia ingin menarik tangannya,dia masih ragu-ragu saat mereka hampir sampai di depan pintu.Aditia tidak melepaskan tangannya saat Rahma dengan keras berusaha menepis tangannya.
"Ayo ikut,kamu jangan membuatku emosi,aku bisa membuat kekasih mu itu meninggalkan mu,jangan mimpi orang tau,dia hannya menyukai uangmu bukan dirimu sadar lah." Ucap Aditia,dia mendorong pintu rumah hingga mereka sampai di dalam rumah.
"Salsa.....Salsa....Sini kamu! "Salsa yang baru saja terlelap langsung terbangun dari tidurnya lalu dia beranjak dari tempat tidur dan membuka pintu kamarnya.
__ADS_1
"Bu.....Apa yang kamu lakukan kepada ibuku?" Salsa sangat marah saat Aditia melepaskan cengkraman nya dari tangan Salsa lalu mendorongnya dengan kasar ke hadapan Salsa yang sudah berdiri di depan mereka.
"Salsa....Apa yang terjadi dengan mu,kenapa tubuhmu sangat kurus,bahkan rasanya tubuhmu hanya tinggal tulang yang di tutupi oleh kulitmu."
"Ini semua karena ulah ibu,pria yang ada didepan mu ini sudah menghancurkan hidupku,untuk apa ibu mengambil semua harta mereka,kenapa ibu begitu jahat kepada ku,tidak kah kamu merasa kasihan dengan ku." Ucap Salsa.Rahma menunduk malu,dia tidak bisa berkata-kata,melihat tubuh salsa yang begitu kurus kering membuatnya merasa iba.
"Jangan banyak sandiwara di hadapanku,sekarang katakan kepadaku bagaimana kamu bertanggung jawab untuk semua barang yang sudah kamu curi,tega sekali kamu menumbalkan anakmu demi hawa nafsu mu,lagian apa kamu tidak punya malu kamu sudah punya cucu tapi kelakuan mu seperti itu." Ucap Aditia.Salsa menatap ibunya,dia tidak mengerti dengan ucapan Aditia.
"Apa maksudnya ucapan mu?"
"Tanya sendiri ibumu,sekarang yang aku inginkan segera bertanggung jawab untuk semua barang-barang ku,kalau tidak sekarang juga aku akan melaporkan mu ke pihak yang berwajib." Jawab Aditia.Rahma terlihat ketakutan,wajahnya sudah berubah pucat,sementara uang hasil penjualan perhiasan dan jam tangan milik keluarga Aditia sudah hampir habis.
Tiba-tiba Rahma bersujud di hadapan Aditia,
"Tolong jangan masukkan aku ke penjara,aku mohon aku mengakui kalau aku sudah mengambilnya dan untuk saat ini aku tidak bisa membayarnya lagi karena uangnya sudah habis semuanya aku mohon aku rela melakukan apa saja,bahkan aku rela jadi pembantu di rumah ini!!"Ucap Rahma,Aditia semakin jijik melihat sikap Rahma,bagaimana bisa dia dengan mudah berbicara seperti itu di hadapan mereka dia benar-benar ingin memasukkan Rahma ke penjara agar menjadi pelajaran ke depan nya.
Salsa terlihat gemetaran,dia malu melihat perlakuan ibunya,lama dia merantau ke menjadi TKW dia tidak menyangka kalau sikap ibunya berubah seperti itu.
__ADS_1
"Bu...Untuk apa uang sebanyak itu,aku membawa mu ke rumah ini Bu agar aku ada menemani,tetapi kenapa ibu membuatku malu seperti ini?" Terlihat jelas kalau Salsa sidang lelah dengan yang terjadi kepadanya.
πππbersambung πππ