Rumah Tanggaku Hancur Ditangan Sahabatku

Rumah Tanggaku Hancur Ditangan Sahabatku
bab 36 ~ Nikahi anak saya ~


__ADS_3

Rahma menyendok makanan ke piring Riki dan Raka,setelah itu memberikan ikan separuh-separuh untuk kedua anak itu dan dia tidak memberikan ayam kepada mereka.


"Nenek aku mau ayam." Ucap Raka polos.Dia terus memandang ke piring yang penuh ayam goreng.Rahma pura-pura tidak mendengar ucapan cucunya dia dan Salsa menghabiskan seluruh ayam goreng itu,setelah selesai makan mereka meninggalkan mereka semua di dapur,setelah itu mereka berdua masuk ke kamar.


"Sudah makan apa yang ada saja sayang,nanti kalau kita punya uang kita beli ayam goreng." Ucap Yanti kepada kedua anaknya,suaminya hannya bisa diam,hatinya bagai tersayat pisau,melihat kedua anaknya yang tidak bisa memakan apa yang mereka inginkan.


Keesokan paginya Rahma dan Salsa bergegas meninggalkan desanya,mereka buru-buru kembali ke kota karena Salsa takut Aditia dan keluarganya melakukan sesuatu di luar dugaannya maklum mereka kaya raya mereka mampu melakukan apa pun yang mereka inginkan.


Setelah melakukan perjalanan hampir empat jam,akhirnya mereka sampai di terminal kota Jakarta,Rahma dan Salsa naik ke taksi online yang sudah di pesan oleh Salsa sebelum mereka sampai di terminal.


Mereka keluar dari dalam taksi setelan mobil yang mereka tumpangi sampai di luar rumah keluarga Aditia,Rahma benar-benar kagum melihat mewahnya rumah suami Amanda kini dia mengerti kenapa Amanda begitu gigih menolak Salsa menikah dengan suaminya ternyata dia punya suami orang yang sangat hebat.


"Bu,ayo kita masuk,mungkin mas Aditia belum pulang,ini kan masih sore biasanya dia pulang kalau sudah jam tujuh." Ucap Salsa mereka membuka gerbang lalu berjalan ke teras rumah,lalu menekan bel pintu rumah.


Setelah beberapa kali menekan bel akhirnya pintu dibuka oleh pelayan yang biasa,Salsa menarik tangan ibunya,lalu masuk menerobos pintu.


"Bibi tuan sudah di rumah?" Tanya Salsa sambil berjalan memasuki rumah.


"Belum nona." Jawab Pelayan sambil mengikuti mereka dari belakang.Saat itu Amanda turun dari lantai atas seketika dia kaget melihat kehadiran Salsa dan juga mamanya.

__ADS_1


"Apa yang kalian lakukan di rumah ini,untuk apa kamu membawa ibumu kemari?" Tanya Amanda yang sudah berdiri di bawah tangga,dia begitu kesal saat melihat Salsa kembali ke rumahnya bahkan membawa ibunya juga.


"Kenapa Amanda,kamu keberatan kalau aku datang ke rumah ini,aku datang kesini untuk meminta suami mu bertanggung jawab atas janin yang ada di perut anakku,kenapa kamu keberadaan?" Rahma membentak Amanda,seketika wajah Amanda memerah ternyata kepergian salsa kemarin hannya untuk menjemput ibunya dan hari ini Salsa kemabli membawa ibunya dengan tas yang cukup besar.


"Diam.....Pergi kalian semua dari rumahku,dasar orang-orang tidak tau malu,bisa-bisanya kalian datang kesini tampa punya rasa malu." Amanda memekik dengan keras membuat Renata dan neneknya kaget,Renta menghampiri mamanya lalu memeluk mamanya,dia takut terjadi sesuatu kepada mamanya.


"Amanda apa yang terjadi?" Mertuanya juga keluar dari kamar lalu menghampirinya,mertuanya menatap Salsa dan juga wanita itu.


"Siapa kamu? untuk apa kamu datang ke rumah ini?" Tanya mertuanya,Rahma juga menatapnya dengan sinis,dia sudah tau kalau wanita itu adakah mertuanya Amanda.


Rahma menatap sinis kepada Amanda,dia begitu iri melihat kesuksesan hidup Amanda,memiliki suami hebat,dan juga mertua yang begitu baik kepadanya,sebelumya Salsa sudah cerita ke padanya kalau Amanda memiliki mertua yang begitu baik kepadanya.


"Apa maksud wanita itu ma?" Tanya Renata polos.


"Sayang kamu masuk kamar,mama tidak papa kok,mama baik-baik saja." Ucap Amanda lalu memberi isyarat kepada pelayan yang tidak jauh dari mereka untuk membawa Renata kembali ke kamarnya.


"Hahaha....Mama sama anak sifatnya sama persis,Salsa kenapa kamu begitu ambisi ingin memiliki anakku,apa kamu begitu jatuh cinta dengan anakku,hingga kamu menjebak anakku,setelah itu kamu memaksanya untuk menikahi mu,bisa-bisanya kamu membawa ibumu ke rumah ini,hannya untuk memaksa keinginanmu." Ucap Mertuanya Amanda.


"Pokoknya aku tidak mau tau,secepatnya anak kamu harus menikahi anakku,kamu juga Amanda keterlaluan sekali kamu,bukankah kamu dan Salsa sebelumnya sahabat yang begitu dekat apa salahnya kamu membiarkan suami mu menikah dengan Salsa,kamu jangan keterlaluan." Ucap Rahma,dengan tidak tau malu.

__ADS_1


Amanda sudah tidak tau lagi harus bicara apa sama Salsa,kejadian ini seperti mimpi baginya,dia merasa tidak yakin ada manusia seperti Salsa yang benar-benar licik dan jahat.


Amanda membawa mertuanya duduk di sopa,dia kesal,emosi,lelah bersatu di dalam pikirannya hingga dia tidak bisa harus berbuat apalagi,dia sudah melakukan segala cara untuk membujuk Salsa tapi kenyataannya semuanya tidak semudah yang dia bayangkan,dia tidak pernah berpikir dalam hidupnya memiliki suami yang juga harus di miliki wanita lain.


Apa pun yang terjadi,dia sudah bertekad kalau dia tidak akan mengijinkan Aditia untuk menikah Salsa.


"Ma,biarkan saja mereka melakukan apa pun yang ingin mereka lakukan,lebih baik kita tunggu mas Aditia kembali ke rumah ini." ucap Amanda.


Rahma dan Salsa memasuki kamar mewah milik Salsa,Rahma langsung menjatuhkan tubuhnya di ranjang yang cukup empuk bahkan seumur hidupnya dia belum pernah tidur di ranjang semewah itu.


"Kalau suami mu sehebat ini,aku bakal betah tinggal di rumah mewah ini,kenapa kamu tidak dari kemarin-kemarin,aku juga ingin tinggal di rumah mewah seperti ini." Ucap Rahma,dia membuka tasnya lalu menyusun pakaiannya di lemari.


"Makanya ibu harus bekerja keras untuk memaksa Aditia menikahi ku." Jawab Salsa,dia meninggalkan ibunya di kamarnya dia masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Aditia bergegas meninggalkan gedung perusahannya, setelah dia selesai memeriksa seluruh berkas yang datang keruangannya hari ini,sebelum dia masuk ke mobilnya dia melonggarkan dasinya yang seakan mencekik lehernya.


"Lelah sekali hari ini,semoga aku sampai di rumah tidak ada masalah yang membuat kepalaku pusing.Dan aku juga berharap wanita benalu itu tidak datang lagi,akhirnya dia pergi juga dari rumah,hatiku rasanya begitu lega." Ucap Aditia sambil menyetir mobilnya perlahan karena jalanan masih macet dan juga licin mungkin karena sore tadi hujan begitu deras mengguyur kota metropolitan ini.


πŸ’—πŸ’—πŸ’—bersambungπŸ’—πŸ’—πŸ’—

__ADS_1


__ADS_2