
Amanda menatap lirih ke arah suaminya,benar apa yang di katakan oleh Rahma,dia terlalu munafik menjadi seorang pria,mungkin saja waktu itu Salsa menjebaknya sekali tapi untuk selanjutnya dia sendiri yang menginginkan Salsa.
Salsa menghela napas panjang,dia sudah tau akan hal itu jadi dia tidak mungkin merindukan itu lagi karena terlalu sakit hatinya jika mengingat perbuatan suaminya,itu,dia mempertahankan hubungan ini karena dia memikirkan masa depan Renata,apalagi Akhir-akhir ini Aditia sudah terlihat berubah.
"Silahkan anda keluar dari rumah ini jika kehadiranmu hannya membuat keributan nantinya." Ucap Aditia dengan tatapan sinis,dia kesal sekali kepada Rahma karena ucapannya seakan ingin menghasut Amanda untuk membencinya.
"Bukankah apa yang kukatakan benar,kamu terlalu munafik,kamu sebagai suami yang sudah memiliki istri dua harus bisa adil dengan kedua istrimu,dan kamu Amanda,kamu sudah memberikan ijin kepada suami,mu kamu juga tidak bisa terlalu mengekang Aditia." Ucap Rahma.Mendengar ucapan wanita itu seketika perasaan Amanda sedih dan kecewa,dia memberikan suaminya ijin bukan karena dia menginginkannya tapi dia lelah degan ancaman dan tekanan dari Salsa selama ini.
"Maaf tante,sepertinya tante,terlalu banyak ikut campur masalah rumah tangga kami,lebih baik tante kembali ke kamar Tante,kami bisa meyelesaikan masalah rumah tangga kami." Ucap Amanda.Dia langsung pergi meninggalkan suaminya dan juga Rahma,dia tidak mau termakan oleh hasutan Rahma.
****
Keesokan harinya saat suami dan putrinya berangkat seperti biasanya,Amanda dan seorang pelayannya pergi ke supermarket untuk belanja kebutuhan rumah tangga.Semua kebutuhan rumah sudah habis hingga dengan terpaksa dia harus belanja hari ini.Padahal entah kenapa pagi ini dia sangat malas untuk keluar rumah,dia merasa tubuhnya kurang fit karena beberapa hari ini dia insomnia berat.
"Kalau nyonya kurang enak badan,kita masih bisa belanja besok jangan dipaksakan." Ucap Pelayan yang mengikuti langkah Amanda yang sedikit gontai.
"Aku tidak papa,perasaan aku cuma tidak enak saja. lebih baik kita berangkat sekarang biar bisa pulang cepat." Ucap Amanda.Dia langsung mengemudikan mobilnya lalu berangkat menuju supermarket langganannya yang sedikit jauh dari rumahnya.
__ADS_1
Dari tadi Rahma mengintip Ruang tamu dari celah jendela kamar yang di tempatnya dan juga Salsa.Melihat Amanda sudah keluar dari rumah,Rahma bergegas keluar dari dalam kamar lalu melihat situasi rumah.
Salsa masih tertidur pulas saat ibunya melakukan gerak-gerik mencurigakan.Rahma menaiki anak tangga dengan sangat hati-hati karena takut pelayan yang lain memergokinya,dia langsung masuk kedalam kamar Amanda dan suaminya lalu menguncinya dari dalam kamar.
Rahma mulai melakukan aksinya,dia membuka laci-laci lemari matanya langsung terbelalak saat melihat tumpukan perhiasan mewah milik Amanda,dengan cepat dia memasukan seluruh perhiasan ke dalam tas miliknya tidak lupa mengambil semua surat-surat barang berharga itu.
Setelah menggasak barang perhiasan milik Amanda,lalu dia beralih ke laci lemari yang satunya lagi ternyata di sana tempat penyimpan jam mewah milik Aditia.
"Aku akan kaya setelah menjual semua ini." Ucap Amanda,dia mengambil semua jam milik Aditia.Dia membuka semua lemari tapi semuanya sudah kosong dia hannya menemukan beberapa amplop yang berisikan uang mungkin itu untuk gaji para pelayan yang ada di rumah.
Rahma langsung bergegas meninggalkan kamar setelah merapikan semua kekacauan yang dibuatnya,dia tidak mau Amanda langsung menyadari kalau perhiasannya sudah raib semuanya.
"Sudahlah aku bisa membeli baju yang banyak jika aku sudah menjual semua ini.Aku sudah lelah dengan keluarga ini,maafkan aku Salsa aku terpaksa melakukan ini karena aku mencintainya "Ucap Rahma,dia langsung masuk ke taksi online pesannya lalu pergi menuju toko perhiasan terbesar di kota ini.
Tidak lama Rahma pergi,Amanda kembali dari pasar,dia tidak jadi belanja karena perasaanya tidak tenang.
"Amanda kalian dari mana saja?" Tanya Mertuanya saat melihat Amanda masuk kedalam rumah dan langsung duduk di sopa sambil memijat kepalanya yang sangat penting.
__ADS_1
"Kami tadi mau belanja,tapi tiba-tiba kepala ku pusing,ya sudah besok saja belanja untuk kebutuhan hari ini biarkan pelayan saja yang pergi ke pasar kebetulan aku ingin makan cumi asam manis." Ucap Amanda.Mertuanya hannya diam mendengar ucapan menantu kesayangan nya.
"Amanda coba kamu masuk ke kamarmu,tadi mama lihat,Rahma turun dari lantai atas,dia langsung keluar dengan terburu-buru sambil menenteng tas yang lumayan berat,mama bukannya menuduh yahh tidak-tidak tapi mama hannya curiga dengan gelagatnya." Ucap Mertuanya.Amamda langsung bergegas menaiki anak tangga lalu masuk ke dalam kamarnya,setelah itu dia membuka kotak perhiasannya.
Deg...
Tiba-tiba jantung Amanda berdetak hebat saat semua perhiasannya ludes,lalu dia kembali membuka laci tempat jam tangan mahal suaminya,dan ternyata semuanya sudah raib.
Amanda langsung terkulai lemas,dia duduk di lantai,lalu menangis sesenggukan,dia tidak menyangka kehadiran Salsa dan ibunya ke rumahnya benar-benar membawa masalah besar.
Amanda sangat ketakutan,dia takut jika suaminya tau maka dia akan di marahi karena koleksi jam suaminya itu adalah barang-barang mewah.
"Amanda....Amanda...."
"Bibi....bibi...." Seorang pelayan berlari kecil menghampirinya,dia takut di atas sana terjadi sesuatu karena Amanda belum juga keluar dari dalam kamarnya.
"Bibi....Suruh nyonya Amanda menemui ku,di bawah ini apa yang terjadi di kamar sana,aku yakin pasti wanita itu sudah mengambil sesuatu karena gerak geriknya sudah mencurigakan." Ucap wanita itu.
__ADS_1
Pelayan yang naik ke lantai atas sangat kaget saat melihat Amanda tergeletak di lantai,dia tiduran sambil menagis karena semua harta milik mereka berupa perhiasan sudah raib.
πππbersambung πππ