
Tomi melayani Rahma sampai dia benar-benar tidak berdaya,mereka melakukannya di dalam ruang tamu,hingga membuat Salsa mengurungkan niatnya untuk makan padahal dia sudah benar-benar lapar.
Setelah beberapa jam Salsa kembali keluar dari dalam kamarnya,dia perlahan mendekati ruang tamu,saat dia tidak mendengar suara ******* lagi dia memberanikan diri melewati ruang tamu.
Pada saat itu dia melihat ibunya terkulai lemas di sopa sementara Tomi tidak terlihat di tempat itu.
"Salsa kamu mau kemana?" Tanya Rahma,dia tidak menjaga perasaan Salsa sedikit pun padahal dia masih setelah bugil.Salsa menoleh ke arah mamanya lalu menatapnya dengan sinis.
"Apa urusan ibu,urus saja hidupmu lakukan apa yang membuatmu senang,walaupun kamu sudah tua bahkan sudah punya anak kamu tidak punya rasa malu sedikit pun pacaran dengan pria muda seperti Tomi." Ucap Salsa ketus.Karena tidak ingin terjadi keributan lagi dia berjalan meninggakan ibunya dan pergi ke dapur,saat itu dia berpapasan dengan Tomi yang baru keluar dari dalam kamar mandi.
"Sayang kamu mau kemana?" Tanya Tomi Salsa menatap sinis kepada Tomi dia semakin jijik melihat sikap Tomi yang bahkan terlihat sangat murahan.
"Pria sampah,jangan coba-coba menganggu ku,lebih baik kamu pergi dari rumah ini, kamu jangan mengotori rumah ini dengan sikapmu yang murahan itu." Ucap Salsa.
Tomi menyeringai melihat Salsa semakin Salsa emosi semakin dia sangat menyukainya dia mengikuti langkah kaki Salsa yang berjalan mendekati meja makan,melihat Tomi yang selalu mengikutinya Salsa kembali menatapnya.
"Bisa tidak kamu tidak mengikuti ku,kamu sudah gila ya,pergi...." Salsa menjerit membuat Tomi sedikit panik dia takut Rahma mendengar teriakannya akhirnya dia meninggalkan Salsa di belakang dan kembali menemui Rahma.
"Sayang,sepertinya aku mendengar suara Salsa menjerit ada apa?" Tanya Rahma penuh curiga dia menatap wajah Tomi yang sudah mulai berubah.
__ADS_1
"Tidak papa,diakan sangat benci kepda ku,saat kami berpapasan dia mengusirku untuk pergi dari rumah ini katanya,mungkin dia cemburu melihat hubungan kita." Jawab Tomi berusaha memprovokasi mereka berdua.
Rahma langsung mengenakan semua pakaiannya lalu menatap sinis ke arah dapur,dia sangat kesal mendengar Tomi cerita seperti itu.Setelah dia memakai pakaiannya dia langsung pergi ke dapur meninggalkan Tomi yang tidak peduli dengan mereka berdua.
"Kalau mereka berantem aku bodo amat,biarkan saja biar wanita hamil itu pergi dari rumah ini setelah itu aku bisa perlahan menyakiti Rahma dan mengusirnya dari rumah ini."Suara hati Tomi.Setelah melihat kemewahan rumah yang di tempati Salsa dan juga Rahma membuat Tomi ingin menguasainya juga bagaimana pun juga dia harus punya rumah saat kekasihnya kembali dari luar negri.Dia memang pria yang tidak menyukai pekerjaan tapi dia ingin punya uang banyak.
Semetara itu Rahma sudah sangat kesal mendengar semua ucapan Tomi,dia tidak ingin Tomi merasa tidak nyaman tinggal di rumah itu dia takut tiba-tiba Tomi pergi meninggakan dia.
"Salsa,apa yang kamu katakan kepada suamiku,kamu ingin dia pergi dari rumah ini ya,kalau kamu tidak betah tinggal di rumah ini lebih baik kamu keluar saja,ibu sudah katakan kepadamu untuk menjaga sikapmu tapi kamu malah mengusir suamiku itu." Ucap Rahma wajahnya terlihat sangat emosi dan Salsa juga sangat kesal saat ibunya berkali-kali menyebutnya pria itu sebagai suaminya padahal mereka tidak terikat pernikahan.
"Suami.....Suami....Suami...Apa ibu tidak malu mengakuinya sebagai suami,padahal kalian tidak terikat pernikahan bahkan pria itu hannya memanfaatkan ibu,lagian ya bukan aku yang pergi dari rumah ini tapi kamu,sekarang aku sadar ibu sengaja memanfaatkan aku supaya kamu bisa menguasai rumah ini dasar ibu iblis tidak berguna."
"Ibu...Tega sekali kamu berbicara seperti itu,ingat di saat kamu tua anakmu lah yang merawat mu bukan pria bajingan itu,dia hannya memanfaatkan mu." Ucap Salsa sambil memegangi wajahnya yang panas akibat tamparan dari ibunya.
"Apa kamu bilang,pria bajingan,dasar kurang ajar,katakan sekali lagi aku ingin mendengarnya,dasar manusia tidak tau malu." Rahma menarik rambut Salsa sampai dia mendongak ke atas setelah itu dia mendorong Salsa hingga dia terbentur ke lantai.
"Aaahhh....Sakit....Tolong aku sakit." Salsa mengerang kesakitan,bukannya membantu Salsa Rahma malah mengabaikan Salsa yang sudah kesakitan bahkan dari ************ nya sudah keluar darah.
Melihat ibunya yang tidak peduli dengannya Salsa perlahan berjalan ke arah kamarnya darah berceceran dari selangkangannya dia meringis menahan sakit yang luar biasa wajahnya sudah pucat.
__ADS_1
Salsa mencari ponselnya lalu dia menghubungi nomor Aditia,dia sudah tidak tahan lagi menahan rasa sakit itu.Sementara Aditia yang melihat panggilan dari Salsa mengabaikannya karena tidak peduli lagi dengan wanita itu.
Melihat Aditia yang tidak merespon panggilannya dengan sisa tenaganya dia menghubungi Amanda,beberapa kali dia menghungi nomor Amanda tapi mereka semua tidak meresponnya.
"Mungkin ini sudah karma ku,kalau aku mati seharusnya aku minta maaf kepada mereka." Ucap Salsa.Sementara itu Amanda melihat panggilan Salsa akhirnya dia menghubungi Salsa karena dia takut sesuatu yang buruk terjadi kepada Salsa apalagi dia sedang hamil besar.
π H_halo....T_tolong aku Amanda aku ingin mati,tolong aku sekali ini saja." Ucap Salsa lalu memutuskan panggilan teleponnya.
Amanda sangat panik mendengar erangan minta tolong dari Salsa Tampa pikir panjang dia menghungi suaminya yang sedang di kantor dan menyuruhnya datang ke rumah mereka untuk membantu Salsa.
Sebenarnya Aditia sudah tidak peduli dengan wanita itu tapi karena Amanda yang selalu panik jika sesuatu terjadi akhirnya Aditia segera meninggalkan kantor dan berangkat ke rumahnya sementara Amanda berangkat dengan menaiki taksi online pesanannya.
Aditia dan Amanda hampir sampai bersamaan mereka langsung masuk kedalam rumah,mereka sangat kaget saat melihat Rahma bersama pria di ruang tamu sedang santai tanpa rasa malu.
Amanda mengabaikan kedua manusia itu,dia langsung berlari ke kamar Salsa dan mendorong pintu dia sangat kaget saat melihat Salsa sudah pingsan dengan darah yang berlumuran.
"Mas......Tolong...." Amanda sangat panik dia mendekati Salsa dan berusaha membangunkan wanita itu.
"Salsa bangunlah....."
__ADS_1
πππbersambungπππ