
Melihat Salsa yang semakin lemah,Amanda keluar dari ruangan lalu memanggil dokter,beberapa tim medis berlari masuk ke ruangan itu dan memberikan bantuan kepada Salsa.Amanda dan Aditia menunggu diluar,Aditia tidak pernah menyangka jika Salsa ternyata sangat menderita dia juga takut jika Salsa benar-benar meninggal,dia tidak keberatan untuk merawat anak itu.
Semua tim medis di ruangan itu sudah berusaha untuk menolong Salsa mereka sudah berjuang tapi kenyataan berkata lain Salsa akhirnya pergi untuk selamanya.
Seorang dokter membuka ruangan,Aditia dan Amanda langsung berdiri dan menatap wajah dokter yang tidak ada semangat.
"Tuan,nyonya, Kami sudah berusaha semaksimal mungkin tapi takdir berkata lain,kami tidak bisa membantu Salsa kami tidak bisa menyelamatkannya,kami harap tuan dan nyonya tabah." Ucap Dokter,setelah selesai memberitahu kabar duka itu,mereka meninggalkan ruangan itu sebelum penguburannya di urus rumah sakit.
Amanda terpaku melihat tubuh Salsa yang sudah di tutupi kain putih,semua ini seperti mimpi baginya,begitu juga dengan Aditia,dia benar-benar kaget dengan kejadian ini,sebelumnya dia begitu jijik kepada Salsa bahkan dia belum sempat minta maaf kepada Salsa.
Aditia membawa Amanda keluar dari ruangan itu,Aditia membayar rumah sakit untuk mengurus penguburan Salsa,mereka membawa bayinya kembali ke rumah mereka karena bayi itu terlihat sangat sehat.
Saat Aditia dan Amanda sampai di rumah,mereka tidak melihat keberadaan Rahma lagi di sekitar rumah mereka,Aditia menghungi ibunya untuk membawa segala pakaian mereka dan Renata kembali ke rumah itu.
Amanda mengurusi bayi mungil itu,padahal mereka belum sempat untuk belanja susu pakaian dan semua kebutuhan bayi,itulah sebabnya Aditia menyuruh ibunya datang ke rumah mereka.
"Sayang,kamu sudah menghungi mama? Tolong juga hubungi pelayan kita yang dulu,aku tidak mungkin mampu melakukan semua pekerjaan rumah,sekarang kita sudah punya bayi lagi."Ucap Amanda.Aditia menghungi kedua pelayan mereka sebelumya dan menyuruh kembali bekerja di rumah mereka.
Tidak berapa lama suara mobil terdengar di luar,aditia berlari keluar dari kamar lalu membuka pintu,Renata yang keluar dari dalam mobil langsung berlari menghampiri papanya dan memeluk papanya.
"Papa dari mana,kenapa tidak menjemput ku?" Tanya Renata dengan wajah yang pura-pura kesal.
__ADS_1
"Maaf sayang,papa mama ada kejutan untukmu,sekarang temui mamamu di kamar tamu papa ingin bicara dengan nenek." Ucap Aditia.Mendengar kata kejutan Renata langsung berlari menuju kamar dia menemui mamanya yang sedang merawat bayi kecil itu.
"Ada apa?" Tanya mamanya,Aditia membayar ongkos taksi online serta melebihkan sedikit uangnya karena Aditia minta tolong untuk membawa semua tas kedalam rumah mereka.
"Kamu ingin bicara apa denganku?" Tanya mamanya mengulangi pertanyaannya,Aditia menghela napas kasar lalu menatap mamanya dia ragu-ragu ingin mengatakan semuanya takut jika ibunya melarang mereka untuk merawat bayi itu.
"Ma...Salsa sudah meninggal!!"
"APA..!!!!!"Mamanya cukup kaget mendengar ucapan Aditia,dia bagaikan di sambar petir mendengar kabar berita yang di beritahu oleh Aditia.
"Terus,bagaimana dengan bayi yang ada di kandungannya?"
"Salsa menitipkan bayi itu untuk kami ma,aku juga tidak menyangka ma,nasibnya begitu tragis,ibunya dengan sengaja mencelakai dia,mungkin saat itu ibunya berfikir bisa mendapat rumah kami dengan mudah." Ucap Aditia.Mamanya cukup tercengang mendengar kabar dari anaknya,ternyata Tuhan begitu cepat memberinya pelajaran hidup,bahkan lebih sadis dari yang mereka bayangkan.
"Amanda....!!" Amanda menoleh ke arah suara yang memanggilnya dia tidak menyadari kedatangan mama dan suaminya di belakangnya dia terlalu asik memandangi wajah tidak berdosa bayi itu.
" Ada apa ma?" Tanya Amanda dia menjauh dari bayi mungil itu,Renata juga terlihat senang menerima bayi itu terbukti dia langsung tidur di samping bayi itu.
"Kita keluar sebentar!!" Ucap mertuanya lalu dia berjalan meninggalkan kamar di ikuti oleh Amanda di belakangnya.
Mertuanya berdiri tidak jauh dari kamar,mereka keluar dari sana karena mertuanya tidak mau bayi itu bangun dan menangis mendengar suara ribut.
__ADS_1
"Ad apa ma?"
"Apa kamu sudah benar-benar siap menerima kehadiran bayi itu?" Amanda diam,dia tampak berpikir.
"Ma,aku sudah menerimanya dengan ikhlas,Bahkan aku akan menganggapnya seperti anakku sendiri,bagaimana mungkin aku tega membuangnya ke panti asuhan karena kebencian di hatiku,aku sudah memaafkan Salsa dan menerima anak ini dengan lapang dada.Biar bagaimana pun dia tidak ada salah,dia anak yang suci yang berhak mendapat kasih sayang juga." Ucap Amanda sambil menghela napas panjang.
"Aku sangat bangga kepadamu sayang,satu di antara seribu wanita yang memiliki hati sepertimu,aku berdoa semoga keluargamu semakin mendapat berkah yang lebih baik dari sekarang dan rumah tangga mu semakin baik kedepannya." Ucap Mertuanya sambil memeluk Amanda.
Amanda menitipkan bayi mungil itu kepada mertuanya dan juga Renata putrinya dia meletakkan semua kebutuhan bayi di dalam kamar,dia dan suaminya pergi ke mall membeli semua kebutuhan bayi,dari pakaian,susu, pampres dan juga vitamin.
Renata terlihat sangat bahagia mendapat adik baru,saat dia bertanya tentang bayi itu Amanda jelas mengatakan kalau itu adik barunya.
"Nenek,aku senang banget akhirnya aku dapat adik baru,mulai sekarang aku punya teman di rumah." Ucap Renata,dia menciumi wajah merah bayi itu.
"Sayang jangan di ganggu,nanti dia nangis kalau tidurnya tidak puas,kamu harus baik sama adik ya nga boleh nakal." Ucap neneknya sambil mengelus kepalanya.
Sementara itu,Aditia dan Amanda baru saja sampai di sebuah mall yang cukup besar,mereka langsung berjalan menuju perlengkapan baby.Amanda langsung memilih semua barang-barang untuk bayi merah itu,Aditia dengan sabar mengikutinya dan membawa keranjang belanjaan.
Sementara itu di sebuah rumah kontrakan Rahma terus menangis di hadapan Tomi,pria itu benar-benar tidak mau menerimanya lagi.Rahma tidak yakin wanita yang ada di samping Tomi adakah pacarnya karena selama ini dia memang tidak tau kalau Tomi hannya memanfaatkannya.
"Sudahlah Tante,kamu pergi saja dari rumah ini jangan menghina dirimu sendiri dengan sikap murahan mu itu,aku dan Tomi sudah pacaran selama lima tahun." Ucap Maya kekasih Tomi yang sudah kembali dari Arab sebagai TKW.
__ADS_1
πππbersambung πππ