Rumah Tanggaku Hancur Ditangan Sahabatku

Rumah Tanggaku Hancur Ditangan Sahabatku
bab 50 ~ Tidak terima ~


__ADS_3

Salsa mendengar semua obrolan suami dan madu nya di meja makan,dia tidak terima saat Aditia membawa istri dan anaknya jalan-jalan ke Bali,tapi mereka tidak membawanya bahkan seakan tidak menganggap keberadaannya di rumah itu.


"Mas...Aku harus ikut,aku tidak mau kalian pergi tapi aku tidak di ajak." Ucap Salsa dia langsung duduk di samping Amanda.Amanda langsung beranjak dari tempat duduknya lalu pura-pura pergi ke belakang dan saat dia kembali ke meja makan dia mengambil tempat duduk di dekat suaminya.


Walaupun selama ini dia merasa iba dengan Salsa bukan berarti dia memaafkan Salsa,adapun rasa iba di hatinya semata-mata hannya karena dia juga seorang wanita.


"Apa kamu sudah gila,ini khusus untuk keluarga kecilku,anakku sedang libur dan aku ingin membawanya liburan." Ucap Aditia dengan nada sinis,seketika perasaan bahagianya berubah menjadi perasan kesal karena kehadiran Salsa di antara mereka.


"Memangnya tante siapa di rumah ini,makanya tante berani minta ikut bersama kami?aku heran kenapa Tante tinggal bersama kami,sebentar lagi Tante akan punya Dede bayi lebih baik Tante pergi menemui suami Tante." Ucap Renata.Anak kecil itu juga tidak suka melihat kehadiran Salsa di antara mereka.


"Renata,silahkan kembali ke kamarmu dan susun baju mu sayang ke koper suruh bibi menemanimu jangan sampai ada barang mu yang ketinggalan." Ucap Aditia,dia tidak suka jika anaknya bersikap tidak sopan kepada orang yang lebih tua darinya.


"Bisa tidak kamu tidak menganggu ketenangan keluargaku,apa salah dan dosaku hingga harus bertemu dengan wanita tidak tau malu seperti mu? Kenapa kamu tidak jual diri saja,kehadiranmu selalu membuat suasana menjadi runyam,aku benar-benar muak melihatmu,seharunya kamu sadar diri jika kamu bukan orang yang berharga di hadapan ku." Ucap Aditia,Amanda langsung meninggalkan Aditia dan Salsa dia ingin membiarkan Aditia menyelesiakan masalah mereka berdua.


"Mas aku sudah katakan aku juga ada hak untuk meminta nafkah kepadamu,kurang baik apa sih aku kepadamu,hingga kamu selalu menyiksa diriku." Ucap Salsa dia membalas tatapan Aditia yang begitu sinis.


Karena tidak ingin terlambat menuju bandara,dan dia juga muak mendengar kata-kata Salsa akhirnya dia meninggalkan Salsa di ruang makan,dia menaiki anak tangga dan masuk ke dalam kamarnya.


"Muak sekali berurusan dengan wanita itu." Ucap Aditia.Sementara itu Salsa masih duduk di tempatnya,dia seperti wanita bodoh yang mengharapkan cinta yang tidak pasti dari seorang pria.Salsa yang dulu bisa memiliki hidup yang sempurna bersama Aditia ternyata semua itu hannya angan-angannya saja,sifat Aditia berubah setelah dia sah menjadi istri sirinya jangankan menjadi ratu di samping Aditia menjadi pelayan saja dia tidak di anggap.

__ADS_1


Amanda menyusun baju-baju yang akan di bawanya ke Bali,dia juga sekalian menyusun baju suaminya di koper yang sama.Melihat sikap Aditia yang begitu cuek kepada Salsa membuatnya tidak ragu untuk meninggalkan mereka berdua di tempat yang sama.


"Sayang kamu sudah menyusun pakaian ku juga kan?" Tanya Aditia yang tiba-tiba sudah ada di dalam kamar.


"Sudah mas,sekarang lebih baik kita mandi agar kita berangkat ke bandara " Ucap Amanda,dia juga sudah menyiapkan pakaian yang akan di pakai oleh suaminya saat berangkat nanti,sementara Renata,Amanda sudah membiaskan anaknya itu untuk mandiri.


****


Sementara itu Rahma,keluar dari kantor polisi,Aditia mengirim pesan kepada sahabatnya yang polisi untuk melepaskan wanita itu,Aditia berharap setelah mendapat pelajaran beberapa hari di penjara bisa membuatnya jera untuk tidak melakukan hal memalukan seperti itu.


"Aaahhhh....Lega sekali akhirnya aku keluar dari tempat menjijikkan ini,mereka menahan ku hannya beberapa hari,mungkin Aditia menyesal sudah membuatku menderita." Ucap Rahma,dia memesan taksi online untuk kemabli ke rumah Aditia menantunya.


Rahma membuka pintu yang tidak di kunci dari dalam,keadaan sangat sepi padahal hari ini weekend,Rahma sedikit heran karena tidak melihat Amanda dan juga Aditia,biasnya pria itu jarang masuk kantor kalau hari sabtu.


"Bibi...Kemana semua orang?" Tanya Rahma saat melihat Pelayan yang sedang membersihkan dapur.


"Tuan dan nyonya sedang berangkat ke Bali,dan juga nona Renata,mereka sudah pergi dari tadi pagi." Jawab pelayan.Rahma langsung menoleh ke arah pelayan seakan tidak percaya dengan ucapan pelayan di rumah itu.


"Terus Salsa kemana,apa dia ikut juga bersama mereka?" Tanya Rahma.Pelayan tersenyum kecil,dia merasa Rahma adalah wanita aneh,tidak mungkin mereka membawa pelakor untuk jalan-jalan keluarga.

__ADS_1


"Apa Salsa ikut bersama mereka?" Rahma membentak pelayan,dia merasa pelayan itu terlalu berani untuk mentertawakan putrinya,biar bagaimana pun dia adalah istri Aditia yang berhak menikmati apa pun di rumah itu.


"Tidak,mereka tidak membawa nona Salsa,mungkin dia sedang di kamarnya." Jawab pelayan.Seketika selera makan Rahma hilang begitu saja,padahal tadi dia sudah sangat lapar tapi mendengar cerita pelayan nafsu makannya sudah hilang.


Rahma langsung beranjak dari tempat duduknya,dia meninggalkan dirinya yang penuh nasi di atas meja,lalu dia menatap pelayan.


"Bereskan semua ini,nafsu makan ku hilang begitu saja,karena mu." Ucap Rahma sinis lalu meninggalkan pelayan yang menatap tidak suka kepadanya.


"Aneh sekali dia,sudah tau anaknya hannya di anggap sampah di rumah ini tapi masih berharap tinggi,lagian siapa suruh dia menjadi pelakor,dia sudah mendapat karma dari semua perbuatannya,ingin mengangkat derajatnya dengan menggoda suami sahabatnya,nyatanya dia sendiri yang menderita." Ucap Pelayan,dia kesal karena kehadiran dua wanita itu hangat membuatnya semakin repot untung majikannya memberikan tambahan gaji,kalau tidak dia ingin memilih mundur.


Rahma mendorong pintu,dia melihat Salsa yang sedang berdiri di depan jendela sambil menatap kosong ke taman yang ada di depan kamarnya.


"Apa yang kamu lakukan di kamar ini seperti orang yang tidak waras,kamu juga istrinya Aditia kenapa kamu tidak meminta untuk ikut bersama mereka."


Salsa kaget mendengar suara ibunya,lalu dia membalikkan tubuhnya dan sudah melihat Rahma ibunya sedang berdiri menatap tajam ke arahnya.


"Kapan ibu keluar,sudah lah ma,mungkin ini sudah menjadi takdirku,aku memutuskan untuk bercerai setelah melahirkan,aku sudah lelah menghadapi semua masalah pribadiku,jujur aku sangat menyesali semua perbuatan ku."


πŸ’—πŸ’—πŸ’—bersambung πŸ’—πŸ’—πŸ’—

__ADS_1


__ADS_2