Rumah Tanggaku Hancur Ditangan Sahabatku

Rumah Tanggaku Hancur Ditangan Sahabatku
Bab 42~ Kemarahan Aditia ~


__ADS_3

belum sempat untuk bangun dari ranjang,Aditia menaikkan satu kakinya ke atas ranjang lalu mencengkram leher Salsa dengan kasar dan menatapnya dengan sinis seakan ingin menelannya hidup-hidup.


"Berapa kali aku katakan kepadamu,jangan sakiti istriku,berani sekali kamu menampar wajah mulus istriku,kamu dan ibumu memang sama-sama wanita yang tidak punya rasa malu,aku sudah mengusirnya tapi dia mengabaikan ucapan ku,tapi setelah Amanda memberinya uang dia pergi entah kemanan dasar benalu." Ucap Aditia,dia melempar tubuh Salsa kembali ke atas ranjang,lalu dia menurunkan kakinya.


"Sekali lagi kamu berulah di rumah ini,aku tidak segan-segan membuang mu jauh,jika kamu ingin di rumah ini jaga sikap mu,dan berbuat lah yang baik." Ucap Aditia.Air mata Salsa jatuh di wajahnya dia tidak menyangka Aditia secepat itu berubah kepadanya.


"Mas,apa salahku kepadamu, janin ini adalah darah daging mu juga, kenapa kamu tidak memperlakukan aku sama seperti Amanda,aku tidak terima mas aku di perlakukan seperti ini." Ucap Salsa saat Aditia hendak membuka pintu,yang hannya terbuka sedikit karena dia takut Amanda curiga kepadanya.


"Aku tidak butuh anak dari rahim wanita seperti mu,camkan itu." Jawab Aditia lalu dia meninggalkan Salsa yang masih menangis di dalam kamar.


Amanda sudah gelisah di dalam kamarnya,setelah Aditia masuk ke kamar Salsa harinya sangat gelisah dia takut Aditia kembali luluh dengan Salsa apalagi Salsa sangat pintar bersandiwara.


"Kenapa lama sekali mas Aditia keluar,apa yang mereka lakukan di kamar itu,aku takut mas Aditia kembali jatuh ke pelukan Salsa." Suara hati Amanda,dia mondar mandir di kamarnya.


Aditia membuka pintu kamar mereka dengan perlahan,Amanda langsung menoleh kepadanya,Aditia tersenyum saat melihat kegelisahan di wajah Amanda.


"Kenapa wajah mu tegang seperti itu,kamu pasti sudah berfikir aneh-aneh tenang ku,aku tidak mungkin melakukanya,lagi,cukup sekali aku jatuh seperti ini,itu saja sudah membuatku muak." Ucap Aditia.Dia mengganti pakaiannya,lalu mengambil handuk dari lemari dan berlaku ke dalam kamar mandi.


Amanda menghela napas lega,entah kenapa sejak kejadian Aditia membohongi dirinya,kepercayaan Amanda terhadap Aditia hilang delapan puluh persen,dia selalu khawatir jika Aditia membohonginya lagi.


Sementara itu Rahma,wanita yang sudah tua,dia bergelut manja di pelukan brondong peliharaannya.Dia menyuruh Toni datang ke kota ini untuk menemuinya.Sejak di kampung Rahma sudah memelihara brondong,Toni sangat senang melayani Rahma karena wanita itu selalu memenuhi kebutuhannya apalagi Rahma begitu royal kepdanya.

__ADS_1


Rahma menghabiskan uang kiriman dari Salsa, sewaktu masih menjadi TKI untuk membiayai kehidupan Toni.


"Sayang,aahh.....Aahh terus sayang...Ayo sayang cepat sayang." Toni terus berusaha memuaskan wanita yang ada di bawah kungkungan tubuhnya,dia tidak akan terus memuaskan Rahma,karena itu adalah tugasnya sementara Rahma harus memenuhi segala kebutuhannya.


"Aahh...Kamu memang sangat hebat memanjakan ku sayang." Ucap Rahma sambil memeluk tubuh Toni,sebenarnya Toni sudah gerah,bahkan kadang dia jijik jika melihat tubuh Rahma yang sudah melar sana sini,tapi demi uang dia melakukan segala keinginan Rahma.


"Sayang,aku butuh uang,mamaku meminta uang bulanan." Ucap Tomi sambil beranjak dari atas ranjang lalu memungut semua pakaiannya yang berserakan di lantai.


Rahma,mengambil tas yang ada di sampingnya,dia melihat sisa uang pemberian Amanda tinggal tiga juta lagi,karena dia sudah membayar rumah kontrakan mereka untuk dua bulan ke depan.


"Sayang,aku berikan segini dulu ya,semoga aku bisa meminta uang kepada Salsa,sekarang keadaannya belum stabil." Ucap Rahma sambil menyerahkan uang dua juta ke tangan Tomi.Wajah Tomi menunjukkan sikap yang kurang puas.


Rahma meninggalkan rumah kontrakan milik kekasihnya,dia sudah kehabisan uang dia tidak mau Tomi meninggalkannya karena dia merasa kekurangan uang.


Pada saat Rahma sampai di rumah,dia langsung masuk kedalam rumah,pada saat melewati ruang tamu menuju kamar Salsa dia melihat Aditia dan Amanda sedang bercanda bersama Renata.


Rahma mengabaikan mereka bertiga dia langsung melewati mereka begitu saja dan masuk ke dalam kamar Salsa putrinya.


"Mama dari mana?" Tanya Salsa pada saat dia masuk ke dalam kamar.Rahma mengabaikan pertanyaan yang di kontrakan Salsa dia memilih masuk ke dalam kamar mandi lalu membersihkan tubuhnya yang terasa lengket.


"Bagaimana caraku untuk mendapat banyak uang dari rumah ini,sepertinya Salsa tidak akan mudah untuk mendapat kan uang dari Aditia." Suara hati Rahma,dia berusaha memikirkan cara agar mendapat uang lebih banyak lagi.

__ADS_1


Setelah mengenakan pakaiannya,Rahma lalu keluar dari kamar mandi lalu di tepi ranjang,dai menatap mata Salsa yang membengkak mungkin dia terlalu banyak menangis.


"Ada dengan mata mu,apa kamu dan Aditia berantem lagi? Tanya Rahma,biar bagaimana pun seorang ibu akan merasa iba saat melihat anak yang dia lahiran tidak bahagia bersama pria pilihan hatinya.


Salsa mengangguk,dia menyeka matanya sudah mulai berembun,rasanya dia butuh bahu untuk bersandar saat ini,bahkan dia ingin menceritakan semua beban yang ada di hatinya tapi tidak satupun orang yang perduli kepadanya.


"Kalian ini kenapa sih,setiap hari berantem,kamu juga,sekalinya jahat ya jahat saja jangan nanggung,kamu sudah menjadi pelakor tapi tidak di anggap di rumah ini,hajar saja Amanda jika dia memperlakukan mu tidak baik." Ucap Rahma,dia sangat kesal karena Salsa tidak diperlakukan dengan baik.


Rahma keluar dari dalam kamar,lalu menghampiri Amanda dan juga Aditia yang sedang duduk berdua di ruang tamu,sementara Renata sudah masuk kedalam kamarnya.


"Aditia,apa yang kamu lakukan kepada Salsa,apa kamu tidak sadar jika anak itu adalah darah daging mu,kenapa kamu seakan tidak peduli dengan Salsa dan calon bayinya." Ucap Rahma tiba-tiba,dia berkacak pinggang menatap Amanda dan juga Aditia.


"Bukankah dia yang sangat sangat menginginkan menjadi istriku,dia tau persis aku tidak mencintainya!!"


"Munafik....Kamu pria munafik,di hadapan Amanda kamu katakan kamu tidak menginginkannya,tapi kenapa sampai Salsa hamil kalau bukan karena kamu melakukannya berkali-kali,tidak mungkin seorang wanita bisa hamil jika hannya melakukannya sekali saja." ucap Rahma.Wajah Aditia langsung merah padam,dia tidak tau harus menjawab apa kepada Rahma.


Amanda bisa melihat kegugupan di wajah suaminya,benar apa kata Rahma,suaminya memiliki sikap yang munafik.


"Jaga kata-kata mu wanita benalu."


πŸ’—πŸ’—πŸ’—bersambung πŸ’—πŸ’—πŸ’—

__ADS_1


__ADS_2