
Aditia memasukkan mobilnya ke bagasi,dia merasa tidak senang karena Amanda tidak menjemputnya seperti biasa bahkan dia harus membuka pintu sendiri untung rumah tidak terkunci.
Aditia masuk kedalam rumah dengan wajah masam,dan saat itu dia sudah melihat mamanya dan juga Amanda duduk di ruang tamu.Amanda menatapnya seakan ada sesuatu yang ingin di katakan.
"Sayang kamu disini,kenapa kamu tidak menyambut ku ke pintu seperti bisanya,aku ingin di perhatikan,hmm ada apa dengan wajahmu dan mama,apa sesuatu terjadi di rumah sepanjang hari ini?" Tanya Aditia,dia menatap sekelilingnya dan tidak menemukan siapa pun di rumah selain mereka berdua.
Amanda menghela napas panjang,dia merasa bingung dengan semua masalah ini,haruskah dia merelakan suaminya menikahi Salsa,dia juga tidak mau hannya karena dia terlalu egois Renata akan kena imbasnya juga.
"Aku tidak tau mas,kepalaku rasanya mau pecah memikirkan masalah ini."Ucap Amanda.Aditia merasa bingung dia menatap kedua wanita itu bergantian seakan meminta penjelasan karena yang dia tau Salsa sudah pergi meninggalkan mereka berdua.
"Ada apa sih sayang,aku bingung,aku kembali kerja bukannya di sambut atau di buatkan teh malah kamu suguhkan dengan wajah masam mu ada apa?" Tanya Aditia dia masih terlihat bingung.
"Mas..Kamu sudah pulang?" Tiba-tiba Salsa dan mamanya kembali dari dapur lalu menemui mereka ke ruang tamu.Aditia mengerutkan keningnya karena bingung dengan kehadiran Salsa dan juga wanita yang belum dia kenal.
"Mas..Ini ibuku ,dia datang dari kampung,aku sudah menceritakan semua masalah kita,dan masalah kehamilanku,ibu bersekukuh untuk kita menikah karena dia tidak mau menanggung malu karena memiliki cucu yang tidak punya papa nantinya." Ucap Salsa mencari alasan,agar Aditia secepatnya menikahinya.
__ADS_1
Aditia langsung duduk di sopa,tubuhnya gemetaran dan jantungnya juga berdebar,ingin marah,ingin memaki dan ingin berteriak untuk melepaskan semua beban yang ada di pikirannya tapi dia tidak melakukan itu karena dia tidak ingin terjadi keributan.
Rahma lagi-lagi kagum melihat penampilan Aditia,dia mengira kalau pria itu adalah pria gendut yang botak degan bulu-bulu yang menghiasai wajahnya ternyata, dugaannya salah total,Aditia pria yang masih muda dan juga tampan dengan kulit putih mulus, di tambah bibirnya yang merah menambah ketampanannya.Rahma tersadar saat lengan Salsa sengaja menyenggolnya agar Rahma sadar dari lamunannya.
"E_e_kamu_kamu Aditia,kamu yang menghamili anakku tapi kamu menolak bertanggung jawab,kamu itu pria macam apa,aku tidak mau ya jika kamu tidak menikahi anakku,maka aku akan menuntut kalian semua." Ucap Rahma gemetaran,dia sedikit takut dengan tatapan sinis Aditia yang secara tiba-tiba.
Mereka semua terdiam di ruang tamu,Amanda dan mertuanya hannya bisa diam seribu bahasa,sementara Amanda memikirkan Jalan keluar dari masalah ini.Semakin keras Amanda berfikir,semakin dia tidak mendapat solusi karena pada dasarnya Salsa hannya menginginkan suaminya.
"Bagaimana,tuan Aditia berikan keputusan sekarang juga,jika kamu memang menolak untuk tanggung jawab maka aku sebagai orang tua akan melaporkan mu ke pihak yang berwajib." Ucap Rahma semakin menakuti Aditia dan juga mama serta istrinya.
"Berikan kami waktu malam ini untuk merundingkan bersama istriku,Salsa sekali pun kamu memaksa aku untuk menikahi mu,sikap perlakuan ku tidak akan berubah kepada mu,jangan berharap lebih kepadaku,pikirkan matang-matang,aku akan memberikan kamu kesempatan pergi jauh dari kota ini dan bawa uang satu miliar ini untukmu." Ucap Aditia,dia beranjak dari tempat duduknya begitu juga Amanda dia pergi membawa mertuanya masuk kedalam kamar.
"Lepasin Bu,tanganku sakit."Salsa meringis kesakitan saat Rahma mencengkram tangannya dengan kuat,
"Salsa dengarkan ibu,lebih baik kamu terima uang satu miliar itu,setelah itu kita pergi meninggalkan kota ini,bayangkan uang satu miliar akan membuat hidup kita nyaman,untuk apa kamu menikah dengan pria yang tidak memiliki perasaan kepadamu,pokoknya besok kamu harus menerima uang itu dan kita segera pergi." Ucap Rahma dengan mata berbinar-binar membayangkan uang satu koper menjadi miliknya.
__ADS_1
Salsa duduk di tepi ranjang,ini yang di takutkan oleh Salsa makanya dia tidak memberitahu sebelumnya kalau Aditia menawarkan uang yang begitu banyak kepadanya.
"tidak ma,aku tidak mau menerima itu,aku tetap dengan keputusanku menikah dengan Aditia,aku sangat mencintai pria itu ma,apa yang terjadi aku akan menikah dengannya." Ucap Salsa,Rahma menatap tidak suka kepada Salsa dia tidak suka mendengar jawaban yang dilontarkan oleh Salsa.
"Terserah kamu saja,aku hannya ingin kamu memikirkan dengan baik,toh kamu bukan yang pertama nantinya,apalagi Aditia tidak menyukai mu." Ucap Rahma,Salsa langsung keluar dari dalam kamar,dia tidak ingin mendengar kata-kata mamanya lagi.
"Untuk apa uang satu miliar,toh nantinya itu akan habis,kalau aku menjadi istrinya selamanya hidupku nyaman dengannya,tidak masalah menjadi yang kedua tapi masa depanku dan juga anakku akan nyaman nantinya." Ucap Salsa,dia kembali ke ruang tamu,lalu menghidupkan televisi dan menonton.
Sementara itu di dalam kamar,lagi-lagi Aditia memohon maaf kepada Amanda atas kejadian ini yang membuat rumah tangga mereka sedang keadaanya tidak baik-baik saja.
"Sayang,aku mohon kamulah yang menentukan keputusannya,apa pun keputusanmu aku terima,aku juga sangat bingung degan semua ini." Ucap Aditia,dia berdiri di hadapan Amanda yang sedang duduk di tepi ranjang.
"Mas,lebih baik kamu menikah sirih dengannya,setelah lahir kamu ceraikan kembali dia dan kita rawat saja anaknya jika dia meminta selamanya dia menjadi istrimu,biar bagaimana pun anak itu tidak bersalah,calon mamanya yang sudah membuat semuanya menjadi rumit seperti ini." Ucap Amanda,tidak ada lagi jalan keluar yang lain selain menikahi wanita binal itu,Amanda sudah pasrah dengan semuanya dan dia akan mengawasi gerak-gerik mereka berdua di rumah ini.
Aditia sangat berat melakukan itu,dia takut suatu saat Renata akan membencinya, jika sampai dia tau papa yang begitu dihormatinya ternyata menikah diam-diam di belakangnya.
__ADS_1
"Sayang....Bagaimana dengan Renata?" Ucap Aditia dengan nada yang sangat rendah bahkan suaranya hampir tidak terdengar.Amanda tau jika suaminya berat melakukan semua ini.
πππbersambung πππ