
Aditia mengabaikan ucapan Salsa,baginya itu bukan masalah besar,karena membahagiakan istrinya adalah tanggung jawabnya.
"Mas kamu dengar tidak ucapan ku,aku sangat marah kepada Amanda,dia melarang pelayan untuk melayaniku,bahkan dia tidak mengijinkan pelayan untuk membuatkan kolak,karena aku sangat menginginkannya." Ucap Salsa,Aditia tidak peduli dengan semua ucapan Salsa.
"Mas...Kamu dengar tidak ucapan ku,kamu mau anak kita lahir tidak normal nanti saat semua yang kuinginkan tidak kamu penuhi." Aditia menghentikan langkahnya lalu membalikkan badannya menatap Salsa.
"Kamu pikir aku peduli,kamu pikir aku menganggap mu ada di rumah ini,anakku cuma satu yaitu Renata,aku tidak peduli dengan janin yang ada di kandungan mu itu jadi berhenti menganggu ku jika kamu ingin tinggal di rumah ini." Jawab Aditia,dia sangat kesal melihat Salsa,dia baru saja datang dari kerja bukannya di sambut malah melaporkan semua yang tidak-tidak tentang istrinya.
Salsa menghentikan langkahnya lalu keluar dari dalam rumah,dia duduk di kursi teras rumah,lalu dia menyeka matanya yang sudah mulai berembun.Dia pikir menjadi istri Aditia adalah pilihan terbaik tenyata impiannya tidak sesuai dengan harapannya,dia sangat sakit hati mendengar kata-kata Aditia.
Salsa menelan ludah pahit,rasanya terlalu sedih melihat semuanya,ingin mundur sudah tidak mungkin,ingin manja di hadapan Aditia tapi pria itu malah tidak peduli dengannya dirinya.
Sementara itu Amanda yang sempat mendengar ucapan suaminya terhadap Salsa merasa lega,walaupun dia tau Suaminya sangat tidak menginginkan Salsa dia tetap harus waspada karena sebelumnya dia sudah melihat suaminya bersandiwara.
Sejujurnya sekarang ini kepercayaannya kepada suaminya sudah hilang,walaupun tidak sepenuhnya,apalagi Salsa selalu memanfaatkan keadaanya.
Setelah mereka makan malam sudah siap,mereka semua berkumpul di meja makan,Rahma baru sampai di rumah menolak untuk makan malam bersama karena dia kelelahan karena seharian menghabiskan waktu jalan-jalan di luar.
"Ma..Kenapa sih tante salsa selalu makan bersama kita emang dia siapa sih,aku tidak menyukainya." Ucap Renata terang-terangan.Salsa yang mendengar ucapan Renata seketika nafsu makannya langsung hilang begitu saja.Amanda yang melihat perubahan raut wajah Salsa hannya bisa tersenyum,dia sadar kalau Salsa sudah merasa tertekan karena tidak ada satu pun di rumahnya yang menyukai kehadiran dirinya.
__ADS_1
"Tidak boleh bicara seperti itu sayang kepada orang yang lebih tua,kamu di sekolah di ajarkan sopan santun kan,jadi tidak boleh yang sayang.Cepat selesaikan makan mu,supaya kamu bisa belajar." Ucap Amanda.
"Baik ma.Pa,aku mau bulan depan aku masuk asrama saja,aku aku pokus belajar di asrama nanti papa,mama kasih aku ijin ya." Ucap Renata,Amanda dan Suaminya saling menatap mereka belum siap jika harus berpisah dengan anaknya yang masih sangat kecil.
Sekolah Renata memang menyediakan asrama bagi siswa yang mau tinggal di asrama,sekolah itu memang khusus untuk anak-anak orang kaya,bahkan sekolahnya menyediakan berbagai pasilitas mewah.
"Sayang,besok kami kasih keputusan ya,kamu memang anak yang sangat hebat,papa sama mama sangat bangga memiliki mu." Ucap Amanda,dia mencium wajah putrinya.Di saat orang lain banyak yang menolak tinggal di asrama dia malah sangat ingin tinggal di asrama.
Renata masuk kedalam kamarnya setelah menghabiskan makannya,bahkan mereka sudah selesai makan,tapi mereka belum juga beranjak dari meja makan.
"Aku tidak setuju kalau Renata harus tinggal di asrama,aku pasti akan selalu merindukannya nanti,katakan padanya kalau aku menolaknya untuk masuk asrama."Ucap Aditia.Ada rasa cemburu di hari Salsa,saat melihat begitu besarnya rasa cinta Aditia terhadap keluarga kecilnya sementara dirinya tidak lebih dari sampah di hadapannya bahkan tidak mengharapkan calon bayi mereka.Salsa hannya menelan ludah saat melihat kebahagian keluarga kecil itu.
"Pokoknya aku tidak mengijinkan putriku masuk asrama,bagaimana bisa gadis sekecil itu tinggal jauh dari orang tua,dia pasti akan kurang perhatian dari kita nantinya apalagi di asrama di larang pakai ponsel." Ucap Aditia.Melihat begitu besarnya perhatian Aditia terhadap Renata, Rasa cemburu di hati Salsa semakin besar karena Aditia tidak adil memperlakukannya.
"Aaahhh.....Sakit.....Sakit sekali perutku." Tiba-tiba Salsa mengerang kesakitan sambil memegangi perutnya,Aditia dan Amanda terlihat biasa saja karena mereka pikir Salsa pasti sedang berpura-pura di hadapan mereka.
"Sakit...Tolong aku,aahh...." Salsa beranjak dari tempat duduknya lalu duduk di lantai dia sudah tidak tahan lagi menahan rasa sakit perutnya.Melihat wajah Salsa yang sudah putih pucat,Amanda langsung bergegas menghampiri wanita itu lalu duduk di hadapan Salsa sudah tergeletak dilantai.
"Mas lebih baik kita bawa saja dia ke rumah sakit,aku tidak mau terjadi sesuatu kepadanya di rumah ini." Ucap Amanda mereka berdua memapah tubuh lemah Salsa lalu segera membawanya ke rumah sakit.
__ADS_1
Sepanjang jalan Salsa terus meringis kesakitan.Itu mungkin karena dia terlalu frustasi sehingga mengalami kontraksi dini.
Sesampainya di rumah sakit,dia langsung diperiksa setelah itu dia di bawa ke ruangan lalu di rawat secara intensif.
"Tuan,nyonya,di mana suami nyonya Salsa?"Tanya seorang dokter yang sudah keluar dari ruang perawatan.
"Suaminya sedang keluar kota dokter,kami keluarga yang bertanggung jawab atas dirinya." Ucap Amanda,dia tidak ingin Aditia mengakui kalau Salsa adalah istrinya.
"Hmm,sayang sekali,mungkin beliau terlalu stress hingga dia mengalami kontraksi dini,seharunya wanita hamil tidak di ijinkan terlalu banyak pikiran karena itu bisa membahayakan janinnya." Ucap dokter.Aditia yang mendengar itu hannya bisa menunduk entah apa yang ada di pikirannya membuat Amanda cemburu.
Setelah dokter pergi meninggalkan mereka berdua,Amanda menatap suaminya,dia ingin tau apa yang di pikirkan suaminya.
"Mas ada apa?" Tanya Amanda.
"Tidak papa,hannya merasa bersalah saja,bagaimana bisa anak yang masih di kandungan harus menderita hannya karena ulah orang tuanya,ini semua terjadi karena Salsa begitu egois ingin memiliki suami orang lain." Ucap Aditia.
Amanda terdiam, apa yang di katakan oleh suaminya ada benarnya juga,Salsa begitu egois ingin memiliki suaminya wajar saja dirinya menyiksanya secara perlahan karena sudah menjadi duri di rumah tangga mereka.
"Sudahlah mas,aku akan menjaga Salsa malam ini,kamu pulang saja karena besok kamu akan bekerja aku akan menjaganya dengan baik." Ucap Amanda.Aditia tersenyum kecil kepada istrinya bagaimana bisa Amanda memiliki hati yang begitu baik.
__ADS_1
πππbersambungπππ