Rumah Tanggaku Hancur Ditangan Sahabatku

Rumah Tanggaku Hancur Ditangan Sahabatku
Bab 51 ~ Wanita lemah ~


__ADS_3

Rahma menatap sinis ke arah Salsa dia begitu kesal mendengar ucapan putrinya,dia merasa Salsa begitu bodoh langsung menyerah begitu saja setelah apa yang di alaminya selama ini.


"Apa kamu bilang,kamu mau bercerai setelah apa yang alami selama ini,enak saja Amanda dan Aditia,kamu jangan bodoh kamu terlalu lemah,kamu sudah menderita selama ini apa kamu langsung menyerah begitu saja." Ucap Rahma,dia mendaratkan bokongnya di sopa rias yang ada di kamar itu.


"Maksud ibu,terus aku harus bagaimana,aku sudah tidak kuat ma,hidup di rumah ini,hatiku sangat sakit saat melihat Aditia memperlakukan Amamda baik,sementara aku...." Salsa menghentikan ucapannya lalu menarik napas dalam-dalam,dia mengingat penderitaan yang di alaminya selama beberapa bulan ini tinggal bersama keluarga Aditia,angan-angannya untuk menjadi ratu di rumah ini hancur sudah saat Aditia tidak pernah menganggapnya ada.


"Bu....perasaanku sangat sakit saat melihat Aditia tidak pernah menganggap ku ada di rumah ini,bahkan hari ini mereka pergi ke Bali dan tidak membawa aku." Ucap Salsa dia menyeka air mata yang hampir jatuh di wajahnya.


"Kamu memang terlalu bodoh,lemah makanya kalau Aditia tidak membalas perasaan cintamu lebih baik kamu membalas dendam kepada mereka,jangan lemah bodoh sekali lihat Amanda dia bisa menguasai Aditia..kamu juga harus bisa seperti dia." Ucap Rahma.


Salsa membenarkan ucapan ibunya selama ini memang dia terlalu lemah,harusnya dia berjuang sedikit untuk mendapat posisi di rumah itu bukan malah mengalah seperti itu.


"Apa pun yang terjadi toh kamu juga sudah menjadi pelakor,atau jangan-jangan kamu masih merasa kasihan dengan Amanda,sekali terjun menjadi pelakor silahkan kamu terjun jangan tanggung-tanggung toh dosanya sama saja." Ucap Rahma semakin mempengaruhi Salsa.


Rahma berbaring di tempat tidur,dia berharap Salsa mau berjuang untuk mendapatkan hati Aditia karena jika Salsa bisa menjadi ratu di rumah itu tentu saja dia akan kecipratan harta Aditia.Bahkan dia berharap Salsa menyingkirkan Amanda dari kehidupan Aditia agar Salsa memiliki semua harta milik suaminya.

__ADS_1


"Salsa apa kamu tidak punya niat untuk menyingkirkan Amanda dari rumah ini,mana tau setelah Amanda keluar Aditia berubah dan menerima kamu dengan ikhlas di rumah ini." Ucap Rahma.Salsa terlihat berpikir,dia merasa semuanya itu tidak mungkin sekalipun Amanda pergi dari rumah ini dia yakin Aditia akan mencarinya karena dia sangat mencintai Amanda.


"Itu sulit Bu,Aditia sangat mencintai Amanda,jika kita menyingkirkan Amamda aku sudah yakin kalau Aditia akan mencarinya kemana pun." Jawab Salsa.


"Ya sudah,terserah kamu aku hanya ingin kamu berjuang,untuk mendapat hak mu,kamu bisa menjadikan bayi itu sebagai senjata untuk menarik perhatian Aditia." Ucap Rahma lalu dia pergi meninggalkan Salsa di dalam kamar.


Salsa menghela napas kasar,dia bingung dengan semuanya jika dia mencoba melakukan apa yang di suruh oleh ibunya dia takut Aditia semakin membencinya padahal selama ini sudah jelas dia melihat sikap Aditia yang tidak peduli sama sekali kepadanya.


Salsa masuk ke dalam kamar mandi lalu membuka semua pakaiannya dan merendam tubuhnya,sambil mencoba mempertimbangkan apa yang di katakan oleh ibunya.


Sementara itu di kota Bali,keluarga Aditia tampak begitu menikmati liburan mereka,banyak sudah permainan yang sudah mereka mainkan bahkan mereka bertiga membuat istana pasir di pinggir pantai.


Aditia tidak ingin mengorbankan rumah tangganya yang sudah bahagia hanya karena kehadiran orang ketiga yang masuk tanpa ada yang mengundang.


"Sayang,apa kamu sudah puas dengan liburan kita ini,aku harap setelah ini hubungan kita kembali seperti dulu,dan aku minta kepada mu jangan terpengaruh dengan apa yang di katakan oleh Salsa di rumah,dia hannya ingin rumah tangga kita hancur agar dia bisa masuk dengan tenang." Ucap Aditia.Amanda menatap lurus ke depan memandang Renata yang tidak ada puasnya bermain pasir tampak jelas kebahagian di wajah putri tunggal mereka.Dia tidak bisa membayangkan betapa hancurnya perasaan putrinya kalau sampai hubungannya dan papanya hancur hannya karena Salsa sahabatnya sendiri.

__ADS_1


"Aku bahagia mas,semoga ke depannya hubungan kita terjalin semakin baik,aku tidak bisa membayangkan perasaan Renata kalau sampai dia tau papa dan mamanya sedang ada masalah seperti ini." Ucap Amanda.Adiria merangkul pundak Amanda dan Amanda menyandarkan kepalanya.Melihat kedua orang tuanya romantis seperti itu Renata langsung menghampiri mereka.


"Papa....Kapan sih aku punya adik?" Tanya Renata .Aditia tersenyum dia tidak tau harus menjawab apa kepada Renata.


"Tanya mama tuh..." Jawab Aditia Amanda yang merasa malu dengan pertanyaan putrinya dia langsung menghindar dengan pura-pura pamit ke kamar mandi.


"Mama kebelet kencing,mama ke toilet dulu ya,kamu sama papa disini dulu." Ucap Amanda,meninggalkan mereka berdua.Melihat tingkah Amanda yang malu-malu Aditia hanya tersenyum.


Tidak terasa akhirnya masa liburan mereka habis juga,Mereka bertiga memasuki pesawat yang akan kembali ke kota Jakarta.Renata tampak sangat kelelahan setelah mereka sampai di bandara,Aditia langsung menggendong Renata dan membawanya keluar bandara dan menaiki taksi yang sudah dipesannya barusan.


Setelah keluar dari dalam taksi Aditia menarik koper memasuki rumah,sesampainya di dalam rumah,mereka bertiga saling menatap saat melihat Rahma yang sedang asik menonton ditemani segelas teh dan juga makanan ringan.


Rahma cukup kaget melihat keluarga aditia sudah berdiri tidak jauh dari belakangnya,walaupun kaget dia tidak mau beranjak dari tempat duduknya dia hannya membalas tatapan mereka.


"Hmmm...Kalian sudah pulang,enak ya jalan-jalan ke Bali tapi meninggalkan Salsa di rumah hannya di temani oleh pembantu,sedikit pun kalian tidak takut kalau terjadi sesuatu kepadanya." Ucap Rahma,Aditia langsung duduk di depannya dan membalas tatapan sinis Rahma.

__ADS_1


"Kenapa jadi anda yang keberatan yang penting tidak terjadi sesuatu kepadanya kan,jangan ikut campur urusan kami,dan kamu juga bisa pergi dari rumah ini kalau bisa bawa dia keluar dari rumah ini juga."Jawab Aditia ketus.Rahma membelalakkan matanya saat mendengar jawaban Aditia dia ingin sekali dia menutup mulut pedas milik Aditia.


πŸ’—πŸ’—πŸ’—bersambung πŸ’—πŸ’—πŸ’—


__ADS_2