Rumah Tanggaku Hancur Ditangan Sahabatku

Rumah Tanggaku Hancur Ditangan Sahabatku
Bab 56 ~ Semakin menderita ~


__ADS_3

Salsa berusaha melawan saat Tomi sudah semakin berani menggerayangi tubuhnya, bahkan dia sudah membuka pakaiannya.Salsa semakin takut tapi dia takut untuk berteriak.


"Sudah nikmati saja,aku tau kamu juga menginginkan ini,aku akan melayani mu setiap kamu menginginkannya." Ucap Tomi sambil berbisik di telinga Salsa membuat Salsa merinding.


Tomi semakin berani dia langsung menggoda Salsa dengan menyentuh berbagai daerah sensitifnya,Salsa tidak kuasa untuk melawan karena tenaganya tidak akan sebanding dengan pria itu.


Tomi dengan buasnya menikmati tubuh salsa,akhirnya karena tidak ingin terjadi keributan dan karena takut ibunya pulang tiba-tiba akhirnya Salsa pasrah saat Tomi melakukan penyatuan dengan nya beberapa kali,walaupun dia berusaha melawan tapi dia harus mengakui kalau permainan Tomi sangat membantunya puas bahkan dia jauh lebih hebat dari pada Aditia.


Setelah puas melampiaskan hasratnya kepada Salsa Tomi memunguti pakaiannya lalu mengenakannya dia juga takut kalau Rahma kembali dari pasar,setelah dia mengenakan pakaiannya dia menoleh ke arah Salsa yang masih berbaring di tempat tidur dengan tubuh di tutupi selimut.


"Bagaimana sayang kamu puaskan,nanti malam tunggu aku disini jam dua belas,aku tidak pernah puas dengan ibumu,sementara sama kamu aku langsung puas aku pergi dulu sayang." Ucap Tomi dia mencium kening Salsa tapi dengan kasar Salsa menepisnya.


"Munafik,padahal aku tau kamu juga menikmatinya." Ucap Tomi lalu dia membuka kamar lalu kembali ke ruang tamu dan kembali menonton perutnya yang sudah lapar membuatnya kesal kepada Rahma.


Tidak lama kemudian suara pintu terbuka,Tomi beranjak dari tempat duduknya lalu menoleh ke arah pintu dan teryata itu Rahma yang membawa banyak barang belanjaan.


"Kamu lama banget,kamu ingin membuatku mati kelaparan." Ucap Tami dengan wajah yang sangat marah,mungkin dia sudah lapar apalagi dia habis terbang ke surga bersama Salsa calon anak tirinya.


"Maafkan aku sayang,aku sengaja membeli banyak ikan agar aku tidak bolak-balik ke pasar kamu kan tau kalau di rumah ini tidak ada pelayan yang ada hannya Salsa sementara dia sedang hamil besar." Rahma memohon maaf kepada Tomi dia sangat takut jika Tomi marah kepdanya karena dia sangat mencintai pria itu.

__ADS_1


"Sudah lebih baik kamu masak aku sudah mau mati saking kelaparan,kalau ada sosis goreng dulu untuk mengganjal perut." Rahma langsung mengangguk dia merasa bersyukur karena membeli sebungkus sosis setidaknya Tomi tidak akan marah untuk yang kedua kalinya.


Rahma memasak sebungkus sosis,lalu membawanya ke ruang tamu,Tomi langsung menelan ludahnya dia sangat kelaparan.Setelah Rahma kembali ke dapur,Tomi mengambil beberapa biji sosis diam-diam dia masuk ke kamar Salsa mengantar sosis itu dia tau kalau Salsa juga kelaparan karena tadi dia mendengar bunyi keroncongan dari perutnya.


Salsa sangat kaget saat Tomi datang membawa. berapa potong sosis ke dalam kamarnya setelah itu pria itu langsung keluar dari dalam kamar,itu artinya ibunya sudah pulang dari belanja.


Sebenarnya Salsa berniat untuk tidak makan sosisnya tapi karena perutnya sudah sangat lapar tampa pikir panjang dia menghabiskan semua sosisnya.


"Dasar bajingan,untuk apa dia pura-pura perhatian dia pikir aku menyukai pria modal burung,aku sangat muak kepadanya." Ucap Salsa setelah dia menghabiskan sosisnya.


Sementara itu Rahma sibuk di dapur menyiapkan makanan untuk mereka,setelah selesai memasak semuanya akhirnya Rahma memanggil Tomi yang masih menonton di ruang tamu.


"Sayang kita makan aku sudah selesai memasak." Ucap Rahma dia duduk di samping Tomi yang sedang asik menonton.


Tomi lalu beranjak menuju dapur,Rahma mengikutinya dari belakang saat melihat Tomi sudah mulai jalan.


"Memangnya kamu tidak memanggil anakmu itu kita makan berasa,kita harus merayakan kemenangan kita untuk mendapat rumah ini." Ucap Tomi,dia mencari alasan Padahal dia hannya ingin melihat Salsa.


"Begitu ya sayang...Baiklah aku akan memanggilnya." Ucap Rahma lalu beranjak menuju kamar Salsa.

__ADS_1


"Salsa....Salsa.....Ayo makan ibu sudah masak makanan kesukaan mu." Ucap Rahma padahal dia sama sekali tidak tau makanan kesukaan putrinya dia memasak cumi karena dia tau kalau Tomi sangat menyukai cumi.


"Makan saja kamu sama suami mu itu,tidak perlu kamu sok perhatian denganku aku tidak butuh perhatian orang munafik seperti mu." Ucap Salsa ketus.Rahma sangat kaget mendengar ucapan Salsa akhirnya dia kembali ke dapur menemani pacarnya makan malam.


"lebih baik kita makan saja sayang,dia memang tidak tau diri,aku perhatian kepadanya tapi dia malah semakin ngelunjak.Tomi tertawa dalam hati dia puas melihat sikap salsa yang egois.


"Mungkin dia tidak mau melihat kemesraan ku bersama ibunya,dia memang sangat memuaskan aku pastikan malam ini kami bisa tidur bersama lagi." Batin Tomi sambil menelan makanannya.


Setelah selesai makan,Tomi kembali ke ruang tamu,sementara Rahma kembali ke dalam kamarnya lalu dia membersihkan tubuhnya dan memakai gaun malam yang sangat seksi.Setelan dia memakai parfum dia bergegas menemui Tomi yang masih menonton di ruang tamu.


Sesampainya di ruang tamu dia langsung naik ke pangkuan Tomi,sebenarnya Tomi tidak ada gairah sedikit pun tapi karena tidak ingin mengecewakan Rahma akhirnya dia mulai menciumi bibir Rahma dan menyentuh kedua gunungnya yang tidak memakai bra sama sekali.


Rahma sudah sangat bergairah,tubuhnya terus meliuk-liuk saat Tangan Tomi menyentuh area sensitifnya yang sudah basah menahan nafsu.


Malam sudah mulai larut,Salsa keluar dari dalam kamar karena dia yakin kedua manusia yang tidak tau malu itu sudah masuk kedalam kamar mereka.


Saat Salsa hampir sampai di ruang tamu,dia mendengar ******* demi *******,tiba-tiba dia merinding mendengar suara itu.Perlahan Salsa mundur ke belakang lalu dia kembali kedalam kamarnya.


"Ayo sayang aku sudah tidak tahan,ayolah aku mohon." Ucap Rahma mengemis kepada Tomi dia persis seperti wanita penghibur.

__ADS_1


πŸ’—πŸ’—πŸ’—bersambungπŸ’—πŸ’—πŸ’—


__ADS_2