Rumah Tanggaku Hancur Ditangan Sahabatku

Rumah Tanggaku Hancur Ditangan Sahabatku
Bab 45 ~ Lelah ~


__ADS_3

Salsa menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang,tanpa dia sadari air mata jatuh membasahi wajahnya,dia tidak menyangka jika ibunya akan melakukan hal murahan seperti itu.


Dia membawa ibunya datang ke kota ini bertujuan untuk menemaninya di rumah suaminya,agar ada yang membelanya jika Amanda dan mertuanya menekannya,dan pada akhirnya ibunya sendiri yang menambah masalah kepadanya.


"Kenapa sih sulit sekali aku mendapat kebahagian,aku merasakan penderitaan yang luar biasa,saat aku masih TKI,dan aku pergi merantau juga itu karena aku tidak tahan dengan suami yang sangat jahat.Kenapa,kenapa harus seperti ini?" Salsa menagis sesenggukan,pada saat itu samar-samar dia mendengar suara mobil suaminya.


Aditia masuk kedalam rumah,Amanda mengambil tas yang ada di tangan suaminya jujur saja dia sangat takut memberi tahu kalau semua jam tangan koleksinya di bawa kabur oleh ibu mertua dari istri keduanya.


"Kenapa wajahmu terlihat murung? apa terjadi keributan lagi?" Tanya Aditia,sambil berjalan menuju ruang tamu yang di ikuti oleh Amanda dari belakang,mamanya juga hannya diam melihat Aditia yang sudah sampai di rumah mereka.


"Aduh....Lelah sekali tubuh ini,pikiran juga sangat lelah.Sekarang ini setiap kali aku kembali ke rumah,yang ada bukan kebahagian lagi yang aku dapat melainkan beban pikiran yang selalu saja ada." Ucap Aditia,dia menjatuhkan tubuhnya di atas sopa.Amanda meninggalkan Aditia dan mertuanya di sopa dia mengurungkan niatnya untuk memberitahu kalau dia kehilangan semua koleksi jam tangannya.Dia takut menambah beban pikiran suaminya.


Amanda datang membawa segelas teh untuk suaminya,saat dia berada di hadapan suaminya tiba-tiba Aditia melihat bekas cakaran Salsa di wajahnya,padahal Amanda sudah berusaha menutup wajahnya tapi Aditia masih juga melihatnya.


"Ada apa dengan wajahmu?" Tanya Aditia sambil menyisihkan rambut yang menutupi wajah Amanda.


"Tidak papa mas,tadi ada kucing yang aku tolong tapi tiba-tiba dia mencakar ku." Ucap Amanda berbohong,dia tidak ingin ada lagi keributan di rumah itu bahkan dia takut memberi tahu kepada suaminya tentang barang-barang mereka.


"Jangan bohong kamu,aku tidak suka di bohongi!!"

__ADS_1


"Iya mas. Aku tidak berbohong."Jawab Amanda.Aditia tidak percaya dengan ucapan istrinya,lalu dia menoleh ke arah mamanya seakan meminta mamanya untuk jujur kepdanya.


"Ma...?" Amanda menoleh ke mertuanya dan menatapnya seakan berharap agar mertuanya merahasiakan kejadian tadi siang.


"Aku tidak tau mama tadi siang tidur sepanjang hari." Ucap mamanya.Tidak puas dengan jawaban Amanda dan mamanya Aditia beranjak dari tempat tidurnya lalu berjalan mendekati kamar Salsa.Adtia tau jika amanda tidak pernah suka dengan kucing jadi dia tidak yakin jika Amanda menolong kucing hingga wajahnya di cakar seperti itu.


"Braakkk...." Salsa sangat kaget saat pintu terbuka dengan sangat kasar,dia langsung terbangun dan duduk di atas ranjang,dia sangat takut saat melihat kemarahan di wajah suaminya itu.


"Apa yang kamu lakukan terhadap istriku,kamu berani mencakar wajahnya?" Aditia membentak Salsa dengan nada tinggi hingga membuat Salsa ketakutan dia terkejut saat Aditia menaikkan nada suara dihadapannya.


"D_di_dia yang pertama menjambak rambutku mas,dia menuduh ibuku yang tidak-tidak mas." Ucap Salsa dengan suara parau mungkin dia menahan tangis dan rasa takut yang bercampur menjadi satu.Aditia mengerutkan keningnya,dia tidak mengerti apa yang terjadi hingga kedua istrinya itu terlibat perkelahian.


Aditia menarik tubuh Salsa yang sudah semakin lemah,dia membawanya ke ruang tamu,setelah mereka sampai di ruang tamu dia memaksa Salsa duduk di sopa.


"Rahma mamanya Salsa membawa kabur semua perhiasan milik Amanda dan juga koleksi jam mahal milik mu."


"Apa....!!" Belum sampai mendengar penjelasan mamanya Aditia sudah bergegas pergi meninggalkan mereka lalu berlari menuju kamarnya,dia sangat kaget mendengar ucapan mamanya.


"Ini semua karena kamu,aku benar-benar sudah sangat lelah setelah kehadiranmu,bagaimana apa kamu masih tetap bertahan walaupun Aditia sudah tidak mengharapkan mu?" Sadarlah lebih baik kamu minta uang darinya lalu kamu pergi dari rumah ini,aku sudah tidak tahan setiap hari harus menghadapi masalah karena mu." Salsa menunjukkan sikap tidak sukanya kepada Amanda dia menatap sinis kepada Amanda.

__ADS_1


"Kenapa tidak kamu saja yang pergi,aku sangat yakin jika kamu pergi dan meminta cerai dari mas Aditia aku yakin dia akan kembali mencintaiku seperti dulu." Ucap Salsa tidak mau kalah.


Amanda mendesis mendengar jawaban Salsa,dia meradang mendengar jawaban balik dari Salsa.Terkadang Amanda selalu berpikir apa dia terlalu baik kepada Salsa hingga dia tidak menghargainya sedikit pun.


"Huh....Kamu benar-benar wanita bermuka tembok,aku ini istri sahnya kami sudah menikah hampir sepuluh tahun bagaimana bisa kamu menyuruhku menceraikan dia,bukan kah kamu sekarang menjadi istrinya itu karena paksaan." Ucap Amanda dengan senyum kecut,dia kesal melihat wajah Salsa yang begitu menyebalkan.


Sementara itu Aditia turun dari lantai atas dengan wajah yang sangat marah,dia membawa semua kotak jam tangannya lalu menghampiri mereka bertiga,Amanda dan Salsa benar-benar ketakutan melihat pria yang mereka rebut.


"brakk.....plak....plak...plak..." Aditia melempar semua kotak jam tangannya yang sudah kosong ke hadapan Salsa lalu melayangkan tamparan ke wajah Salsa berkali-kali hingga sudut bibirnya mengeluarkan darah segar.


"Hubungi sekarang ibu mu yang maling itu,atau aku membuang mu ke jalanan sekarang juga cepat...." Aditia memekik,tubuh salsa yang lemah karena dia tidak makan seharian langsung gemetaran,kakinya yang hendak berdiri sudah tidak mampu lagi,hingga akhirnya dia kembali pingsan di hadapan mereka.


Aditia duduk di atas sopa seakan dia tidak peduli dengan keadaban Salsa,entah kenapa semakin hari Aditia semakin muak dengan Salsa,sikap Salsa yang kasar dan kehadiran ibunya di ruangannya membuatnya semakin jijik.


"Apa saja yang kamu lakukan, hingga kamu tidak melihat ibunya itu mencuri semua barang-barang mewah dari rumah?" Kamu kemana saja,kali ini aku benar-benar kecewa kepadamu,jika perasaan ku berubah kepadamu itu karena kamu yang membuat itu,kamu membawa sumber masalah ke rumah ini." Ucap Aditia lalu dia pergi meninggalkan Amanda dan mamanya di ruang tamu bahkan tidak peduli sama sekali dengan Salsa yang masih pingsan.


"Ma....Aku harus bagaimana,aku lelah sekali ma!!" Ucap Amanda.Mertuanya menghela napas panjang bahkan dia sendiri sudah tidak tahan tinggal di rumah anak menantunya yang berubah seperti neraka semenjak kehadiran Salsa di antara mereka.


"Mama juga sudah menyerah,mungkin besok mama akan menyuruh Aditia mengantarku pulang ke rumahku,rumah ini sudah tidak seperti dulu lagi,jadikan ini sebagai pelajaran berharga di hidupmu." Ucap Mertuanya lalu wanita itu juga meninggalkannya di ruang tamu.

__ADS_1


Amanda memanggil pelayan untuk mengurus Salsa yang masih terlihat pingsan,jauh di lubuk hatinya dia merasa iba kepada Salsa yang merasakan penderitaan padahal dia sedang hamil.


πŸ’—πŸ’—πŸ’—bersambungπŸ’—πŸ’—πŸ’—


__ADS_2