Rumah Tanggaku Hancur Ditangan Sahabatku

Rumah Tanggaku Hancur Ditangan Sahabatku
Bab 38 ~ belajar ikhlas ~


__ADS_3

Amanda menyeka matanya yang sudah mulai berembun,dia tidak menyangka rumah tangga yang begitu harmonis akan berakhir seperti ini,bahkan dia tidak pernah bermimpi akan memberikan ijin kepada suaminya untuk menikah lagi bahkan serumah dengan madunya yang tidak lain adalah sahabatnya sendiri yang sudah menghancurkan benteng pernikahan yang begitu indah.


"Kita akan tetap merahasiakan ini mas dari Renata,aku tidak mau dia terpukul nantinya mendengar kalau papanya akan menikah dengan wanita lain." Ucap Amanda,suaranya terdengar serak mungkin dia menahan tangisnya,Aditia benar-benar tidak tega melihat istrinya yang menderita karena perbuatannya.


"Sayang,maafkan aku,semua ini tidak akan terjadi jika aku bisa menahan diri sedikit saja,aku mohon sayang maafkan aku." Ucap Aditia dia memeluk istrinya yang terlihat sangat rapuh.


Akhirnya tangis Amanda,pecah di pelukan suaminya,sekuat apa pun dirinya ternyata dia punya batas juga,hari ini dia memutuskan untuk pasrah akan semuanya dan berharap Salsa mendapat karma atas perbuatannya yang begitu licik yang tidak membiarkan dia hidup bahagia.


"Sayang,aku berjanji setelan dia melahirkan bayi itu aku akan menalak dia,terserah dia mau memberikan bayi itu untuk kita atau tidak." Ucap Aditia sambil mengelus rambut Amanda,yang masih betah di pelukannya.


Setelah merasa tenang,Amanda melepaskan tubuhnya dari pelukan Aditia lalu mereka tidur sambil berpelukan,Aditia bersyukur karena Amanda memberikan ijin kepadanya untuk menikah,dari pada kariernya hancur jika Salsa sampai melaporkan dia ke polisi.


Keesokan paginya,setelah Aditia mengantar Salsa ke sekolah,dia memutuskan untuk kembali ke rumahnya menemui Salsa dan ibunya yang selalu menekannya beberapa hari ini,hal itu membuatnya sangat pusing dan kesal.


Salsa dan mamanya selesai sarapan langsung kembali ke ruang tamu,mereka bersikap seolah-olah rumah itu adalah milik mereka,bahkan Rahma memperlakukan pelayan seperti pelayan pribadinya membuat Amanda sangat kesal.


"Bibi.....Bibi...!!" Rahma menjerit dari ruang tamu,membuat pelayan datang berlari menghampiri mereka,Amanda yang berada di ruang tamu juga menatap sinis kepada Rahma,dia merasa tidak nyaman atas sikap mamanya Salsa sementara mertuanya saja tidak pernah memperlakukan pelayan rumah tangga seperti itu.


"Ada apa bu...?" Tanya pelayan dengan wajah tidak suka,dia kesal melihat sikap Salsa dan juga ibunya yang bersikap layaknya nyonya besar.

__ADS_1


"Buatkan aku teh...Kalau disuruh itu cepat lakukan jangan terlalu lamban." Ucap Rahma membuat Amanda semakin benci dengan mereka.


"Bibi....kembali ke belakang kamu tidak perlu melakukan apa pun yang di suruh kedua wanita ini,karena kamu bukan pelayan mereka."Ucap Amanda,dengan senang hati pelayan itu pergi dari hadapan Rahma dan juga Salsa.


Rahma menatap sinis Amanda,dia merasa kesal karena Amanda sudah mempermalukan dirinya di hadapan pelayan mereka.


"Keterlaluan sekali kamu Amanda,dia kan pelayan di rumah ini,siapa saja berhak untuk mengaturnya." Ucap Rahma,dia menunjukan tatapan tidak suka kepada Amanda.


"Memangnya kamu yang memberikan dia gaji,mulai sekarang,jika kalian ingin makan,ambil sendiri dan jangan coba-coba untuk makan bersama kami,aku tidak menyukai itu." Jawab Amanda.


Wajah mereka berempat terlihat tegang,Salsa tidak ambil pusing dengan jawaban Amada,yang terpenting baginya saat ini adalah ,Aditia menikahinya secepat mungkin.


Sesampainya Aditia di rumah,dia masuk ke ruang dan melihat semua orang sudah menunggunya di ruang tamu,saat itu dia langsung duduk di samping Amanda.


"memangnya kalau sudah sampai apa urusannya dengan mu,sebegitu besarnya harapanmu kepada suami ku,hingga wajah mu terlihat begitu bahagia?" Tanya Amanda dengan nada menekan,Rahma yang masih kesal melihat Amanda langsung menatap ke arah Amanda.


"Kamu itu kenapa sih Amanda,dari tadi kamu cari masalah terus kepada kami,ada apa,kamu tidak terima jika salsa menikah dengan suami mu,ya sudah kamu minta saja cerai dengan suami mu." Ucapan Rahma langsung membuat Aditia tersulut emosi,dia sangat tidak menyangka keluarga Salsa benar-benar tidak tau malu sama sekali.


"Tutup mulut mu orang tua,kamu itu tamu di rumah ini,berani sekali kamu berbicara seperti itu,kepada istriku,hari ini juga kamu pergi dari rumah ini,tidak sudi aku menampung manusia yang tidak punya akhlak seperti mu." bentak Aditia membuat Rahma ketakutan.

__ADS_1


Amanda cukup puas melihat kemarahan suaminya kepada Rahma,memang orang tidak tau malu sesekali harus di kasih pelajaran tidak perlu menghargai manusia yang bisanya hannya benalu dan menyusahkan orang lain.


Rahma menunduk malu,di hadapan Amanda dan juga dihadapan mertuanya Amanda,kali ini dia tidak berani untuk cari masalah dengan Aditia dan juga Amanda,Karena dia takut Aditia semakin mengulur waktu untuk menikahi Salsa.


"Sudahlah mas,aku minta maaf atas sikap ibuku,mas bagaimana dengan hasil pembicaraan kita tadi malam,aku sudah tidak mau kamu mengulur waktu mas karena perutku semakin hari semakin membesar." Ucap Salsa.Ucapan Salsa sanggup membuat Amanda ingin mencakar wajah tidak tau malu Salsa,tapi dia menghela napas panjang,dan mencoba untuk bersabar.


"Aku akan menikahi mu secara siri."


"Kok secara siri sih mas,aku maunya secara sah."


"Kamu tidak mau ya sudah,aku tidak peduli."


"Baik mas,aku akan menerima keputusan mas,kapan kita akan menikah mas?"


"Hari ini juga,sekarang aku akan memanggil penghulu dan beberapa orang untuk menjadi saksi pernikahan ini."Ucap Aditia.


Setelah beberapa jam bersiap-siap orang-orang bayaran Aditia datang ke rumahnya dan juga satu orang penghulu lalu menikahkan mereka secara siri.


Walaupun pernikahan secara siri,wajah Salsa terlihat sangat bahagia,setelah semua orang sudah pergi mereka semua duduk di sopa lalu Aditia membuat peraturan untuk Rahma dan juga Salsa.

__ADS_1


"Salsa walaupun kamu itu istriku,kamu tidak ada hak apa pun di rumah ini,dan kaku harus menghargai Amanda sebagai nyonya di rumah ini,dan ibumu itu segera suruh kembali ke kampung karena aku tidak menyukainya sedikit pun." Ucap Aditia.Salsa tidak terima dengan semua ucapan Aditia.


πŸ’—πŸ’—πŸ’—bersambung πŸ’—πŸ’—πŸ’—


__ADS_2