Rumah Tanggaku Hancur Ditangan Sahabatku

Rumah Tanggaku Hancur Ditangan Sahabatku
Bab 60 ~ Berita sedih ~


__ADS_3

Aditia pergi meninggakan rumahnya menuju rumah sakit,dia merasa bersyukur di saat Salsa menderita seperti itu dia malah menghubungi mereka,dia tidak bisa membayangkan jika rumahnya benar-benar di kuasai ibunya yang tidak ada pikiran baik kepada anaknya.


Sementara itu Amanda sangat ketakutan,dengan terpaksa Salsa harus menjalani operasi secar keadaannya semakin memburuk.Amanda menunggu didepan ruang operasi,dia terus gelisah karena sudah lama belum ada satu orang pun yang keluar dari ruangan itu.


Sampai Aditia di rumah sakit dia langsung menanyakan keberadaan Amada dan juga salsa kepada seorang perawat yang kebetulan lewat dari hadapannya.Aditia langsung bergegas menemui Amanda dari kejauhan dia sudah melihat Amanda yang sedang berdiri terlihat jelas dia sangat gelisah.


Aditia menghentikan langkahnya,dia menatap wajah gelisah istrinya,dia terkadang bingung kepada Amanda bisa-bisanya wanita itu memiliki hati seperti malaikat salsa sudah menyakitinya berkali-kali tapi dia masih saja mau membantunya.


"Sayang..." Amanda langsung menoleh ke arah suara yang sangat dia kenali lalu dia mendekati Aditia dan memeluknya bahkan dia sampai menagis Aditia bingung dengan sikap Amanda.


"Ada apa sayang katakan kepadaku, kenapa kamu menangis,hei....Katakan apa yang terjadi kenapa kamu menangis seperti ini." Tanya Aditia sambil mengusap rambut istrinya,Amanda terus menagis sesenggukan di dadanya.


"Salsa mas.....Hiks.....Dia...Dia kritis aku takut dia tidak bisa di selamatkan." Ucap Amanda dia gemetaran antara takut dan sedih dengan nasib buruk yang menimpa Salsa.


"Iya....Baguslah,setidaknya tidak akan ada yang menganggu hidup kita lagi,ibunya saja sudah ku usir dari rumah,aku sangat muak melihat wanita itu,entah ibu macam dia bisa-bisanya dia sejahat itu kepada Salsa,dia bisa tenang di saat anaknya akan melahirkan." Sungut Aditia.Amamda menarik tangan Aditia mendekati kursi yang tidak jauh dari mereka.


"Mas... Tadi Salsa sempat sadar,dia menceritakan kalau ini belum waktunya untuk dia melahirkan tapi kata dia,ibunya mendorong dia hingga dia terbentur ke lantai,itu dia lakukan karena membela pria brengsek yang menjadi selingkuhan ibunya." Amanda menurunkan nada suaranya.Amanda merasa sedih dengan nasib buruk yang menimpa mantan sahabatnya itu.

__ADS_1


"Sudahlah,biarlah setiap orang jahat akan mendapat karma dari apa yang mereka lakukan."Ucap Aditia,dia sama sekali tidak ada rasa iba kepada Salsa setelah begitu banyak pelajaran hidup yang di berikan wanita itu kepada mereka bahkan dengan teganya Salsa mengusir mereka beberapa minggu kemarin,dia bersyukur Tuhan memberikan cobaan kepda Salsa setidaknya istana mereka bisa kembali lagi.


Amanda merasa iba kepada Salsa bukan karena mereka pernah menjadi sahabatnya dekat tapi setelah pelajaran hidup yang di berikan oleh Salsa di rumah tangganya Amanda semakin bersyukur memiliki suami yang setia.Amanda iba kepada Salsa itu karena dia merasa mereka sesama wanita.


Seorang dokter membuka pintu ruang operasi,Amanda langsung bangkit dari tempat duduknya lalu berlari mendekati dokter,sementara Aditia terlihat malas untuk bangkit dia tetap duduk di tempatnya.


"Dokter bagaimana dengan wanita itu?" Tanya Amanda dengan wajah penuh khawatir,Aditia sangat kesal melihat kepedulian Amanda terhadap Salsa padahal duku Salsa begitu kejam kepadanya bahkan beberapa kali Salsa melayangkan tamparan ke wajahnya.


"Dia masih kritis,sementara bayi yang ada di kandungannya bisa selamat,jenis kelamin bayinya seorang laki-laki,ibunya mengalami kritis karena banyak mengalami pendarahan dan terlambat di tangani." Jawab sang dokter.Amamda hampir terjatuh saat mendengar penjelasan dokter,untung saat itu Aditia sedang berjalan ke arahnya hingga bisa menolongnya.


Mereka berdua pamit kepada perawat yang menjaga bayi itu untuk masuk melihat keadaan bayi itu.Amanda sangat terharu melihat bayi itu,benar-benar mirip dengan suaminya putih,mancung dan memiliki lesung pipi menambah imut wajahnya.


"Sayang dia begitu mirip denganmu,aku tidak kuat untuk membencinya,bagaimana pun juga ibunya yang bersalah,jadi tidak ada kata anak haram." Ucap Amanda,Aditia salah tingkah saat mendengar ucapan Amanda,sementara dia sedikit pun tidak ada perasaan kepada bayi itu apalagi saat mengingat wajah Salsa yang begitu menjijikkan baginya.


"Sudahlah aku tidak mau lagi di ruangan ini lebih baik kita pulang,ibunya saja tidak peduli dengannya apalagi kita." Ucap Aditia,Amamda mengangguk mereka langsung keluar dari ruangan itu.


Saat Amanda dan Aditia,melewati koridor rumah sakit hendak pulang ke rumah tiba-tiba dokter dan beberapa perawat terlihat tergesa-gesa melewati mereka,dan mereka semua kembali ke ruangan Salsa berlari kecil menghampiri kamar lalu mengintip ke ruangan Salsa.

__ADS_1


Seorang perawat tiba-tiba keluar dari dalam ruangan,Amanda sangat kaget bahkan hampir terjatuh karena dia bersandar di pintu mendengar kejadian di ruang itu.


"Tuan,dan nyonya silahkan masuk kedalam ruangan,pasien memanggil kalian."Ucap Dokter Amanda langsung menarik tangan Aditia dan mereka masuk ke ruangan itu.


Saat mereka masuk kedalam,Salsa tersenyum ke arah mereka,wajahnya sangat pucat dan tubuhnya kursi kering dan bibirnya pecah-pecah.


"Amanda.....Aku minta maaf atas kesalahanku yang begitu besar kepadamu,aku sangat malu saat ini kepadamu,benar-benar malu,aku tidak menyangka ibu yang melahirkan ku tega memperlakukan aku seperti ini bahkan tidak peduli sama sekali." Ucap Salsa dengan suara terisak air matanya membasahi pipinya,dia berusaha menyeka air matanya.


"Sudahlah,yang terjadi biarlah terjadi,setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan,sekarang kamu harus pokus dengan kesehatanmu,anakmu butuh sosok ibu nantinya,lupakan semua masa lalu." Ucap Amanda.Aditia hannya diam,dia cukup kaget melihat hancurnya hidup Salsa saat ini,tubuhnya yang kurus kering menunjukkan kalau dia hidup penuh derita selama ini.


"Amada....Jika sesuatu yang buruk terjadi kepadaku,tolong jaga anakku,rawat dia seperti kamu merawat Renata,jadikan dia sebagai anakmu dan katakan kepdanya kalau kamu adalah ibu kandungnya_"


"Jangan bicara seperti itu Salsa,kamu terlalu bodoh,berjuang untuk anakmu,jangan lemah,sadarkan ibumu dan besarkan anakmu." Ucap Amanda memotong ucapan Salsa yang sudah mulai lemah.


"Pokoknya tolong ingat apa yang aku katakan Amanda,tolong kalian sayangi anakku seperti kalian menyayangi Renata,mas maafkan aku karena pernah memaksa mu menjadi pria jahat sayangi anak itu mas,ajarkan Renata kalau dia adakah adik kandungnya."Ucap Salsa,air matanya membanjiri wajahnya dia semakin lemah.Amamda menangis,Aditia bahkan tidak sanggup mendengar kata-kata Salsa.


πŸ’—πŸ’—πŸ’—bersambung πŸ’—πŸ’— πŸ’—

__ADS_1


__ADS_2