Rumah Tumbal

Rumah Tumbal
Asal-Usul Keluarga Mardani 10


__ADS_3

"beritahu lah bapak mu, katakan pada nya bahwa ratmi telah bersekutu di hutan leweung larangan. beliau akan memberi solusi nya"


Ucap sari dengan nada suara berat.


"bapak?? dari mana bapak tahu tentang hutan leweung larangan itu?"


ucap harjo sambil mengerutkan alisnya.


Lantas sari berlenggang pergi meninggalkan rumah Hartini tanpa pamit terlebih dahulu.


Hartini menatap heran pada sari, tingkah laku nya sedikit berbeda dari biasanya.


"ada apa dengan nyonya sari??"


Tanya Hartini sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"dek, kemas beberapa pakaian mas. Mas akan pulang ke desa inggit"


Titah Harjo


"aku ikut ya, mas. Aku ingin sekali bertemu dengan mertua ku!!"


Ucap Hartini memohon.


"baiklah"


...****************...


"Dito.. Apa yang terjadi pada kamu dan Karlina?"


Tanya ratmi yang amat penasaran dengan hal apaa yang telah terjadi pada adik dan adik ipar nya itu.


"aku seseorang yang memfitnah aku mengambil harta pusaka milik kanjeng darma, mbak. Lina, yang mencoba menengahi keadaan malah turut di usir dari istana keraton kraton nya sendiri."


Jawab Dito lirih


"siapa seseorang yang memfitnah kamu?"


tanya ratmi penuh amarah.


"aku rasa..."


Dito menghentikan ucapannya sebab dia melihat Karlina yang datang menggendong bayi nya.


"bayi yang lucu.. Siapa nama nya, Lin.?"


tanya ratmi yang mengambil alih bayi nya Karlina.


"Mardani. Namanya Mardani, mbak.!!"


jawab Karlina dengan mimik wajah yang sendu


mereka bertiga larut dalam obrolan ringan. Sampai pada akhirnya ratmi menyadari bahwa sari tidak ada di antara nya.


"RATMI... NDUK, MALAM INI KAMU HARUS MEMBERI SESEMBAHAN PADA MBAH JAMBRONG.. hihihi..."

__ADS_1


Tiba-tiba suara bu'de dasimah menggema kencang di telinga ratmi.


jantung nya berdegup kencang tak beraturan, keringat nampak bercucuran membasahi seluruh tubuh nya, ratmi mengedarkan pandangannya kee segala arah, mencari sumber suara bu'de dasimah.e


namun ia tak mendapati bu'de dasimah dimana pun.


Dito yang menyadari gelagat aneh kakak nya itu, menatap heran.


"mbak..? mbak ratmi kenapa?"


tanya Dito sambil menyentuh pundak ratmi.


seketika ratmi jatuh pingsan tak sadarkan diri, Dito panik bukan kepalang melihat kakak nya pingsan.


"mas.. Mas Darso..."


Teriak Dito memanggil kakak ipar nya.


setengah berlari juragan Darso menghampiri Dito, dan berapa terkejutnya dia melihat istri nya itu tak sadarkan diri.


"ada apa ini, Dito.? Kenapa dengan ratmi??"


Tanya juragan Darso yang nampak sangat panik


Juragan Darso membopong tubuh mungil istri nya itu ke kamar dan membaringkan nya di atas ranjang keramat.


Juragan Darso menatap heran. sebab dia baru kali ini melihat ranjang jati dengan ukiran pahat wajah serigala itu di kamar ratmi.


"Yono... Yono...."


"i-iya juragan.."


Sahut nya yang sedikit lebih berlari menghampiri juragan Darso.


"panggil bu'de Suti kemari"


Titah nya, meminta pekerja nya memanggil salah seorang tukang urut.


"dek... Ratmi, bangun dek.!!"


Ucap juragan Darso lirih, sambil sesekali mengecup punggung tangan ratmi.


Setelah 23 menit kemudian, Yono kembali datang membawa bu'de Suti si tukang urut itu.


Lantas Bu'de Suti mulai mengurut pelan ratmi, sementara yang lain menunggu di luar kamar.


"Dito... Apa yang terjadi pada mbak mu, barusan.??"


Tanya juragan Darso yang nampak cemas.


"tadi kami hanya mengobrol ringan saja, mas. namun tiba-tiba mbak ratmi seperti..."


Dito menghentikan ucapan nya.


"mas... apa yang terjadi pada ratmi?? Kata Yono, ratmi pingsan?"

__ADS_1


Tanya sari yang tiba-tiba datang dari arah pintu utama.


"kamu dari mana saja, sari.??"


Tanya juragan Darso yang tampak marah.


"a-aku... Aku dari kebun teh, mas. Sekedar berkeliling saja"


Ucap sari yang nampak gugup.


"juragan.. Juragan.. kabar gembira, juragan.!!"


Teriak bu'de Suti seperti orang kegirangan.


"ada apa bu'de??"


Tanya juragan Darso tersenyum


"ratmi.. Ratmi Hamil...!!"


Ucap bu'de Suti penuh gembira


"A-apa.. Ra-ratmi hamil..!!"


sahut juragan Darso dengan mimik wajah yang berbinar.


Lantas di balas anggukan oleh bu'de Suti.


Semua orang saling melempar pandangan penuh bahagia.


"ratmi memang tengah hamil, mas. Kandungan nya sudah hampir empat bulan, hanya saja dia enggan memberi tahu kamu."


Sahut sari


...****************...


"INGAT RATMI.. KAMU HARUS MEMBERI SESEMBAHAN PADA MBAH JAMBRONG MALAM INI.. MALAM INI, RATMI... Khii khii khii..."


Lagi dan lagi suara bu'de dasimah menggema di telinga ratmi.


"i-iya bu'de, aku akan melaksanakan nya malam ini."


Jawab ratmi.


"mbak sari.. Iya, dia akan aku jadikan tumbal.!!"


gumam ratmi yang tersenyum kecut.


"ratmi.. Kamu sudah bangun?? kenapa kehamilan mu di rahasiakan pada, mas."


"sebab dulu kau selalu menindas ku, mas."


Gumam ratmi dalam hati.


Tanya juragan Darso dengan lembut

__ADS_1


__ADS_2