
Cahya kembali ke kamar setelah makan malam bersama Zein.
Ia kembali termenung di tepi jendela kamar nya. Sambil melihat langit malam, yang sedang mengeluarkan tetes demi tetes air hujan yang begitu deras dengan di sertai suara petir yang menggelegar.
Kali ini Cahya memikirkan sang ibu dan juga adik nya, entah dia bisa kembali bersatu atau tidak dengan ibu dan adik nya.
Sedangkan dirinya kini tengah berada di dalam lingkaran setan.
Aarrgghhh...
Aarrgghh...
Dugh Dugh !!
Sontak saja Cahya terkejut, manakala suara mengerikan dan suara benturan yang amat keras itu menghentikan lamunan nya.
"Ya ampun.. Apalagi itu!!"
Ucap Cahya sembari menghela nafas kasar
Cahya bangkit dan mencari sumber suara mengerikan itu.
Suara nya berasal dari luar kamar. Entah, teman-temannya dengar atau tidak. Namun yang ia dengar suara mengerikan itu sangat menggema di telinga nya.
Belum sempat Cahya membuka pintu, namun seseorang tengah berteriak memanggil nama Cahya dari luar pintu.
"Ca.. Cahya, buka pintu nya Ca..!!"
"Maura.."
Sahut Cahya sambil membuka pintu kamar dengan cepat.
"Ca.. Nabila enggak ada, kita sudah mencari kemana-mana tapi tidak ada juga. Ca.."
Ucap Maura dengan mimik wajah yang amat panik
"Apa... Maura enggak ada?? mu-mungkin dia lagi keluar rumah kali, coba kita cari di depan yuk.!!"
Jawab Cahya yang tak kalah panik
"Enggak Ca. Nabila tadi ada di kamar nya kok, gua ngedenger dia teriak-teriak, tapi pas gua samperin ke kamar nya, Nabila nya enggak ada Ca.."
"Mungkin loe salah dengar kali, Ra. Bisa jadi loe halusinasi, dan mungkin Nabila lagi keluar cari angin di luar."
Ucap Cahya mencoba menenangkan Maura
"Jadi maksud loe, gua bohong? Gua halusinasi? Iyaa? Kalau nanti terjadi apa-apa sama Nabila, loe orang pertama yang gua salahin.!!"
Jawab Maura dengan lantang
"Ra, bukan gitu maksud gua Ra."
Cahya mencoba menyusul Maura ke kamar nya, namun di halau oleh Zein.
"Maura benar Ca.!! memang benar tadi Nabila ada di kamar nya, saat kita mendengar suara teriakan dia. Kita semua langsung menghampiri ke kamar nya, tapi kita enggak mendapati Nabila ada disana."
Ucap Zein lirih
"tapi kenapa gua enggak dengar suara teriakan Nabila ya?? Yang gua dengar, suara mengerikan Zein."
Sahut Cahya
"suara mengerikan??"
Ucap Zein sembari mengerutkan keningnya
"Mbak Intan, mana.??"
Tanya Cahya sambil membulatkan matanya
__ADS_1
"gua sih belum melihat Mbak Intan dari sore!!"
"loe sama Yogi lanjut cari Nabila, biar gua tenangin Maura dulu."
Zein menganggukkan kepalanya memberi isyarat bahwa dia paham.
Lantas Cahya menyusul Maura ke kamar nya.
Tok
Tok
Tok
"Maura.."
Panggil Cahya lirih sembari membuka pintu kamar Maura
"Maura, gua minta maaf ya.? Gua paham kok apa yang loe rasain dan gua enggak bermaksud..."
Belum sempat Cahya melanjutkan pembicaraannya namun Maura memotong nya.
"Kalau gitu, ayuk cari Nabila sekarang.!!"
Jawab Maura dengan nada yang sedikit tinggi
"i-iya. Kita cari Nabila sekarang"
Menggenggam senter di tangan nya, Cahya mencari Nabila di sekitaran rumah Intan.
"Nabila. Ca, itu Nabila.."
Teriak Maura menunjuk ke arah perkebunan sayur mayur milik Intan. Disana Nabila tampak berdiri mematung dengan wajah datar.
Cahya dan Maura bergegas menghampiri Nabila, dan dengan cepat Maura langsung memeluk erat tubuh Nabila. Namun, tidak dengan Cahya, ia malah menghentikan langkah kakinya.
Sebab, dalam pandangan nya itu bukanlah Nabila yang sesungguhnya, melainkan sosok pocong yang menyerupai Nabila.
Ucap Cahya yang perlahan berjalan mundur
"loe ngomong apa sih Ca? Jelas-jelas ini Nabila!!"
teriak Maura dengan lantang, lantas mata nya menatap wajah Nabila. Dan benar saja ucapan Cahya, ternyata Nabila yang baru saja dia lihat sebenarnya adalah pocong.
"AAKKHHH.."
Teriak Maura yang amat terkejut hingga jatuh terduduk, dengan cepat Cahya menarik lengan Maura.
"Lari Ra.."
Teriak Cahya yang nampak panik.
Khi khi khi
Khi khi
Tampak sosok kuntilanak tengah berterbangan di atas kepala mereka, dan membuat mereka semakin berteriak histeris..
Hingga mereka menabrak seseorang.
Brrukk..
"Mbak Intan..!!"
Ucap Cahya penuh ketakutan
"Itulah akibat nya jika kalian keluar saat malam hari"
Ucap Intan dengan tatapan yang nyalang
__ADS_1
"Nabila hilang Mbak, dan kami sedang mencari nya."
Jawab Maura lirih
"Kalian bisa mencari nya esok hari, jika kalian keras kepala, maka tanggung lah sendiri akibat nya.!!"
Sahut Intan dengan lantang, lantas berlenggang pergi meninggalkan Cahya dan Maura.
"Kita istirahat dulu ya Ra. Besok kita lanjut mencari Nabila, percaya lah tidak akan terjadi apa-apa pada Nabila."
Ucap Cahya yang mencoba menenangkan Maura dan mengajak nya beristirahat.
Kini mereka kembali ke rumah Intan, dan mendapati Yogi dengan Zein tengah mondar-mandir di ruang tamu dengan mimik wajah yang tak bisa di jelaskan.
"Kalian dari mana saja sih..? Nabila saja belum ketemu, kalian juga malah tidak ada di rumah."
Ucap Yogi dengan nada yang sedikit membentak.
"Gua juga habis mencari Nabila"
Jawab Maura yang tak kalah membentak
"Sudah.. Sudah.. Di saat genting kaya gini masih sempat-sempatnya berdebat"
Gertak Zein
"Iya. Harusnya kita menghadapi dengan kepala dingin, kalau kita terus-terusan berdebat bagaimana kita bisa dapat solusi untuk mencari keberadaan Nabila.??"
Sahut Cahya dengan nada suara yang lembut
"maksudnya gua itu.. Gua khawatir sama kalian berdua, gua takut kalian juga hilang seperti Nabila."
Ucap Yogi dengan mata yang berkaca-kaca.
"Terus gimana? Kalian sudah menemukan tanda-tanda keberadaan Nabila??"
Tanya cahya
"Belum Ca"
Jawab Yogi
Cahya menghela nafas kasar, lantas menjatuhkan tubuhnya di atas sofa.
Ia berharap semoga teman nya itu dalam keadaan baik-baik saja.
"Yasudah, kalau gitu besok pagi kita libur dulu bantu-bantu warga nya. Kita sempatin untuk mencari keberadaan Nabila terlebih dahulu sampai ketemu, gimana.??"
Ucap Cahya memberi usul.
"Tapi Ca. Kalau..."
"Percaya sama gua Ra, Nabila pasti baik-baik saja."
Sahut Cahya sambil mengelus lembut punggung Maura
Lantas Maura menganggukkan kepalanya memberi isyarat bahwa dia paham apa yang di bicarakan Cahya.
"Gua tidur sama loe ya Ca"
Ucap Maura, dia takut apa yang terjadi pada Nabila akan terjadi juga pada nya.
"Iya... Yuk kita istirahat dulu, besok kita lanjut cari Nabila lagi."
Jawab Cahya tersenyum
"Ca.. Kalau terjadi sesuatu langsung teriakin gua ya"
Sahut Zein dengan tatapan yang sendu
__ADS_1
Lantas Cahya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.
...( maafkan author yang baru sempat update lagiπ di karenakan author nya sedang tumbang guysπ€π€ doakan diriku biar cepat pulih yaa ππ₯Ή jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya guys π€ selamat membaca ππ)...