
"Banyak ke janggalan sebelum Ibu mu meninggal, nak."
"Ke janggalan? Ke janggalan apa Nek?"
Tanya Cahya sembari mengerutkan keningnya.
"Ibu mu sering ke rasukan, sering berteriak histeris, dan ibu mu bilang bahwa dia sering melihat sosok menyeramkan. Hiks hiks..!! Bahkan Ibu mu sering muntah darah, nak.. Nenek sempat memanggil Kyai, dan beliau mengatakan bahwa Ibu mu terkena santet tujuh pintu. Hiks.. Hiks..!! Cahya, apa semua itu ada kaitannya dengan pesugihan yang dilakukan Bapak mu dan Bu'de nya?"
Ucap Nuriyah dengan pilu.
Cahya tak menjawab sekata pun, ia hanya menggelengkan kepalanya memberi isyarat bahwa ia tidak tahu apakah di balik kematian sang Ibu ada kaitannya atau tidak dengan Nyi Dasimah. Sedangkan Nyi Dasimah pun sudah mati, begitu juga dengan siluman serigala itu.
Malam ini Cahya menemani Mentari tidur di kamar Ibu nya. Mentari terus memeluk bingkai foto sang Ibu, ia amat kehilangan, begitu juga dengan Cahya.
Mentari langsung terlelap dalam tidur nya, namun tidak dengan Cahya, ia masih terjaga.
Sembari mengelus lembut rambut Mentari, Cahya terus berfikir, siapa yang sudah meneror dan menyebabkan Ibu nya meninggal?.
"Pasti ada kaitan nya dengan Nyi Dasimah!! Aku harus segera kembali kesana. Terlebih lagi, tugas ku belum selesai."
...****************...
"Cahya, kamu baru saja pulang, dan kita semua masih dalam masa berkabung. Tunggu lah sampai empat puluh hari..!!"
Ucap Rohim menghalangi agar Cahya tak kembali kesana.
"Tidak bisa kek, aku harus kembali kesana secepatnya.!!"
Bantah Cahya.
Rohim dan Nuriyah tidak mampu berbuat apa-apa lagi, mereka hanya bisa berdoa semoga Cahya selalu dalam lindungan nya.
__ADS_1
"Mbak.. Cepatlah kembali..!!"
Ucap Mentari lirih.
Cahya langsung memeluk erat tubuh sang adik, dan berjanji akan segera kembali pulang setelah urusan nya selesai.
Rohim mengantar Cahya ke terminal, Cahya akan berangkat menggunakan bis.
...****************...
Setelah menempuh delapan jam perjalanan, dari terminal Cahya menaiki becak agar sampai di Desa Merpati. Dan kini Cahya telah sampai di gapura Desa Merpati.
Tok tok tok
"Assalamualaikum.. Eyang Tini, Eyang Harjo..!!"
"Waalaikumsalam.. Tunggu sebentar!!"
Krieettt..
"Loh.. Nduk, kamu sudah kembali lagi? Mari masuk nduk..!!"
"Pak.. Bapak.. Cahya sudah kembali pak!!"
Teriak Hartini memanggil suami nya.
"Nduk.. Kamu sudah kembali? Bagaimana kabar Asih dan Mentari??"
Tanya Harjo.
"Eyang.. Ibu ku.. Su-sudah meninggal.. Hiks..Hiks!!"
__ADS_1
Jawab Cahya dengan pilu.
"Asih meninggal?? Innalilahi wainailaihi rojiun"
Sahut Hartini terkejut hingga sedikit membulatkan matanya. Hartini sedikit tak percaya, atas kepergian Asih secepat itu.
"Saat aku sampai di rumah, nenek tengah mengadakan acara tahlilan tujuh hari kepergian Ibu.. Dan Nenek mengatakan bahwa sebelum Ibu meninggal, tingkah nya Ibu sangat aneh, Ibu sering berteriak histeris, sering menangis tiba-tiba, bahkan Ibu sering muntah darah. Dan nenek pun sempat memanggil Kyai, Kyai nya bilang bahwa Ibu terkena santet tujuh pintu. Apakah yang di alami Ibu semua nya, ada kaitan nya dengan Nyi Dasimah, Eyang.?"
Cahya menceritakan semua nya secara detail, hingga tak terasa bulir-bulir bening mengalir deras di pipi nya.
"Santet tujuh pintu??"
Sahut Harjo terkejut.
Cahya hanya membalas nya dengan menganggukan kepala nya.
"Seperti nya... Bukan lah Dasimah pelaku nya"
Jawab Harjo sembari menyeruput secangkir kopi.
"Maksud Eyang, orang lain yang mengirim santet ke Ibu ku? Tapi siapa pelaku nya? Yaa Allah.. Teka-teki apa lagi yang harus aku hadapi"
Ucap Cahya dengan pilu.
"Pikirkan baik-baik, nduk. Apakah Asih pernah bermasalah dengan orang lain? Atau ada yang tidak suka dengan Asih?"
Sahut Harjo.
"Aku tidak tahu Eyang.. Setahu ku, Ibu tidak mempunyai musuh sama sekali, karena Ibu sangat ramah terhadap orang lain, mana mungkin Ibu mempunyai musuh??"
Jawab Cahya sembari memijat pelan pelipis nya.
__ADS_1
...(Maaf ya guys baru sempat update🙏 ini belum tamat ya👍 hanya saja saya baru sempat update 🙏 jangan lupa like dan komen nya👍 jika tidak suka dengan karya nya silahkan di skip aja yaa🙏 SELAMAT MEMBACA UNTUK PARA PEMBACA YANG SETIA🥰😍🥰)...