
"Itu mereka pulang!!!"
ujar Zein sambil menunjuk ke luar gerbang
"ahh.. Syukur lah!!"
sahut Cahya sambil tersenyum lega
Yogi dan Maura tampak amat kelelahan, berjalan dengan gontai menghampiri dan menyapa teman-temannya.
"Guys.. Maaf iya kita pulang telat!!"
Ucap Yogi tanpa ekspresi, lantas Yogi dan juga Maura langsung masuk ke kamar mereka masing-masing.
"Mereka kenapa?"
sahut Nabila terheran melihat sikap Yogi dan Maura yang nampak dingin.
"Mungkin mereka lelah, Bil. Sudah, kalian juga istirahat. Nanti setelah makan malam, kita kumpul di ruangan tamu."
Jawab Cahya yang lantas ikut masuk juga ke dalam kamar.
"Assalamualaikum. Intan, Cahya.!!"
Ucap Tara yang datang dengan memasang mimik wajah panik.
"Waalaikumsallam.. Mas Tara!!"
Jawab Zein sambil menatap heran pada Tara yang nampak amat panik.
"Intan dan Cahya, ada.??"
Tanya Tara
"Saya belum lihat keberadaan Mbak Intan, mas. Saya panggilkan Cahya saja iya, Mas Tara duduk saja dulu.!!"
Jawab Zein yang lantas menuju kamar Cahya
"Ca.. Cahya!!"
__ADS_1
Panggil Zein sambil mengetuk pintu kamar Cahya
"kenapa Zein?"
Tanya Cahya sambil mengerutkan dahinya
"i-itu ada mas Tara di depan"
Jawab Zein
Cahya bergegas menghampiri Tara yang menunggu di ruangan tamu.
"Mas Tara.!! Kamu ngapain datang di waktu suruf?? Kenapa tidak tunggu esok hari, mas.?"
Ucap Intan dari arah luar rumah dengan mimik wajah yang nampak marah.
"Maaf, Tan. Ada yang perlu aku bicarakan pada mu dan juga Cahya!!"
Jawab Tara serius
Cahya masih berdiri mematung di depan pintu kamar nya.
"Perihal apa yang ingin dia katakan pada ku dan Mbak Intan??"
"Soal apa??"
Tanya Intan dengan ketus.
"Jangan-jangan..."
Gumam Intan dalam hati
"Soal sosok nenek tua yang selalu meneror kamu dan juga Cahya!!"
jawab Tara
"sosok nenek tua?? Apa yang sudah kamu ketahui, Tara.??"
Sahut Cahya tiba-tiba
__ADS_1
"bisakah kalian berdua duduk dulu!! Kalian yang tuan rumah, tapi malah aku yang duduk disini, sedangkan kalian berdua berdiri mematung disana.!!"
Ucap Tara sambil menggelengkan kepalanya
Lantas Intan dan juga Cahya mengambil posisi masing-masing di sofa empuk yang berwarna merah itu.
"Sosok nenek tua itu adalah Nyi Dasimah, yang sudah menjerumuskan Bu'de Ratmi untuk melakukan pesugihan dengan Mbah Jambrong, siluman serigala itu. Nyi Dasimah merupakan wanita titisan iblis yang tinggal di Hutan Leweung Larangan!!"
Ucap Tara yang membuat Intan dan juga Cahya amat terkejut hingga membulatkan matanya.
"Nyi Dasimah??"
Sahut Intan sambil mengerutkan dahinya
"Lantas, apa tujuan Nyi Dasimah yang terus menerus meneror kamu berdua.??"
Sahut Cahya juga
"Dia ingin menuntut balas. Sebab, kita telah membunuh Bu'de Ratmi dan Pak Mardani yang akan ia jadikan penerus nya. Dan perlu kalian tahu, bahwa Mbah Jambrong siluman serigala itu telah ia bangkitkan kembali."
"Lantas, apa yang harus kita lakukan, mas.??"
Tanya intan dengan serius
"Cahya. Bapak ku meminta agar kamu datang menemui nya!!"
Ucap Tara
"Mungkin hari minggu aku akan mengunjungi Eyang Harjo!!"
Sahut Cahya sambil tersenyum
Intan menyuruh agar Tara bermalam di rumah nya, sebab bahaya jika keluar saat malam hari, begitu katanya.
Setelah makan malam selesai, Cahya dan juga teman-temannya berkumpul di ruang tamu.
Mereka membuat sedikit laporan untuk di kirim ke dosen pembimbing mereka, tugas penempatan untuk membantu para warga pun kembali di ubah.
Esok hari, Yogi bersama Nabila dan juga Maura di tugaskan membantu para pekerja nya Bu'de Ratmi di sawah.
__ADS_1
Zein dan Cahya membantu di perkebunan sayur milik Raden mas Bara.
......(Guys maaf yaa🙏 aku gak bisa update banyak, lagi banyak urusan di sekolahan anak, sekali lagi maaf ya guys 🙏🙏 insyaallah besok aku update rutin lagi)......