
Harjo mulai duduk bersila di tepi ranjang dan memejamkan matanya, kini ia mulai meraga sukma, masuk ke alam ghoib untuk mencari keberadaan Cahya, Harjo bergegas ke sarang Nyi Dasimah di sebuah pohon beringin yang rindang, tepat nya di Hutan Leweung Larangan.
namun upaya Harjo mencari keberadaan Cahya tak juga membuahkan hasil, Cahya tidak ada di sarang Nyi Dasimah.
"Sial.. Dimana Nyi Dasimah menyembunyikan cucu ku"
Gumam Harjo sembari mengepalkan tangannya.
"Manusia lancang.. Masuk ke wilayah kekuasaan ku seenaknya"
Ucap sesosok nenek tua yang amat mengerikan, kulit yang bergelambir, rambut putih yang terurai berantakan, tengah tersenyum menyeringai menampakkan deretan gigi nya yang runcing.
Seketika Harjo menoleh ke arah sumber suara tersebut.
"Dasimah!!! Dimana kau sembunyikan Cahya dan Intan??"
Gertak Harjo dengan mimik wajah yang menahan amarah.
Tanpa aba-aba terlebih dahulu, Nyi Dasimah menyerang Harjo secara membabi buta. Dan kini terjadi lah pertarungan sengit di antara mereka.
...****************...
"Bu, kenapa bapak lama sekali di dalam kamar?"
__ADS_1
Ucap Tara yang nampak panik sebab Harjo tak kunjung keluar dari dalam kamar.
"Sudah, tunggu saja sebentar lagi.!! Mungkin bapak mu belum menemukan Cahya"
"Tapi bapak sudah terlampau lama Bu. Aku akan meraga sukma untuk memastikan keadaan bapak baik-baik saja!!"
Ucap Tara yang sedikit membantah Hartini.
"Yogi.. Maura.. Tolong kalian kembali ke rumah intan, cari dimana raga Cahya, Nabila, Zein, dan Intan yang di sembunyikan Nyi Dasimah. Saya akan berusaha semaksimal mungkin mencari Sukma nya dan membantu bapak saya."
Titah Tara kepada Yogi dan Maura.
"Aku ikut bersama mereka ya mas?"
Ucap Kanaya pada Tara
Jawab Tara sembari tersenyum.
Kanaya merupakan anak dari salah seorang kyai di Desa Merpati, yang kebetulan juga sahabat Harjo.
Kanaya gadis cantik yang selalu mengenakan jilbab, Kanaya dan Tara pun sempat di jodohkan oleh Harjo dan bapak nya Kanaya. Namun, Tara menolak untuk di jodohkan lantaran ia lebih mencintai Intan.
Kini Tara mulai duduk bersila tepat di samping Harjo sembari menggenggam tangan bapak nya, Tara mulai meraga sukma dan benar saja, saat Tara mulai meraga sukma ia mendapati Harjo sudah babak belur di hajar habis-habisan oleh Nyi Dasimah.
__ADS_1
Bughhh !
Tampak Harjo terhempas jauh akibat serangan dari Nyi Dasimah yang amat kuat.
"Bapak...!! Ya Allah Gusti.. Hiks hiks.. Iblis laknat kau Dasimah, sudah cukup dulu kau merenggut nyawa orang tua kandung ku dan kini kau pun ingin merenggut bapak Harjo. Kali ini tidak akan aku biarkan!!"
Teriak Tara dengan lantang.
"Khee khee khe.. Silahkan saja, tapi sebelum itu kau lebih dulu kehilangan pujaan hati mu. Khee khee!!"
Nyi Dasimah tertawa melengking dan amat menggema di telinga Tara, membuat Tara semakin tersulut emosi.
"Gawat.. Siapa yang dia maksud pujaan hati? Intan kah..? Atau.... "
Gumam Tara dalam hati.
Tara bergegas pergi membawa Harjo kembali ke raga mereka masing-masing.
...****************...
"Gi, gua takut kalau harus kembali ke rumah itu."
Ucap Maura menunjuk ke arah rumah Intan, ia merasa trauma dengan kejadian yang kemarin ia alami.
__ADS_1
"Gak apa-apa mbak, insya allah kita semua akan baik-baik saja. Serahkan semua nya pada Gusti Allah Mbak!!"
Jawab Kanaya sembari mengelus lembut punggung Maura.