
Cahya memutuskan untuk ikut pergi bersama teman-temannya survey lokasi di Setu Bodas.
mereka memutuskan berkumpul di rumah Cahya dan berangkat menggunakan mobil milik Yogi, mereka berencana hanya survey lokasi saja setelah selesai mereka akan langsung kembali ke kota untuk menyiapkan perlengkapan KKN nanti.
"gimana guys, udah siap.?"
Tanya Yogi yang nampak penuh semangat
"kalian hati-hati ya.. Ingat, jangan jaga ucapandan jaga sikap."
Ucap asih mengingatkan Cahya dan kawan-kawan nya.
"iya Tante"
Jawab empat sekawan itu dengan serentak.
"Cahya, jangan lupa temui eyang Harjo terlebih dahulu sebelum kamu survey lokasi di Setu Bodas."
Ucap asih pelan
"Iya. Yaudah, aku berangkat ya Bu"
Jawab Cahya sambil mencium punggung tangan ibu nya.
Selama perjalanan mereka tidak mengalami kendala apapun, perjalanan berjalan aman hingga mereka selamat sampai di kediaman rumah Harjo.
Di bale (bangku panjang yang terbuat dari potongan bambu) halaman depan, tampak Hartini tengah menampi beras menggunakan tampah.
"assalamualaikum, eyang Tini."
Ucap Cahya tersenyum, lantas mencium punggung tangan eyang nya.
"Ya Allah Gusti, Cahya.!!!"
Ucap Hartini yang nampak berbinar.
"eyang, kenalkan. Mereka berempat ini teman kuliah Cahya, kedatangan kami ke kesini sebab kami akan mengadakan KKN di desa Setu Bodas, eyang."
Jelas Cahya
Hartini menganggukkan kepalanya memberi isyarat bahwa dia paham apa yang di ucapkan Cahya.
"nduk, suruhlah teman-teman mu masuk ke dalam. Eyang akan membuatkan minuman dulu"
Titah Hartini
Cahya mengajak kawan-kawan nya masuk dan duduk di kursi rotan.
sepuluh menit kemudian Hartini membawa Lima gelas teh Hijau yang masih mengeluarkan asap tipis, dan sepiring singkong rebus yang masih panas.
Suguhan yang di bawa Hartini langsung di cicipi oleh empat orang kawan Cahya, melihat hal itu Cahya tersenyum menggelengkan kepalanya.
"eyang Harjo dan mas Tara kemana, eyang.??"
Tanya Cahya sambil menaikkan kedua alisnya
__ADS_1
"seperti biasa, eyang mu sedang ke kebun mungkin sebentar lagi akan pulang. dan Tara sedang nengokin mbak yu mu, intan."
Jawab Hartini
"ahh, iya... kabar nya mbak intan bagaimana, eyang? Memang sekarang mbak intan dimana.?"
Tanya Cahya, ia hampir saja melupakan kakak sepupu nya itu.
"mbak yu mu memilih untuk menempati rumah eyang nya, dan.. Rumah yang kemarin kamu singgahi kini di bongkar dan di jadikan perkebunan sayur mayur oleh mbak yu mu."
"ide yang bagus..!! Lantas apa mbak intan tinggal seorang diri disana?"
"habis.. Mau tinggal sama siapa, nduk.?"
Jawab Hartini dengan santai
"maaf, eyang.!! Apa mas Tara dan mbak intan belum juga menikah?"
Tanya Cahya yang tampak penasaran dengan kelanjutan hubungan Tara dan intan.
"belum nduk, mbak mu masih ingin menyendiri. Entah mengapa, padahal dulu intan sudah siap untuk di lamar Tara."
Jelas Tara
"ada apa ya, dengan mbak intan."
Gumam Cahya dalam hati
"nah.. Itu eyang mu dan Tara sudah pulang"
Ucap Hartini sambil menunjuk ke arah luar pintu
"eyang...!!"
Panggil Cahya yang langsung menghampiri Harjo dan mencium punggung tangan Harjo.
semua teman-teman Cahya melemparkan senyuman ke arah Harjo dan Tara.
"Cahya...!!! Masya Allah, bagaimana kabar mu, ibu dan juga adik mu."
Tanya Harjo sambil memeluk Cahya
"Alhamdulillah kami semua sehat eyang. Hai..!!"
Jawab cahya sambil menyapa Tara
Tampak raut wajah berbinar saat melihat Cahya ada di depan mata nya.
"oh iya, eyang. Ini teman-teman kuliah aku, kedatangan kita kesini berencana ingin melaksanakan KKN di Setu Bodas."
Jelas Cahya
"kalian bermalam saja dulu disini, besok pagi di antar Tara bertemu dengan pak johar kepala desa Setu Bodas."
titah harjo sambil tersenyum pada Cahya
__ADS_1
Hartini menyuguhkan makan malam untuk Cahya dan teman-teman nya, selepas makan malam Cahya, Nabila dan Maura membantu Hartini membereskan dan mencuci piring-piring kotor bekas makan.
Setelah selesai Maura dan Nabila lekas masuk ke kamar, begitu juga dengan Yogi dan Zein.
namun tidak dengan Cahya, dia memilih untuk menikmati malam dengan duduk bersantai di kursi teras.
"hey.. Bagaimana kabar kamu?"
Tanya Tara yang datang dari dalam rumah
"baik!!"
Jawab Cahya sambil tersenyum
"bu'le asih dan mentari, gimana.?"
Tanya Tara sambil menyeruput secangkir kopi yang di genggam nya
"baik. Tar, ada yang aku ceritakan pada mu.!!"
Ucap Cahya dengan mimik yang amat serius
"apa tuh? Tentang pacar kamu di kota?"
Jawab Tara sambil tersenyum meledek.
"ikkhh.. Serius tau"
"yaudah iya, tentang apa.?"
"Aku sempat di teror sosok nenek-nenek tua yang menyeramkan, Tar."
"nenek-nenek tua??"
Sahut Tara sambil mengerutkan keningnya
"Sosok itu ada dimana-mana, bahkan dalam mimpi aku pun dia hadir."
Tara menganggukkan kepalanya, menyimak dengan baik pembicaraan Cahya.
"sosok nenek-nenek itu bilang, kalau dia akan menghabisi nyawa orang-orang yang membunuh siluman serigala itu. Suaranya dan penampakan nya selalu ada dimana-mana, Tar."
seketika Tara mengingat bahwa sempat ada seorang nenek-nenek tua yang pernah mendatangi intan.
"intan pun pernah bilang, bahwa dia pernah di datangi nenek-nenek tua. Dan nenek-nenek itu bilang kalau intan cocok jadi penerus nya"
"penerus?? tara, menurut kamu apa mungkin ini semua ada hubungannya dengan pesugihan eyang Ratmi.?? Sebab, sosok itu selalu berkata dia akan menghabisi nyawa orang-orang yang membunuh siluman serigala itu."
"nanti aku bicarakan pada bapak ku tentang ini"
Cahya hanya membalas dengan menganggukkan kepalanya.
"Cahya, apa salah satu di antara dua teman lelaki mu ada pacar mu?"
Tanya Tara sambil menaikkan kedua alisnya
__ADS_1
"ikhhh... pacar Mulu yang di tanya"
Jawab Cahya jutek lantas ia berlenggang masuk ke dalam rumah dan meninggalkan Tara seorang diri di teras depan.