Rumah Tumbal

Rumah Tumbal
Pertarungan Sengit


__ADS_3

"HEI.. Siluman laknat!!"


Teriak Harjo dari luar ruangan.


AARRGGHHH .....


Mbah Jambrong si siluman serigala itu mata nya tampak merah menyalang, siluman itu amat murka kala melihat Harjo ada di hadapannya.


"Enyah lah kau iblis dari dunia ini..!!"


Teriak Harjo dengan lantang sembari menyabet nya dengan sorban yang ada di genggaman nya.


Siluman itu semakin murka, menyerang Harjo dengan segala cara. Bertubi-tubi cakaran dan gigitan, Harjo harus berkali-kali berlompat dan memutar untuk menghindari serangan nya.


Keringat dingin bercucuran membasahi pelipisnya, ia benar-benar kewalahan menghadapi erangan dari siluman serigala itu.


Tampak nya, tangan Harjo terus merogoh saku celana nya, seperti ingin mengambil sesuatu dari dalam saku celana nya.


Erangan-erangan siluman itu sangat menggema di ruangan bawah tanah, Yogi dan Kanaya yang terjebak di dalam ruangan khusus itu nampak ketakutan mendengar nya.


Sembari terus menghindar Harjo tak henti-hentinya membaca ayat kursi untuk melemahkan lawan, saat siluman serigala itu mulai kepanasan ia segera meraih serbuk garam yang sudah di bacakan doa-doa dan melemparkan ke arah siluman itu.


AAARRGGHHHH...


Aarrgghhh !!


Bagaikan manusia di siram air panas, siluman serigala itu melemah dan hampir tersungkur dan hilang begitu saja. Harjo bergegas menghampiri Kanaya dan Yogi yang berada di dalam ruangan tersebut, dan dengan tergesa-gesa membawa raga Cahya dan teman-temannya keluar dari ruang bawah tanah.


"Cepat.. Kita harus segera keluar dari sini sekarang sebelum Dasimah datang.!!"


Titah Harjo.


...****************...


Khe khe khe

__ADS_1


"Menjauhlah dari sana anak muda, sebelum kau ku jadikan tumbal seperti kedua orang tua mu.!!"


Ucap Nyi Dasimah dengan nada suara yang berat.


"Kau... Kau memang makhluk terkutuk, iblis laknat."


Jawab Tara dengan lantang.


Tara tersadar, melawan Nyi Dasimah bukan dengan amarah. Berserah pada Gusti Allah, berlindung pada bacaan doa-doa memohon perlindungan pada Gusti Allah. Kini Nyi Dasimah tidak berani mendekati Tara, sebab hawa panas dari bacaan doa.


Nampak nya Nyi Dasimah menggesekan gigi nya hingga terdengar seperti suara patahan tulang.


Seketika saja sekujur tubuh nya berubah menjadi hitam kebiruan dengan kulit bergelambir mengelupas.


"Kamu tidak akan kembali lagi ke raga mu anak muda, khe khe khe.."


Ucap nya sembari terus menatap nyalang ke arah Tara.


Nyi Dasimah terus berputar mengelilingi Tara, mencari celah agar bisa menyerang Tara. Kini ia mengamuk tak karuan membuat rambut nya kian acak-acakan persis seperti Wewe gombel.


Mendengar Nyi Dasimah mengamuk, kini mengundang para makhluk di sekeliling nya ikut mengelilingi dan mencoba menyerang Tara.


Ucap Tara memohon pertolongan kepada Gusti Allah.


Nyi Dasimah semakin panas bak terbakar api kala mendengar Tara berdoa. Bukan hanya Nyi Dasimah saja yang kepanasan, makhluk-makhluk anak buah Nyi Dasimah pun sama. Dan seketika saja GOA tersebut bergetar hebat seperti gempa yang dahsyat, membuat GOA tersebut hampir runtuh.


Tara bergegas melepaskan rantai-rantai yang mengikat tangan Cahya dan teman-temannya.


"Cahya, dimana Intan? Kenapa dia tidak ada disini?"


Tanya Tara sembari mengedarkan pandangannya ke segala arah.


"Mbak Intan.. Dia.. Dia dinikahi oleh anak nya Nyi Dasimah yang merupakan siluman serigala juga."


"Apaaaa...??"

__ADS_1


Mendengar jawaban Cahya, Sontak saja membuat Tara amat terkejut hingga membulatkan matanya.


"Yasudah, Ayokk.. Zein, Nabila, kita harus cepat keluar dari sini sebelum akhirnya mereka kembali kuat lagi.!!"


Ucap Tara sembari memapah Cahya.


Kini mereka berhasil keluar dari GOA itu, namun Nyi Dasimah sudah kembali kuat dan kini tengah bertengger di hadapan mereka.


"Bukankah sudah ku katakan, anak muda. Kau tidak akan selamat dari sini, kau tidak akan kembali lagi ke raga mu. Khe khe khe"


Sahut Nyi Dasimah.


Di belakang Nyi Dasimah sudah berjejer beberapa pasukan iblis, Tara meminta agar Zein membawa Cahya dan Nabila sedikit menjauh.


Nyi Dasimah mulai menyerang Tara, tubuhnya melayang sembari terus berusaha menyerang Tara. Namun Tara terus menghindari serangan dari Nyi Dasimah.


Bahkan pasukan iblis lain nya ikut menyerang Tara, hingga Tara terpental ke arah pepohonan bambu, merasa tubuhnya amat sakit, Tara berteriak sekencang-kencangnya.


Namun tiba-tiba saja, tubuh Tara merasakan getaran hebat yang menyusup masuk ke dalam tubuh nya.


Dengan menghentakkan kakinya membuat Nyi Dasimah dan para pasukan nya terpental.


Tara berlari menghampiri Nyi Dasimah dengan tangan kanan yang mengepal sembari merapalkan mantra Ajian Waringin Sungsang yang sudah ia pelajari dari Harjo.


Tara menghentakkan kaki kanan nya di atas tanah, dia jadikan tumpuan untuk melayang mendekati Nyi Dasimah dengan tinju yang sudah mengepal kuat.


"Aagghhh !!"


Teriak Tara sembari memukul-mukul dada Nyi Dasimah hingga Nyi Dasimah kembali terpental.


Namun Nyi Dasimah mencoba bangkit kembali untuk menyerang Tara, namun Tara tak memberikan celah bagi Nyi Dasimah. Tara pun menyerang para pasukan Nyi Dasimah dengan cara yang sama.


"BEDEBAH.."


Ucap Nyi Dasimah yang mulai tak berdaya.

__ADS_1


Saat Nyi Dasimah kembali ingin menyerang Tara, dengan cepat Tara kembali merapalkan mantra Ajian Waringin Sungsang. Seketika saja beberapa akar pohon nampak keluar dari bawah tanah dan menjerat Nyi Dasimah dan para pasukan nya.


Akar-akar pohon itu semakin menjerat Nyi Dasimah dengan sangat kuat hingga darah segar keluar dari mulut nya, melihat lawan nya sudah tak berdaya Tara bergegas membawa Sukma Cahya dan teman-temannya kembali ke raga mereka masing-masing.


__ADS_2