
"Cahya... Kamu kenapa Cahya, Cahya...??"
Teriak intan sembari menggoyangkan pundak Cahya.
"Cahya loe kenapa..?"
Tanya Zein yang nampak panik melihat Cahya berteriak histeris
namun Cahya masih saja terus berteriak histeris, tak ingin membuka matanya.
"Cahya... istighfar Cahya!!"
Ucap Tara yang langsung memeluk tubuh cahya
Perlahan ia membuka matanya, jantung nya masih saja berdegup kencang, deru nafas yang tak beraturan.
timbul rasa cemburu di hati intan, melihat Tara memeluk erat tubuh Cahya.
itu lah alasan dia selalu mengulur waktu pernikahan intan dan Tara, intan melihat ada bulir-bulir cinta di mata Tara, namun bukan lah untuk dia melainkan untuk Cahya adik sepupu nya.
"Mbak intan!!!"
Ucap Cahya yang langsung memeluk erat tubuh intan
"kamu baik-baik saja, Cahya.??"
Tanya intan sambil mengelus lembut punggung Cahya
namun Cahya hanya membalas dengan menganggukkan kepalanya.
"yuk.. Kita masuk, mari semua... Silahkan masuk"
Ajak intan kepada teman-teman Cahya
lantas mereka semua duduk di sofa empuk berwarna merah.
"bagaimana kabar bu'le asih dan mentari??"
Tanya intan sambil menggenggam tangan Cahya
"mereka semua baik, mbak.!!"
"Tan, kedatangan Cahya dan teman-teman nya kesini, mereka ingin melaksanakan KKN di desa ini."
Jelas Tara
"oh ya.. Kalau begitu kalian menginap lah disini selalu menjalani KKN disini."
Tawar intan sambil tersenyum
"tidak usah mbak, Cahya gak mau merepotkan mbak intan.!!"
"loe gimana sih, Ca. kan lumayan kalau kita dapat penginapan gratis, irit biaya Ca.!!"
Celetuk Yogi
"Husshh..."
Ucap Zein sambil menyenggol sikut Yogi
"iya gak apa-apa kok, menginap lah disini. Aku ini kan mbak mu, Cahya. Jadi kamu tidak perlu sungkan"
"tuh kan, sama mbak nya Cahya aja boleh kok.!!"
Celetuk Yogi lagi
"berisik loe"
Gertak zein
__ADS_1
Akhirnya Cahya menerima tawaran intan untuk menginap di rumah nya selama Cahya menjalani KKN di desa Setu Bodas.
Setelah lama berbincang-bincang, tidak terasa hari hampir senja.
Cahya dan teman-teman nya pamit pada intan, mereka ingin pulang ke kota terlebih dahulu, mengambil segala kebutuhan dan keperluan untuk KKN nanti.
Tiga hari lagi Cahya dan kawan-kawan nya akan kembali ke Setu Bodas.
...****************...
"Ca, ini kita lewat mana ya?? Perasaan kemarin kita gak lewati hutan ini? Ini hutan apa ya, ca.??"
Tanya Yogi pada Cahya
"loh.. Kok ini di hutan? Loe salah jalan gak, gi?"
Tanya Cahya yang nampak keheranan melihat posisinya saat ini yang tiba-tiba ada di hutan.
"loe salah ngambil jalan kali, gi. Putar balik lagi"
Titah Zein
"ya gua ngikutin arah jalanan aja, karena kemarin waktu kita mau ke Setu Bodas kan cuma ngikutin arah jalanan. Gak ada tikungan atau pertigaan"
Jawab Yogi yang keheranan.
Yogi memutar balikan arah mobil, saat mobil sudah putar arah. Tampak di depan mobil ada seorang nenek-nenek tengah mengayuh sepeda dengan lamban.
"lah, itu nenek-nenek kapan lewat nya. Yaa?? Kok tahu-tahu sudah ada disitu"
Celetuk Yogi
"lama banget lagi jalan nya"
Sahut Maura dengan ketus
Ucap Nabila dengan lembut
"iya. Benar kata Nabila"
Sahut Cahya
"Akh... Lama"
Gerutu Yogi, lantas mendahului nenek-nenek tua yang sedang mengayuh sepeda.
"Permisi Mbah, maaf kami dahului.!!"
dengan cepat nenek tua itu mengalihkan pandangan nya ke arah Cahya.
Cahya terkejut hingga membulatkan matanya. Bagaimana tidak, nenek-nenek tua itu memiliki wajah yang pucat pasi, dengan tatapan mata yang kosong.
"loe kenapa, ca.??"
Tanya Nabila heran
"i-itu.. Nenek itu wajah nya pucat banget, bil."
Jawab Cahya yang nampak ketakutan
Dengan cepat Nabila menengok ke belakang. Ingin memastikan betul atau tidak apa yang di ucapkan Cahya barusan.
"loh... Kok nenek-nenek itu gak ada? Dia belok kemana yaa..?"
ucap Nabila yang nampak terkejut
"Cahya.. Lihat itu!!"
Tunjuk Zein mengarah ke sebuah gapura yang bertuliskan HUTAN LEWEUNG LARANGAN.
__ADS_1
"aakkhh.. Apa-apaan nih, kenapa kita bisa masuk ke hutan leweung larangan.??"
Ucap cahya dengan deru nafas yang memburu
semua kawan-kawan nya ikut terkejut melihat tulisan di gapura tersebut.
"gua gak mau KKN disini, baru survey lokasi aja kita udah di sesatin. Bagaimana nanti saat kita melaksanakan KKN?? Gua gak mau kesini lagi, gua takut."
Ucap Nabila yang hampir menangis ketakutan
"ahh.. Lebay loe bil"
celetuk Maura
"sudah.. Sudah.. Yang terpenting kita berhasil keluar dari hutan itu kan!! Maura, harusnya itu loe nenangin Nabila. Bukan mojokin dia"
Sahut Cahya dengan nada suara yang tinggi
"gi, biar gua aja deh yang nyetir mobil.!!"
Ucap Zein
Lantas Yogi pindah posisi di samping kemudi dan tersenyum kecut, menatap sinis ke arah Nabila dan Cahya.
dia merasa Nabila dan Cahya terlalu berlebihan.
...****************...
Tampak intan tengah bersandar di kursi teras rumah nya, mengingat kembali saat Tara memeluk Cahya dan tatapan Tara pun mengisyaratkan bahwa ada sesuatu yang tengah di sembunyikan di hati Tara.
namun, sesuatu telah membuyarkan lamunan nya. Nampak sosok nenek-nenek tua berbadan bungkuk tengah berdiri menatap dalam ke arah intan.
"nenek itu kan.. Yang mendatangi aku saat di kebun kemarin"
Ucap intan lantas menghampiri nenek-nenek ua tersebut.
"Mbah.. Mbah cari siapa?"
Tanya intan dengan lembut
"apa kamu tidak dendam pada perempuan yang bernama Cahya itu? Dia sudah membunuh eyang mu Ratmi, dia juga sudah mengambil hati kekasih mu, nduk."
Ucap nenek tua itu sambil menatap dalam intan
"maaf, Mbah. Cahya punya maksud dan tujuan mengapa dia membunuh eyang ku, dan aku pun tak masalah jika mas Tara mencintai adik sepupu ku. Lantas Mbah tahu dari mana tentang semua itu?"
Tanya intan sambil mengerutkan dahinya
"balas lah atas tindakan yang dilakukan perempuan itu, dia sudah merenggut kebahagiaan mu."
ucap nenek tua itu
"Gak. Aku bukan orang yang seperti itu, cahya mempunyai alasan mengapa dia melakukan itu."
Sahut intan lantas perlahan dia berjalan mundur menghindari dari nenek tua itu
"Balas lah atas semua perbuatannya, Balas lah nduk. BALAS.. Khe Khe Khe"
Kini suara nenek tua itu menjadi berat dan menyeramkan, tersenyum menyeringai ke arah intan. Hingga membuat intan ketakutan dan lari sekencang mungkin masuk ke dalam rumah nya.
Bergegas intan mencari keberadaan ponsel nya.
"(mas tara.. Tolong aku mas.. Sosok nenek tua yang kemarin, dia datang kembali kesini, aku takut mas. Cepat kesini mas)"
Ucap intan lewat telepon
di seberang telepon sana, Tara amat terkejut mendengar nya.
"(aku kesana sekarang, tunggu aku.!!)"
__ADS_1