Rumah Tumbal

Rumah Tumbal
Menemukan Cahya


__ADS_3

Tara mulai berjalan mendekati GOA tersebut, ada rasa ragu dalam diri nya. Karena sudah pasti akan ada pertarungan di dalam sana, sedangkan saat ini ia hanya seorang diri.


Kini Tara sudah berada tepat di depan GOA, penuh keyakinan dan terus berdoa tanpa henti agar Gusti Allah melindungi nya.


"Tunggu!!"


Ucap seorang gadis kecil dengan wajah dan tubuh yang penuh luka cakaran, luka nya sudah membusuk hingga mengeluarkan bau yang menyengat.


Tara tahu betul siapa pemilik suara tersebut.


"Gendis..!!"


Panggil Tara lirih.


Gendis merupakan sosok arwah gadis kecil yang merupakan salah satu korban tumbal nya Ratmi.


"Aku akan menemani mas masuk kesana. Kalau mas Tara masuk kesana bersama ku, mereka tidak akan mencium kedatangan manusia. Kebetulan sekali, saat ini Nyi Dasimah tidak ada disini."


Jelas nya sembari berjalan menggandeng Tara masuk ke dalam GOA.


Pemandangan yang cukup mengerikan, di dalam GOA tersebut banyak sekali pocong-pocong berwajah hangus dan berbau busuk tengah bertengger di setiap sisi GOA, dan beberapa Sukma yang nampak linglung tengah di kurung layak nya orang sedang di penjara.


Ekor mata Tara terus mencari keberadaan Sukma Cahya dan teman-temannya.


"Itu Mbak Cahya dan teman-temannya, mas.!!"


Tunjuk Gendis.


Tara bergegas menghampiri Sukma Cahya dan teman-temannya, sungguh pilu melihat kondisi Sukma nya yang tertangkap di alam ghoib.


"Ca. I-itu kaya Tara Ca!!"


Ucap Nabila sembari menunjuk ke arah Tara dengan tatapan berbinar.

__ADS_1


Tampak sosok Gendis tengah mengendus aroma sesuatu yang membuat mimik wajah nya berubah.


"Cepat mas, aku mencium aroma kedatangan Nyi Dasimah yang akan kembali.!! Cepat bawa Mbak Cahya dan teman-temannya pergi. Cepat mas!!"


Titah Gendis.


Pembicaraan Gendis baru saja, berhasil membuat Tara ketar-ketir. Namun ia bergegas membebaskan Cahya dan teman-temanny.


...****************...


"Ayokk mas, kita coba cari disana.!!"


Unjuk Kanaya pada gubuk tua yang mengarah ke ruang bawah tanah.


Lantas Yogi menganggukan kepalanya dan mengekor di belakang Kanaya.


"Tapi Nay, Maura bagaimana?"


Tanya Yogi sembari menoleh ke arah mayat Maura terbaring.


Jelas Kanaya meyakinkan Yogi.


Yogi menganggukan kepala, lantas ia kembali berjalan mengekor di belakang Kanaya.


Kini mereka mulai menuruni anak tangga yang terhubung ke ruang bawah tanah. Dengan tergesa-gesa Kanaya dan Yogi membuka setiap ruangan demi ruangan yang ada disana, namun mereka belum juga menemukan raga Cahya dan teman-temannya.


Yogi benar-benar hampir putus asa dengan keadaan yang tengah menimpa nya.


"Akkhh.."


Teriak Yogi sembari memukul tembok menggunakan tangan nya.


"Istighfar mas.!!

__ADS_1


Sahut Kanaya sembari menggeleng-gelengkan kepalanya.


Kini ekor mata Kanaya menangkap sebuah pintu dengan desain yang cukup mewah berwarna emas.


"Disana mas...!!"


Teriak Kanaya lantas sedikit berlari ia menghampiri pintu tersebut.


Kanaya mencoba membuka pintu nya, namun pintu tersebut ternyata dalam keadaan di kunci.


Kanaya meminta Yogi agar mendobrak pintu dengan desain yang mewah itu, karena ia yakin bahwa Cahya dan teman-temannya ada di dalam nya.


Bruakk


Bruakk


BBRRUUAAKKK


Dobrakan terakhir berhasil membuka pintu itu, dan benar saja, raga Cahya dan teman-temannya ada disana.


mereka dalam posisi di baringkan dengan banyak lilin merah di sekitar nya, bahkan ada sesajen yang tergeletak disana.


Sedikit berlari Yogi menghampiri teman-temannya, dan mencoba membangunkan nya.


"Ca.. Bangun Ca!! Zein.. Nabila.. Ayokk bangun!! Hiks hiks.."


Ucap Yogi sembari menangis di samping raga Zein.


"Mas, Sukma mereka masih di alam ghoib mas.. Bagaimana mereka bisa bangun kalau Sukma nya saja belum kembali, lebih baik kita cepat membawa raga mereka keluar dari sini.!!"


Tiba-tiba saja angin berhembus cukup kencang.


AAARRGGHHH.....

__ADS_1


Bugh bugh !!


"Siluman itu datang mas"


__ADS_2