Saga Dan Senja

Saga Dan Senja
Episode 32


__ADS_3

Senja pergi ke rumah sakit bersama sang ibu. Walau sejahat apapun kakeknya, tetap saja mereka keluarga. Tak bisa di tampik kalau darah mereka punya genetika yang sama. Senja tak pernah bertemu Wisnu. Tapi menurut cerita Helen. Kakeknya itu punya watak yang keras sekaligus kejam.


Selama di dalam mobil Senja banyak menghirup minyak angin. Kehamilannya ini tak kuat hawa dingin serta aroma pewangi ruangan. Untuk muntah-muntah jarang memang tapi tetap saja pening mendera. Ingin minum obat, rasanya takut. Kandungannya terlalu berharga jika terkena efek samping obat kimia. "Kamu yakin mau jenguk kakek?"


"Yakin. Kenapa? Mamah takut di usir."


Helen menggeleng, kalau di usir sudah biasa. Dulu saat masih pengantin baru bahkan dia mendapatkan perlakuan yang lebih mengerikan. Hampir di bunuh malahan. "Di rumah sakit banyak bau obat-obatan. Kamu gak bakal muntah?"


"Aku bawa masker, lumayan kan buat jaga-jaga." Helen tersenyum sebelum melepas seatbelt. Ia malah lebih khawatir bertemu Troy. Takut-takut kalau anaknya itu masih marah. Sepertinya Helen harus memperbaiki hubungannya dengan putra sulungnya.


Mereka berdua berjalan dengan lenggang melalui lorong rumah sakit setelah menanyakan dimana kamar kakek Troy pada petugas informasi. Senja mengelus perutnya lembut, berharap kalau anaknya tak membuat ulah saat menemui sang kakek.


"Kakak?" Troy yang sedang duduk di kursi panjang depan ruangan langsung tersenyum melihat kehadiran sang adik. "Gimana keadaan kakek?"


Troy berubah murung. "Kakek mengalami serangan jantung serta stroke. Dia sekarang tidur, karena kecapekan ngamuk. Belum bisa menerima kondisinya sekarang."


"Gimana kakek kalian bisa sakit?" Tanya Helen yang juga merasa terkejut. Troy heran, mamanya itu sudah disakiti luar dalam tapi masih mau menjenguk mantan mertuanya.


"Ini salah Troy mah. Kakek bertengkar sama Troy." Helen membelai surau hitam putranya. Walau Wisnu itu kejam tapi ia tetap saja orang itu yang telah membesarkan Troy. "Aku udah berani ngelawan kakek."


"Mamah sama Senja bikin kalian bertengkar ya? Mamah dari dulu gak mau itu terjadi. Dulu mamah juga nyebabin papah sama kakek kalian berpisah jalan." Helen harusnya tak bertemu Prasetyo. Masuk ke kehidupan pria itu, ia tak pantas mendampingi orang sesempurna suaminya. Helen sadar diri, Tuan Wisnu benar bahwa lumpur tetap akan ada di bawah walau ia berusaha menempel untuk dapat naik ke atas.


"Udah kewajiban aku melindungi kalian. Kakek harus tahu kalau aku bukan lagi anak kecil. Yang beliau bisa atur-atur. Aku pingin terus sama keluargaku."


"Walau kehadiran kami, bakalan menggeser posisimu di perusahaan kakek? " Troy tersenyum tipis. Ia punya pendidikan tinggi, koneksi ampuh, dia diam-diam juga membuka usaha lain termasuk bekerjasama dengan Arthur. Ia menyiapkan diri agar tak kehilangan arah saat sang kakek mendepaknya. Ah tidak mungkin juga, kakeknya tak punya siapa pun.


"Mah, jangan berpikir terlalu jauh. Aku bisa menangani segalanya."


Tidak bisakah keluarganya utuh? Ada nenek, ibu, kakak dan juga Senja. Ia tak mau salah satu dari mereka harus tersisih. Walau kakeknya pernah jahat tapi kan tetap saja mereka punya hubungan darah. Bukannya darah lebih kental dari pada air?


๐Ÿบ๐Ÿบ๐Ÿบ๐Ÿบ๐Ÿบ๐Ÿบ๐Ÿบ๐Ÿบ๐Ÿบ๐Ÿบ๐Ÿบ๐Ÿบ


"Ini yang mamah bilang kabar baik?" Saga membanting berkas perceraiannya ke atas meja kaca. Tertera jelas tanda tangan Senja sudah duluan ada. "Aku gak mau!!"


"Dengerin mamah. Kamu bakal mendapatkan kebebasan setelah tanda tangani surat ini. Bukannya itu mau kamu dari dulu?"

__ADS_1


Dulu memang ia ingin Senja keluar dari kehidupannya. Tapi tidak sekarang, apalagi keadaan istrinya ituย  kini tengah berbadan dua. Ada bayinya yang perlu Saga pikir. "Senja hamil mah, aku gak bisa ninggalin dia!!"


Devi langsung melotot tak terima. Bisa-bisanya Saga membuat anak dengan gadis yang tampangnya di bawah rata-rata. "Kenapa bisa?"


"Yah bisa, kita kan yang..."


Devi memegang bagian belakang kepalanya. Seketika kepalanya pusing seperti terhantam balok. Ya ampun di saat impian Devi ada di depan mata. Kenapa perempuan itu malah hamil!


"Ah itu gampang. Kita ambil anak kamu setelah dia lahir. Mamah yang akan rawat." Devi menemukan solusi yang menurutnya benar namun ucapan sang ibu membuat Saga menggeram marah.


"Gak bisa. Aku mau anakku sepaket sama ibunya. Gimana mamah bisa memisahkan anak dari ibunya? Mamah juga seorang wanita yang mempunyai anak."


Devi yang merasa lemas seketika mengambil segelas minuman dan menjatuhkan dirinya di sofa. Kalau bukan karena bujukan sang suami mana mau dia berada di bengkel kumuh ini. Ya ampun bisa-bisanya sang putra betah tapi kemudian Devi berpikir lagi. Senja awalnya juga di sini, berbagi kesusahan bersama putranya. Devi mengakui sebagai perempuan, Senja itu cukup tangguh.


"Mamah pusing kalau begini. Jadi kamu gak mau cerai. Tapi ini Senja yang gugat cerai kamu loh." Bujuk Devi lagi, siapa tahu anaknya berubah pikiran di saat terakhir.


"Gak. Aku akan berusaha supaya rumah tangga kami tetap utuh. Aku akan bujuk Senja."


Devi lupa putranya si raja gigih dan berkemauan keras. Kalau itu sudah keputusannya bagaimana lagi. Namun senyum Devi muncul. Ternyata putranya bukan anak mama lagi. Saga sudah berubah jadi laki-laki dewasa. Ah bukan cuma laki-laki dewasa tapi juga seorang ayah sekaligus suami. Devi tiba-tiba meraba pipi, kening serta leher. Kerutannya belum muncul banyak tapi kenapa dia sudah akan menjadi nenek.


"Kamu laper?" tanya Dara yang mendapati Senja membuka kulkas saat tengah malam. "Mau aku buatin makanan?"


"Enggak usah." Senja mengambil buah pisang, pir dan anggur lalu meletakkannya di atas piring baru mengambil sebilah pisau.


"Kakek kamu gimana?"


"Masih di rawat. Kamu gak ke sana?" Dara menggeleng tak enak. Menghadapi Troy sudah sulit apalagi kakeknya yang ke aroganannya melebihi Troy berkali-kali lipat.


"Kak Troy udah lama gak nemuin kamu?"


Dara hanya menghela nafas lalu meminum air dari cangkir bergambar zodiak Virgo. "Lumayanย lama."


"Kamu gak kangen?"


"Banget," jawab Dara diiringi sebuah senyuman lebar. "Aku boleh tanya gak sesuatu sama kamu?"

__ADS_1


"Tanya apa?"


"Kamu udah mantap mau cerai. Maaf, kalau aku kepo. Tapi keputusan kamu gak terasa gegabah?"


Senja diam, walau matanya menyiratkan Ketajaman pandangan. Keputusan gegabah? Apakah iya?. "Dia gak cinta sama aku, buat apa kita tetap menikah."


"Tapi kamu cinta kan sama dia?"


Senja yang memotong buah, tiba-tiba terhenti gerakannya. Ah cintanya yang bertepuk sebelah tangan. "Iya. Dan aku gak mau semakin terluka jika sama Saga terus."


"Kamu yakin dia gak cinta kamu? Aku lihat waktu dia rela babak belur supaya bisa ketemu kamu dan saat di rumah sakit, dia ngotot masuk tapi kan di larang Troy."


Informasi dari Dara membuat Senja kaget. Benarkah Saga ingin juga bertemu dengannya. "Apa dia ada pas aku pingsan?"


"Ada. Dia care banget sama kamu. Masak gak cinta? Kan gak mungkin."


Kenyataannya memang begitu, tapi kan Senja mendengar dengan telinganya sendiri kalau Saga masih mencintai Nadine, "kalian udah ngobrol lagi setelah perkelahian itu?"


"Belum."


"Aku gak bermaksud menggurui kamu. Tapi kalian sepertinya perlu ngobrol. Seenggaknya demi anak kalian." Senja mengelus perutnya. Apa dia tak bisa egois saja memiliki anaknya sendiri. Ia benci jika harus di hadapkan dengan Saga. Setelah Lulus, dia akan mencari pekerjaan yang bagus agar dapat menghidupi anaknya kelak.


"Apa perlunya?"


"Perlu sekali," jawab Dara dengan semangat. "Aku dulu hidup tanpa sosok ayah. Anak kamu lebih beruntung, dia bakal dapat surat legal sedang aku anak haram. Aku ada karena nafsu bukan cinta. Dan itu rasanya gak enak. Aku pingin banget sejak kecil dipeluk ayah, di temani tidur maupun main, di kecup atau sekedar di sayang. Tapi aku gak dapat semua itu. Rasanya tentu aja sedih." Semoga saja Senja mau mendengarkan nasehatnya ini. Dara tahu rasanya kehilangan sosok ayah, dan itu sangat menyedihkan. Ketika anak lain mengatasinya anak *******, tak ada yang membelanya. Yah kecuali Leon. Namun setelah abangnya meninggal, Dara kembali lagi ke tempatnya semula. Seperti kata Troy, anak keturunan ****** tak jauh dari asal muasalnya. "Jangan egois Senja, Saga punya hak sama besarnya kayak kamu."


"Dia gak peduli sama bayinya."


"Kamu salah, dia kelihatan bahagia saat tahu kamu hamil dan pengen cepet-cepet ketemu kamu tapi kan waktu di klinik ada Troy." Bukannya ia dari membelot dari sang majikan. Hanya saja Dara punya pemikiran lain. Ah egois memang semua di lakukan juga untuk dirinya sendiri.


"Akan aku pikirkan nanti usulanmu." Senyum Dara mengembang lebar. Ternyata ucapannya di dengar Senja. Tanpa sadar ia mengelus perutnya sendiri. Dara juga sedang mengandung. Ia baru tahu tadi pagi setelah mengetesnya dengan tespack. Kelihatan egois memang tapi kan anaknya juga butuh kehadiran Troy. Ini anak Troy, anak Senja kan sudah punya ayah sendiri.


Namun Dara kembali di dera kebingungan. Bagaimana bilangnya ya pada Troy nanti. Selama mereka berhubungan 3 tahun ini, tak sekali pun Dara hamil. Karena ia memasang alat kontrasepsi. Troy akan curiga tidak kalau dia sengaja melepas alat kontrasepsinya dan membiarkan dirinya hamil. Troy pernah bilang anak ******* akan jadi ******* juga tapi sekarang Dara hamil. Ucapan Troy tak akan berlaku lagi kan?.


๐Ÿฐ๐Ÿฐ๐Ÿฐ๐Ÿฐ๐Ÿฐ๐Ÿฐ๐Ÿฐ๐Ÿฐ๐Ÿฐ๐Ÿฐ

__ADS_1


__ADS_2