Saga Dan Senja

Saga Dan Senja
Bab 36


__ADS_3

Senja tak bisa bimbang lagi. Keputusannya sudah bulat. Ia memilih pergi. Troy memang satu-satunya saudara yang ia miliki tapi ia sadar jika hakekatnya tanggung jawab saudara laki-laki terputus ketika saudara perempuannya telah menikah. Sekarang Saga imannya. Tak peduli jika ke depannya akan menderita atauΒ Saga yang tak kunjung mencintainya. Senja hanya berusaha taat pada agama yang ia anut.


"Udah siap kan? Aku udah hubungi Saga. Dia bakal ke sini dan soal penjaga tenang aja. Aku udah kasih obat tidur ke minuman mereka. Paling sebentar lagi mereka tidur." Dara membantu Senja kabur, masalah Troy dipikirkan belakangan.


"Tapi gimana sama kamu nanti? Kak Troy bakal marah."


Dara menepuk-nepuk bahu Senja, membiarkan adik Troy itu tenang. "Semarah-marahnya Troy, dia gak mungkin mukul aku kan?" Dara tersenyum was-was. Ia pernah diamuk Troy ketika kalah dan rasanya tak enak. Ia juga pernah kena tampar karena bertemu Vivian.


"Ya udah, aku pamit. Kamu baik-baik aja. Nanti kalau keadaan udah tenang. Aku bakal ngabarin." Dara langsung memeluk tubuh ramping Senja. Ada rasa bersalah besar menggerogotinya. Demi memonopoli Troy. Ia rela menyingkirkan Senja tapi anaknya jelas butuh ayah juga.


"Sorry...." Dara yang masih punya hati, menangis.


"Kenapa minta maaf?"


"Aku gak bisa ngasih apapun buat kamu." Senja

__ADS_1


tersenyum tulus. Membuat Dara kadi berkali-kali lipat merasa tak enak. Sampai ludah yang ia telan, rasanya pahit.


"Kamu udah beri bantuan banyak. Oh ya jangan lupa surat yang aku kasih. Tolong sampaiin ke mamah."


"Itu pasti."


Karena merasa tak tega. Dara mengantarkan Senja sampai ke lobi. Dengan berjalan mengendap-endap melewati lorong apartemen. Mereka waspada saja kalau ternyata obat bius yang Dara beri ke penjaga tak berkhasiat. Mereka bisa bernafas lega ketika melihat salah satu bodyguard sudah tidur bersenderkan pilar. "Eh, penjaga yang satunya kemana ya?"


Dara terpaksa mendorong tubuh Senja merapat ke balik tembok. Karena melihat salah satu bodyguard berjalan dari arah yang berlawanan dengan mereka. "Aku ke sana, ngalihin perhatian bodyguard. Kamu langsung pergi ya. Saga udah nunggu di luar." Senja mengangguk patuh. Kemudian Dara dengan tenang menghampiri sang bodyguard yang baru saja dari kamar mandi.


"Gini pak." Dara menarik lengan besar sang penjaga agar berbalik arah, berlawanan arah pandangan dengan keberadaan Stella. "Gas di apartemen copot. Aku gak bisa masang. Bisa gak bapak masangin?"


"Oh bisa neng."


"Kalau gitu, ke atas yuk pak. Aku mau masak soalnya." Dengan bodohnya penjaga itu menurut. Barulah Senja berani kabur saat Dara masuk ke lift. Melegakan sekali. Jujur baru pertama kali ia melarikan diri.

__ADS_1


"Senja!!" Teriak Saga yang kini sudah berlari mengambil tas pakaian yang dibawa istrinya. "Aku tadi mau nyusulin ke atas tapi kata Dara, kalian bakal ke bawah. Mana Dara, aku mau bilang makasih?"


"Dia udah balik ke atas." Senja mengernyit heran ketika berjalan beberapa langkah. Pasalnya Saga membawanya masuk ke sebuah mobil pick up yang berisi kendaraan bermotor, alat bengkel dan juga dinamo.


"Kenapa kita kabur bawa mobil pick up?"


"Iya, motor sport aku. Aku jual. Mobil ini lebih berguna buat bangun usaha. Rencananya sih kita akan langsung ke luar kota."


Di bayangan Senja, ia akan kabur naik pesawat atau minim bus. Bukan mobil pick up dengan alat-alat. "Kita mau kemana?"


"Kamu akan ikut kan kemana pun aku bawa?" Senja mengangguk walau tak tersenyum. Ia masih kaget saja. Saga benar-benar menyiapkan acara kabur mereka dengan sangat rapi. Saga membukakan pintu, menyuruh istrinya masuk. Ia khawatir kalau-kalau Troy akan ke sini. Ia tak mau berkelahi dengan kakak iparnya. Bagaimana pun permusuhan mereka di masa lalu, Troy tetaplah kakak sang istri.


Saga hanya berharap setelah ini. Ia akan hidup damai berdua, membentuk keluarga bahagia dengan anak mereka. Bahagia tak selalu di ukur dengan uang Bukan? Hidup sederhana, memulai rumah tangga dari nol, menghadapi masalah bersama serta berjuang bersama. Saga rasa itu saja sudah cukup.


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€

__ADS_1


__ADS_2