
Senja lupa sesaat karena terbuai dengan kehadiran Saga . Ia tak ingat kemungkinan kakak tersayangnya akan bertemu suaminya jelas besar, saat mengantarkannya pulang.
"******** lo!! Beraninya lo nemuin adik gue, jalan sama adik gue. Apa lo perlu gue mampusin sekarang!!" Senja langsung terpekik saat melihat sang kakak menerjang Saga, mendaratkan pukulan telak di rahang kirinya hingga pria itu oleng dan jatuh ke lantai lobi apartemen. Untunglah para security datang tepat waktu.
Senja yang ikut memegangi Troy. Mengisyaratkan dengan gelengan kepala agar Saga pergi. Ia tak mau jika kedua orang yang berarti dalam hidupnya ini adu jotos lagi.
"Kenapa kamu halangin kakak!?" Bentak Troy marah. "Kenapa Kamu pergi sama si ******* itu tanpa sepengetahuan kakak?"
"Kak, aku harus bicara sama suamiku agar urusan kami cepat selesai."
Troy menyugar rambutnya dengan kasar. "Urusan kalian akan selesai di pengadilan agama. Manusia itu udah gak bisa di ajak diskusi. Apa yang kamu dapatin setelah kalian ketemu. Gak ada kan? Dia gak cukup layak buat kamu dan bayi kamu."
Senja sayang kepada Troy tapi masalah rumah tangganya harusnya Troy tak terlalu jauh bertindak. Apalagi Senj tidak mau merasa jadi beban. Dia sudah berumah tangga dan akan jadi seorang ibu tapi tetap saja merepotkan sang kakak laki-laki. Sampai sekarang Senja juga belum bertemu lagi dengan ibunya. karena menurut Troy, rumah ibunya tak aman lagi.
"Troy, jangan bicara kasar sama Senja," bujuk Dara halus namun perempuan itu malah mendapat sebuah penolakan kasar berupa hempasan tangan.
"Kamu lagi!! Kenapa kamu gak jaga Senja !! kenapa dia bisa pergi sama Saga. Kalau terbukti kalian kerja sama maka aku gak akan segan-segan usir kamu dari apartemen ini!!" Ancaman Troy membuat bulu kuduk Dara meremang. kalau dia di usir, Dara mau tinggal dimana?
"Kakak gak perlu melakukan hal sejauh itu. Aku sudah terlalu besar. Biarin masalahku jadi urusanku." Ngeri saja membayangkan Dara bisa terusir karena masalah rumah tangganya.
"Kamu juga!! Mulai sekarang kakak akan segera mindahin kamu ke rumah kakak yang lain dengan pengawalan ketat bodyguard."
Mata Senja terbelalak kaget. Pindah rumah dngan keamanan ekstra. Dia jelas bukan tahanan." Kakak keterlaluan. Aku mau pulang aja ke rumah mamah."
"Kamu gak akan bisa melanggar perintahku. Apalagi minta bantuan mamah. Kalau kamu ketahuan pergi sama ******** itu. Maka Dara yang akan nanggung akibatnya." Senja menatap sengit Troy. Dia tak mau jadi beban tapi sekarang kalau kakaknya sudah bertindak sejauh ini dia bisa apa. Apalagi Dara diikut sertakan dalam kemelut rumah tangganya.
Dara dan Senja terjingkat kaget saat pintu apartemen di tutup dengan kasar oleh Troy. Pandangan keduanya bertemu. Ada rasa tak enak yang menyergap. "Sorry Ra, aku gak bermaksud mempersulit kamu."
Dara paham namun secara tidak langsung ia juga ikut andil dalam kekacauan ini. "Gak apa-apa. Troy lagi marah suka ngambil keputusan seenaknya."
Dara mendekat, mengelus pundak Senja pelan. "Aku bakal sedih kalau kamu pindah. Aku gak ada temen lagi deh."
__ADS_1
"Aku mau pulang ke rumah mamah." Dara ikut sedih jika Senja terpasung. Troy memang kakak Senja tapi di tak ada hak atas hidup wanita ini. Apalagi Senja punya wali sah yaitu suaminya.
"Kalau Troy lagi emosi gini. Jangan di lawan. Kita bisa ngomong pelan-pelan tapi nanti." Kalau sudah begitu Senja hanya bisa memejamkan mata dan mengurut pelipisnya. Tindakan Troy terlalu jauh. Dia bukan anak kecil yang harus di awasi segala sisi. Senja sudah dewasa bisa mengambil yang baik serta benar untuknya.
Troy membuktikan segala ucapannya. Senja benar-benar di awasi dengan ketat kalau pun bisa pergi hanya di supermarket atau restoran di depan apartemen. Troy menyewa jasa keamanan untuk mengawasi Senja selama dirinya sibuk dengan urusan di luar sana.
Senja menarik nafas ketika meminum susu. Rasa susu favoritnya tak ada di supermarket bawah. Ingin keluar membeli di tempat lain tapi pasti minta ijinnya ribet. Dengan terpaksa, sedikit menutup hidung. Ia minum susu rasa vanilla.
Ting... tong... ting.. tong
"Dara, bisa tolong buka pintunya gak?"
"Iya, sebentar." Senja melangkah ke depan sambil membawa segelas susu. Ia ingin tahu siapa yang datang, pasalnya Troy baru saja pulang beberapa saat lalu. "Kamu delivery Order makanan Nja?"
Senja menengok ke arah pintu namun kemudian terkejut saat seorang laki-laki berseragam hijau nekat masuk dan membuka masker penutup hidungnya. "Saga?"
"Kamu ngapain ke sini? Pergi Van, kamu bisa di hajar Kak Troy." Bujuk Senja dengan agak sedikit mendorong bahu suaminya ke arah pintu keluar. "Aku di jagain bodyguard, di lobi juga."
"Ini bukan waktu yang tepat buat ngajakin aku balikan."
"Aku gak ngajakin kamu balikan. Aku mau ngajak kamu kabur. Aku mau kita pergi jauh, hidup bertiga aja. Tanpa ada ikut campur pihak keluarga kita." Keputusan yang baik. Mengingat kedua pihak keluarga memang menentang mereka rujuk.
"Pergi?"
"Iya, pergi sama aku." Di mata Senja ada lubang keraguan besar. Jika dulu ia langsung setuju di ajak Saga hidup mandiri namun kini tidak. Ada nyawa lain yang perlu mereka pikirkan ke depannya.
"Aku gak bisa Ga, pergi dalam keadaan kita kayak gini terlalu beresiko."
Saga menggenggam tangan istrinya. Butuh kekuatan besar serta keberanian tinggi untuk meyakinkan sang istri. Saga akan melakukan segalanya agar membahagiakan dan memberi kehidupan yang layak untuk istri dan calon anaknya kelak. "Aku janji, gak akan ngecewain kamu lagi. Percaya sama aku." Mempercayakan hati yang sempat patah tak akan mudah. Hati Senja belum reda dari jeranya.
"Aku...."
__ADS_1
tok.....tok....
bunyi ketukan pintu terdengar agak keras. Dara yakin di luar sana ada bodyguard Troy yang sudah waspada di depan pintu. Saga memakai maskernya kembali. sedang Senja bersikap sesantai mungkin.
ceklek
"Delivery ordernya dari tadi gak pulang-pulang. Ada masalah?" Dara merapikan rambut ke belakang telinga demi menghilangkan kepanikan.
"oh.. gak apa-apa. Ini yang nganter makanan juga mau keluar." Mata Bodyguard itu nampak waspada memindai seorang laki-laki berperawakan tinggi yang tengah memakai jaket hijau khas driver ojek online.
"Ya sudah. Kalau sudah selesai kamu boleh keluar." Saga yang tengah meyamar hanya menganggukkan kepala lalu keluar apartemen. padahal masih ada banyak hal yang mesti ia dan Senja bahas.
Senja menarik nafas. Jelas hatinya di serang dilema. Antara menuruti apa mau suaminya atau terus bertahan di sisi Troy. kedua pilihan itu mengandung resiko. JIka dirinya memilih hidup bersama Saga maka Senja harus meninggalkan semua teman, ibu, kakak serta saudaranya yang lain namun jika memilih TRoy. Maka anaknya akan kehilangan sosok ayah.
"Kamu terima tawaran Saga ?"
"Hah, apa?" Senja terhenyak dari lamunan saat Dara melontarkan pertanyaan untuknya .
"Kamu mau pergi sama suami kamu?"
"Aku gak tahu Ra." Senja butuh diyakinkan. bukannya Dara berniat jahat. Ia pernah merasa jadi anak broken, kurang sosok ayah, ia pernah di kasari ,di caci atau di rendahkan oleh orang yang ia cintai.
"Kalau aku jadi kamu, aku akan pergi. Toh aku perginya sama suami sendiri. Apa kamu kurang yakin kalau Saga gak cinta sama kamu?"
"Yah itu salah satunya."
"Cuma orang buta yang gak bisa lihat gimana tulusnya cinta Saga sama kamu!" Senja yang merasa tersindir menengok ke arah lawan bicaranya. Mereka kini sama-sama duduk santai di sofa ruang tamu. " Jangan sampai kamu nyesel. Bayi kamu jelas butuh Saga , kamu pun juga. jangan menggenggam gengsi atau kamu bakal kehilangan."
Senja langsung diam. Memikirkan masak-masak keputusan apa yang akan ia ambil. Karena jawaban iya atau tidak akan menentukan masa depannya bersama sang buah hati. Sedang Dara harus bermain agak licik. Anaknya butuh Troy kalu anak Senja ada tentu anaknya akan terabaikan. Anggap saja ia jahat tapi Dara hanya seorang perempuan yang tak punya tujuan serta pegangan hidup. Seluruh hidup serta cintanya ia berikan kepada Troy yang jelas tak balik mencintainya. Ini usaha Terakhir Dara, memaka Troy agar selalu di sisinya. kalau sudah ada anak lambat laun dengan tinggal bersama cinta akan timbul. Itu hanya sebuah wacana di benak Dara karena seringnya membaca novel namun sayang kehidupan di sebuah buku yang di karang manusia tentu berbeda dengan buku takdir yang telah Tuhan tetapkan.
🐴🐎🐴🐴🐴🐴🐴🐎🐎🐎🐎🐎
__ADS_1