
Sepenggal kisah masa lalu :
Fabri Mahendra, salah satu anggota empat sekawan (baca sang asisten CEO jilid 1), yang harus menduda di usia yang masih sangat muda, dia harus kehilangan sang istri yang hangus terbakar karena dendam seseorang dan menjadikan istri -istri empat sekawan sebagai sasaran nya, ketika istri Lee dan juga Boy, selamat, tidak dengan istri Fabri, sang istri lebih memilih menyelamatkan nyawa putri nya yang ketika itu masih berusia 1 tahunan.
Di dalam sebuah mobil yang di rancang oleh musuhnya,jika mobil berhenti maka bom akan meledak, pada akhirnya Ella memilih mengeluarkan sang putri dengan bantuan suami dan kawan-kawan nya, Namun ketika putri mereka berhasil keluar dari mobil, Ella memilih menjauh dengan mobil yang hampir kehabisan bahan bakar, Ella hanya tak mau Fabri yang kala itu ingin mengganti kan posisinya,menjadi korban.Akhirnya Ella lah yang mengorbankan diri demi orang -orang yang di sayangi nya, Dan setelah 10 tahun berlalu, Fabri masih setia sendiri.
"Elllaaaaa!!'' Jerit Fabri yang tiba-tiba terbangun dengan keringat dingin di sekujur tubuhnya.
Hampir setiap malam, Fabri selalu bermimpi dan berakhir dengan memanggil nama sang istri. 10 tahun telah berlalu sejak kejadian naas tersebut, dan selama itu pula, tidur Fabri tak pernah tenang, ada rasa bersalah karena tak bisa menjaga sang istri, wanita yang seumur hidupnya selalu menderita karena ulah keluarga nya, dan ketika dia baru saja merasakan kebahagiaan bersama Fabri, seseorang telah menghancurkan nya.
"Daddy.......bangun.. Daddy.....!"
Teriak dari luar kamar Fabri, dia melihat ke arah jarum jam di dinding, ternyata jam menunjukkan pukul 7 pagi, anak gadisnya yang sudah berusia 11 tahun itu terus menggedor pintu kamar Fabri.
ceklek.......
Fabri membuka pintu dengan mata yang masih mengantuk, hari ini dia sengaja meminta libur untuk menemani sang anak, Fabri memang gila kerja, dia menjadi asisten CEO, CEO yang juga merangkap menjadi sahabat nya, walaupun di kantor mereka sangat profesional, namun berbeda bila mereka bertemu di luar kantor.
"Daddy!!! ayo bangun!! Oma sudah menunggu di bawah" ucap Bianca.
"Bian.... Daddy masih mengantuk! tolong bilang Oma ya... Daddy tidur dulu" saut Fabri dengan rasa kantuk yang benar-benar masih melekat, dia semalaman mengerjakan pekerjaan nya di ruang kerjanya, setelah mengirimkan email pada Lee, Fabri baru bisa memejamkan matanya.Fabri dan Lee memang sepasang pebisnis yang handal, otak jenius Lee di padukan dengan ketegasan dan cekatannya seorang Fabri, membuat lawan-lawannya yang sengaja ingin bermain curang merasa gentar menghadapi mereka berdua.Perusahan Lee yang notaben nya adalah warisan dari Ray,sang Papa dan kemudian di jalankan kala itu oleh Kevin, Papa Fabri, karena Ray lebih memilih menjadi asisten dari Adrian. Kini, di tangan anak-anak mereka, perusahaan tersebut bergerak semakin maju dan semakin besar.
__ADS_1
Di usia mereka yang baru menginjak 34 tahun, mereka sudah menjadi pebisnis yang patut di perhitungkan.
"Lalu jam berapa aku harus membangunkan Daddy?" tanya Bian dengan ketus, dia kali ini tak mau di PHP Daddy nya lagi.
"Setengah jam lagi!! bangun kan Daddy setengah jam lagi!" saut Fabri sambil terkantuk-kantuk.
"Dadddyyyyyy......."
Teriakan dari lantai bawah membuat anak dan ayah itu saling pandang, kemudian dengan cepat Fabri menutup pintu dan berpesan agar jangan sampai si pemilik suara itu masuk ke dalam kamarnya.Bian terlihat kesal sambil menuruni tangga, di sana nampak seorang gadis modis dan cantik berdiri dengan senyum menggoda nya. Bian hanya memutar bola matanya melihat gadis itu sudah berada di rumah nya sepagi ini.
"Rumah kamu kebakaran?" tanya Bian sambil melipat kedua tangannya di dadanya.
"Maksud kamu?" tanya gadis itu.
"Eh dengar ya Bian.... sebelum kamu lahir ke dunia ini!! dia Daddy aku!!! bukan Daddy kamu!!"
Desi sang nenek yang melihat dan mendengar perdebatan dua gadis berbeda usia itu hanya bisa geleng-geleng kepala, Shasa, anak dari Lee memang sedari kecil begitu lengket dengan Fabri dan Ela semasa hidupnya, dan ketika Ela meninggal, Shasa mencurahkan segala rasa cinta nya pada Fabri, sang Daddy.
"Terserah!!! yang pasti!! Kakak hari ini di larang menemui Daddy!! hari ini, hari aku dan Daddy!" ucap Bianca ketus.
"Ehh gak bisa gitu dong!! Aku sengaja jauh-jauh datang ke sini hanya untuk menemui Daddy, dan kau tahu? hari ini aku sengaja meninggalkan lesku hanya untuk bertemu dengan Daddy, sebentar lagi aku akan ulang tahun, aku akan meminta Daddy membelikan aku hadiah dan jalan-jalan!!" ucap Shasa tak mau kalah.
__ADS_1
Desi sering kali pusing melihat perdebatan mereka, jangan kan Desi, Fabri saja yang menjadi bahan rebutan kadang jengah sendiri dengan kedua nya. Perdebatan mereka berhenti ketika melihat Fabri turun dengan pakaian yang sudah rapi.
"Daddy!!! kita ke mall ya!!" seru Bian sambil mengapit lengan kanan Fabri
"No Dad! kita ke taman hiburan, sudah lama kita tidak main ke sana!" saut Shasa yang tak mau kalah, dia memilih lengan kiri Fabri. Hingga membuat Fabri susah bergerak.
"Lepas!!" ucap nya sambil menekan rasa kesalnya.
"Gak!!"....
"Gak!!"
Mereka menjawab dengan serempak.Fabri benar-benar merasa pusing memikirkan keduanya, dia tak habis pikir, mengapa dia selalu di perebutkan oleh keduanya. di saat Fabri masih memikirkan cara untuk menenangkan mereka berdua, di luar rumah besar tersebut, seseorang berdiri memandang pagar dan rumah besar milik Fabri dari seberang jalan, sebuah foto dia genggam begitu erat di tangan kanannya, dia berpikir bagaimana caranya biar bisa berada atau masuk ke dalam rumah tersebut, entah apa yang diinginkannya. Namun yang pasti dia benar-benar menginginkan masuk ke dalam rumah tersebut dan mengenali orang-orang yang ada di dalamnya.
"Bagaimana cara nya aku masuk ke sana?" gumamnya lirih.
"Aku harus bisa tinggal di sana!!" tekad kuatnya.
Dengan menenteng tas ransel nya, dia berjalan meninggalkan depan rumah Fabri, malam ini dia harus bisa menemukan cara agar bisa masuk dan tinggal di sana.
bersambung.....
__ADS_1
Beri semangat OTHOR doooongggg🤭🤭