
Hari berganti begitu cepat,tak terasa Sheila sudah keluar masuk rumah tersebut selama 2 bulan ini,selama 2 bulan ini pun Bianca benar-benar tak menunjukkan sikap yang ramah kepadanya, walaupun tak sejutek sebelumnya,namun dia lebih banyak diam dan juga bersikap seperti seorang murid biasa. Dengan berbagai cara, entah bagaimana, akhirnya Fabri luluh juga dengan permintaan Bianca untuk kembali ke sekolah, karena memang sebentar lagi Bianca pun akan memasuki sekolah tingkat pertama,hingga Bianca meminta untuk bisa berkumpul dengan teman-temannya, dia bahkan berjanji dengan sungguh-sungguh tidak membuat masalah lagi,apapun itu,dan bila suatu hari nanti Bianca benar-benar membuat masalah, maka dia dengan senang hati akan melakukan home schooling kembali.Dan tak disangka hari ini adalah hari terakhir Sheila dan juga Ajeng guru homeschooling Shasa dan juga Bianca untuk terakhir kali mengajar.
'" Kamu yakin Daddy gak akan pulang?" tanya Shasa pada Bian, Namun Bian hanya menatap kosong halaman depan paviliun tersebut.
"Bi...Bian!!!" pekik Shasa.
"Kenapa sih Kak?" tanya Bian karena dia merasa kaget dengan apa yang di katakan oleh Shasa.
"Kamu yakin Daddy gak akan pulang kan? soalnya wanita itu pasti pamitan hari ini, dan takut nya Daddy akan bertemu dengan dia" Kata Shasa.
"Aku yakin, Daddy tidak akan pulang, kita sudah berusaha menjauhkan Daddy dari Miss Lala, dan tentu saja itu harus berhasil sampai akhir " saut Bian dengan sangat yakin.
Samar-samar Shasa dan Bianca, mendengar seseorang menuju ke paviliun, Namun karena terlihat sangat ramai, mereka berdua sedikit heran, Dan beberapa detik kemudian, mereka benar-benar di buat terkejut dengan kedatangan seseorang.
__ADS_1
"Mama!!" Pekik Shasa
"Tante!!!" Bian pun menyusul.
Mereka sangat terkejut mendapati Vita berada di rumah tersebut. Dan mata mereka lebih terbelalak lagi ketika ada Kay di belakangnya, serta Ayana yang ikut serta ke rumah Fabri. sepertinya mereka sudah janjian untuk datang ke rumah Fabri,Shasa dan Bianca hanya bisa saling memandang saja, dan diam-diam mereka menghela nafas nya pelan. Mereka sangat yakin bahwa sebentar lagi Miss Lala dan juga Miss Ajeng akan datang,dan tentu saja hal itu yang akan membuat Vita, Kay dan juga Ayana pasti sangat terkejut.
"Mama datang menjemput mu sayang"
"Tante juga, sebenarnya kita mau makan siang dan nongkrong di cafe, karena kebetulan kalian bebas hari ini, jadi kita ikutan ke sini" kata Kay dengan riang, dan Ayana si lemah lembut itu, hanya tersenyum sambil mengangguk mengiyakan perkataan Kay.
"Ayo, kita ke rumah utama" kata Vita. Dan bersamaan dengan itu, seorang pelayan datang menghampiri mereka.
"Maaf nyonya-nyonya, tamu yang di tunggu sudah datang, nyonya Desi meminta semua nya untuk ke depan " kata sang pelayan. Terlihat wajah Bianca dan Shasa menegang, entah mengapa mereka menjadi takut bila Vita, Kay dan Ayana bertemu Miss Lala.
__ADS_1
Sesampainya di ruang tamu, Mereka melihat dua orang yang duduk membelakangi mereka, dan nampak Desi sedang berbincang dengan salah satu dari mereka.
"Kalian sudah datang?" tanya Desi mengehentikan percakapan nya ketika melihat Shasa dan Bian, serta Vita, Kay dan Ayana.
"Iya Tante..."
"Ayo duduk sini, kenalkan....." kata Desi, spontan Sheila dan Ajeng berdiri dan membalikkan badannya, bersiap untuk menyalami semuanya.
"Perkenalkan saya Ajeng dan ini....." Miss Ajeng mengenalkan diri terlebih dahulu, namun perkataan nya terpotong ketika dia hendak memperkenalkan Miss Lala.
"Ella!!!"
bersambung...
__ADS_1