
Semua sedang menanti Sheila bangun dari pingsan nya dan saat ini Sheila sedang di periksa oleh Dokter keluarga Fabri di dalam kamar tamu, karena panik Fabri akhirnya mengikuti salah satu pelayan yang menunjukkan jalan ke kamar tamu.Bahkan sekarang dia sedang berada di satu ranjang dengan Sheila sambil menggenggam erat tangan Sheila yang sedang di periksa oleh Dokter Kris, Dokter keluarga Fabri.
"Bagaimana Kris?" tanya Fabri.
Kris hanya heran melihat Fabri terlihat sangat panik dan cemas, apalagi ini kali pertama selama mengenal Fabri, Fabri begitu perhatian pada seorang wanita selain Bian dan Desi Mama nya.
"Nadinya sedikit lemah, tapi tidak masalah, apa yang terjadi hingga dia mengalami shock? atau yang membuat dia ketakutan?" tanya Kris, pasalnya, Kris punya pasien yang gejalanya nya sama dengan apa yang di alami oleh Sheila, tentu saja dia mengetahui sekilas dari Fabri, karena Fabri hanya menceritakan bagaimana reaksi Sheila tanpa menceritakan akibat nya.
"Apa kau yakin dia tidak apa-apa?" tanya Fabri lagi, tanpa mempedulikan pertanyaan dari Kris.
"Ya, sebentar lagi juga akan bangun" kata Kris.
Dan benar saja, beberapa saat kemudian, Sheila mulai terlihat melakukan pergerakan, dia sedikit demi sedikit membuka matanya, matanya beberapa kali menyesuaikan penglihatan nya, dan betapa kagetnya dia ketika melihat beberapa orang berada di hadapannya dan lebih terkejut lagi ketika dia menyadari tengah terbaring di sebuah ranjang dengan Fabri di sampingnya dan menggenggam erat tangan nya.Sheila menarik tangannya dari genggaman Fabri, namun Fabri dengan kuat tetap menggenggam tangan mungil tersebut, hingga membuat Sheila merasa tak suka dan tentu saja dia sangat malu, karena banyak mata memandang ke arahnya, Tanpa mempedulikan Fabri, Sheila mengedarkan pandangannya mencari seseorang yang bisa dia mintai tolong,dan matanya bertatapan dengan Ajeng.
__ADS_1
"Miss Ajeng bisa kita pulang sekarang?" tanya Sheila pada Ajeng.
"Bisa....." Ajeng segera mendekati ranjang dan membantu Sheila berdiri, secara spontan Fabri melepaskan genggaman tangan nya.
"Tunggu" cegah Fabri, seketika Sheila berlindung
"Tuan Fabri, saya tidak tahu ada masalah apa anda dengan Miss Sheila, tapi saya rasa ini bukan waktu yang tepat untuk membicarakannya urusan pribadi anda dengan yang Miss Sheila, sebaiknya Anda selesaikan di luar jam kerja kami, kami datang ke sini sebagai guru home schooling dari anak Anda, dan berpamitan karena putri anda tidak mau meneruskan sistem pembelajaran home schooling, jadi saya mohon dengan sangat, agar anda profesional" ucap Ajeng.
"Bri, biarkan!" cegah Lee.
Dan di ruang tamu, Ajeng berpamitan tanpa drama berlebihan, dan semuanya hanya bisa diam.
"Loe pikir dia Ella?" tanya Lee yang masih berada di kamar tamu bersama Boy, Leo dan Kris.
__ADS_1
"Iya" saut Fabri, walaupun sebenarnya dia tak yakin.
"Gila loe!!!" saut Lee.
"Loe pikir Bri!!!! walaupun Ella masih hidup, guru itu jelas bukan Ella!!! bahkan dia 10 tahun lebih muda dari kita, dari Ella!!! Mata loe gak buta!!" sentak Lee sambil mencengkram kerah baju Fabri.
"Bisa saja dia operasi wajah nya!!" ucap Fabri yang masih terlihat menyakinkan dirinya sendiri.
"Brengseeek!!!! gue gak mau ya!! temen gue jadi gila!!!" Lee menghempaskan Fabri hingga terjatuh di atas ranjang, dan yang lain hanya menyaksikan kemarahan Lee dan frustasi nya Fabri.
"Aaarghhhhh!!!"
bersambung
__ADS_1