
Deg......
Jantung Fabri seakan berhenti seketika, begitu juga dengan langkah kakinya , Sheila menatap Fabri dalam diam, begitu pula dengan Fabri yang hanya menatap wanita yang sangat mirip dengan mendiang sang istri di hadapannya.Entah apa yang ada di pikiran mereka masing-masing. Sheila memutuskan padangan matanya, ketika tau siapa yang ada di hadapannya saat ini.
"Selamat siang Tuan Fabri" sapa Sheila dengan sedikit senyuman di wajahnya, hal itu sontak membuat Fabri terbangun dari lamunannya.
Fabri terus saja memandang wajah Sheila tanpa berniat membalas sapaan wanita tersebut, Karena merasa di abaikan, Sheila akhirnya kembali fokus ke arah Bian.Namun ternyata,Bian juga sama seperti sang Daddy, hanya diam melihat ke arah Sheila. Sheila menghela nafas nya pelan, Entah mengapa, Saat ini dia hanya ingin keluar dari rumah tersebut, urusannya dengan Bian akan dia pikir kan nanti.
"Baiklah Bian, Miss pergi dulu, nanti akan Miss hubungi kami, tolong angkat telepon dari Miss okey?" kata Sheila memecah keheningan di antara mereka bertiga,bukan tanpa alasan, Sheila meminta Bian mengangkat telepon darinya, pasalnya, setiap kali Sheila ingin menghubungi Bian, Bian selalu saja mengabaikan nya, padahal jelas-jelas, di aplikasi chat mereka, Bian sedang online. Bian hanya mengangguk memberi jawaban pada Sheila, namun pandangan matanya tertuju pada sang Daddy.
"Permisi tuan Fabri, saya undur diri dulu" pamit Sheila pada Fabri.Namun Fabri hanya diam saja, lagi-lagi karena merasa di abaikan, Sheila dengan canggung berlalu meninggalkan mereka berdua.
"Mau kemana?" tanya Fabri sambil memegang tangan Sheila yang berjalan melewati nya.Sheila hanya melihat tangannya yang di pegang oleh Fabri, seakan memberi isyarat agar melepaskan nya,tanpa memberi jawaban dari pertanyaan Fabri.Sayangnya Fabri tak merespon nya, dia hanya menatap ke arah Sheila dengan tatapan yang sulit di artikan, melihat situasi seperti itu, Bian perlahan mundur dan meninggalkan Daddy dan guru home schooling nya itu.
__ADS_1
"Permisi Tuan Fabri, tolong lepaskan tangan saya" pinta Sheila dengan sopan sambil berusaha melepaskan tangannya dari Fabri, bagaimana pun juga, dia harus menjaga sopan santun nya di rumah orang lain, apalagi pada sang pemilik rumah.Dari kejauhan, nampak empat sekawan beserta istri-istri mereka melihat pemandangan tersebut, jangan lupakan Desi, Shasa dan Ajeng yang juga ikut menyaksikan.
"Ngapain sih Daddy pegang-pegang tangan Miss Lala!!" seru Shasa yang sukses membuat Vita sang Mama mendelik tak suka pada anak gadis nya, benar-benar tak melihat situasi sedang tegang-tegangnya.
"Shasa kan cemburu Ma!!" ucap Shasa lagi, ketika menyadari wajah tak suka sang Mama.
"Aaawooww...... Oma!!" pekik Shasa, ketika mendapat cubitan di pipinya oleh Desi.
"Biarkan Daddy mu menyelesaikan rasa penasaran nya" ucap Desi.
"Tuan Fabri, saya rasa kita tidak terlalu dekat....." ucap Sheila dan sedikit memberi jeda pada ucapan nya.
"Bukankah tidak sopan jika anda melakukan ini pada saya?" lanjut Sheila. Dan lagi-lagi, Fabri hanya diam, antara shock, senang, sedih dan penasaran, semua perasaan bercampur aduk di dalam hatinya.
__ADS_1
"Ikut aku!!" perintah Fabri sambil menarik Sheila masuk ke dalam paviliun, bahkan Fabri menutup pintu dengan sangat keras.
"Eh apa yang Daddy lakukan?" tanya Shasa entah dengan siapa.
"Mau kemana Miss Ajeng?" tanya Vita sambil memegang tangan Ajeng.
"Menyusul Miss Lala, ini tidak benar Nyonya!!" saut Ajeng yang tak mau Sheila mendapatkan masalah dengan keluarga mereka.
"Beri Fabri kesempatan berbicara pada Sheila Miss, kami mohon!" pinta Desi.
Dan pada akhirnya, mereka hanya menahan rasa penasaran di hati mereka masing-masing, sambil menunggu kedatangan Sheila dan Fabri.
bersambung
__ADS_1
JANGAN PROTES TERLALU PENDEK YA SAYANG...... RENCANA NYA MAU UP SEHARI DUA KALI...JADI SELANJUTNYA NUNGGU YðŸ¤ðŸ¤ðŸ¤ðŸ’œðŸ’œðŸ’œ