Sang Asisten CEO Jilid 2

Sang Asisten CEO Jilid 2
SAC jilid 2 Bab 30


__ADS_3

Setelah beberapa saat lalu, Sheila di buat shock dengan perkataan Bianca,kini mereka tengah berada di sebuah cafe . Sheila memutuskan untuk berpamitan dengan kedua orang nya yang tengah berada di ruang konsultasi dokter, Sheila hanya tak mau membuat masalah baru dengan kedua orang tua nya.Karena Sheila tau,bahwa Vano,sang papa telah membuat kesepakatan dengan Fabri,dan keputusan nya sudah jelas, Sheila dan Bianca tak boleh lagi saling bertemu, walaupun Sheila sangat berat melepaskan Bianca,namun keputusan sang Papa di anggap cukup baik untuk saat itu.


"Miss mau ini?" tawar Bian sambil menyodorkan sepiring kentang goreng ke depan Sheila.


"Atau mau ini?" di tambah segelas jus buah.


"Kamu makan aja ya" kata Sheila.


"Bagaimana kalian bisa ke sini?" tanya Sheila pada Bian dan Shasa.


"Tentu saja naik mobil!" jawab Shasa ketus, sontak saja membuat Bian menyenggol lengan Shasa, Bian tak mau jika sikap sinis Shasa pada Sheila bisa merusak rencana mereka.

__ADS_1


"Bian minta di anter ketemu sama Miss Lala, kangen katanya" kata Shasa dengan nada sedikit lebih lunak., dan itu di benar kan oleh Bian dengan cara mengangguk kan kepalanya.


"Tapi Miss tidak bisa berlama-lama Bian, Shasa.....kita tidak boleh saling bertemu lagi" kata Sheila,dia mengingatkan perjanjian antara Fabri dengan sang Papa,dan Sheila beranggapan bahwa Bian dan Shasa pasti sudah tau semua itu.


"tapi Bian masih ingin bersama dengan Miss Lala,apa Miss Lala tidak mau sering-sering bertemu dengan Bian?" tanya Bian,bahkan matanya sudah mulai berkaca-kaca.


"Bian....maaf ya... bukannya Miss tidak ingin bertemu dengan Bian,tapi Miss hanya tidak mau menambah masalah di antara keluarga kita Bian ,Tapi percayalah, Miss sangat menyayangi Bian" kata Sheila bahkan dia sudah meleleh kan air mata nya.


Shasa hanya diam saja melihat drama di depan nya sambil sesekali memutar bola matanya,dia berpikir bahwa Bian memang aktris terbaik kali ini.Semua yang di katakan oleh Shasa beberapa waktu lalu di lakukan juga."Mari menjual kesedihan mu Bian!" . Ucapan itu sekarang sedang di praktekkan secara langsung oleh Bian. Shasa hanya bisa membiarkan semuanya mengalir saja, yang jadi tujuan nya adalah Bian bisa mendekati Sheila,dan Sheila setuju untuk bertemu dengan Bian lebih sering.


"Udah Bian, Miss Lala tuh kayaknya emang gak beneran sayang sama kamu!" kata Shasa dengan sengaja,dia ingin melihat reaksi dari Sheila,dan benar saja, Sheila membantah semuanya, Karena bagi dia, dia benar-benar menyanyangi Bianca.

__ADS_1


"Tidak Shasa, itu tidak benar, Miss benar-benar menyanyangi Bianca" bantah Sheila.


"Kalau sayang kenapa Miss gak mau memperbaiki hubungan antara dua keluarga? Miss... masa lalu biarlah berlalu....itu kata orang-orang " ucap Shasa


"Yang perlu kita pandang adalah masa depan! Kolot banget orang tua Miss Lala!"lanjut Shasa,dia sudah benar-benar menjadi api yang siap membakar hati Sheila. Dan Sheila hanya bisa diam saja,seakan membenarkan perkataan Shasa.


" Baiklah..... Miss akan mencoba memberikan pengertian pada Mama dan Papa Miss ya" kata Sheila sambil membelai rambut Bian yang sudah duduk di sampingnya, bahkan kepalanya sudah bersandar di bahu Sheila.


Mendengar perkataan Sheila, Bian nampak tersenyum bahagia, dia bahkan mengacungkan jempol nya ke arah Shasa tanpa sepengetahuan Sheila.


"Misi berhasil!!!" ucap Shasa dalam hati.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2